Kegiatan Posyandu Desa Bagjasari

Pos Pelayanan Keluarga Berencana - Kesehatan Terpadu (Posyandu) adalah kegiatan kesehatan dasar yang diselenggarakan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibantu oleh petugas kesehatan. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang biasa dilaksanakan pada Desa Bagjasari, Kec. Cikijing, Majalengka.  Jadi, Posyandu merupakan kegiatan swadaya dari masyarakat Bagjasari di bidang kesehatan dengan penanggung jawab tertinggi kepala desa.

Salah satu petugas posyandu

Petugas kesehatan yang memfasilitasi kegiatan posyandu Desa Bagjasari adalah bidan, dikarenakan hanya terdapat seorang bidan di desa ini, tapi satu orang bidan sudah cukup memadai untuk berjalannya kegiatan posyandu setiap bulannya, dengan bantuan beberapa ibu ibu PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga. Desa Bagjasari melakukan kegiatan posyandu dibagi berdasarkan jadwal setiap blok, maka setiap bulannya dilakukan kegiatan posyandu perblok satu kali. Blok yang terdapat di Desa Bagjasari antara lain, Blok katanggur landeuh, katanggur tonggoh, blok desa, dan blok timur. Kegiatan posyandu biasanya dilakukan pada awal bulan antara minggu pertama dan kedua. Kegiatan posyandu yang berlangsung di blok timur dan tonggoh sudah memiliki fasilitas terpisah dengan rumah warga, dan dikhususkan untuk kegiatan kegiatan desa, sedangkan pada blok landeuh dan blok desa kegiatan posyandu masih menggunakan rumah warga sekitar.

Pemeriksaan Ibu Hamil
Penimbangan berat badan
Antrean penimbangan berat badan bayi
Pengukuran tinggi badan

Kegiatan posyandu ini ditujukan untuk wanita yang sedang dalam masa kehamilan dan juga balita, yaitu bayi berusia 0-5 tahun. Kegiatan posyandu ini dilakukan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak mulai dari saat dikandung dan sampai berusia 5 tahun. Hal ini merupakan salah satu indikator penting dalam menentukan tingkat kesehatan suatu masyarakat yang berimbas pada tingkat kesejahteraan masyarakat. Pelayanan yang biasa dilakukan dalam posyandu Desa Bagjasari antara lain adalah pemantauan berat badan dan tinggi badan, program immunisasi, dan pemberian nutrisi tambahan rutin setiap 6 bulan sekali. Kegiatan posyandu di Desa Bagjasari terbatas dalam hal peralatan medis dan fasilitas yang ditawarkannya. Presentase kehadiran pada saat posyandu berlangsung ada dikisaran 50%. Hal ini menunjukan masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mengetahui tumbuh kembang anak pada masa balita. Jika dilihat dari grafik pertumbuhan balita dari tahun ketahun maka pertumbuhan balita di desa ii cukup baik.  Beberapa faktor yang menyebabkan hal ini antara lain kurangnya pemberian nutrisi tambahan pada anak yaitu, 6 bulan sekali. Tetapi pada saat dilakukan pemberian nutrisi persentase kehadiran posyandu akan bertambah. Hal lain yang dapat menyebabkan kurangnya kehadiran dalam kegiatan posyandu adalah tidak tersampainya informasi secara merata, karena kegiatan posyandu tidak dilakukan secara benar benar terjadwal, sehingga pengumuman dilakukan melalui pengeras suara di setiap bloknya secara mendadak. Selain kegiatan pemantauan pertumbuhan balita, dilakukan juga pemantauan tumbuh kembang janin selama masa kehamilan, dikarenakan terkadang ditemukan sedikit kasus dimana terdapat keabnormalan selama masa kehamilan pada wanita hamil diDesa Bagjasari seperti mengandung terlalu lama atau lebih dari 9 bulan, ataupun janin yang tumbuh dibawah standar, hal ini dapat disebabkan karena asupan nutrisi ibu tersebut kurang sesuai. Selain kedua hal tersebut, dalam posyandu juga dapat dilakukan pemeriksaan tekanan darah bagi yang memerlukan. Terbatasnya fasilitas dan peralatan medis sedang diupayakan pengajuan oleh pelaksana kegiatan yaitu bidan dan ibu PKK kepada kepala desa agar dapat ditambahnya alat alat kesehatan, sehingga masyarakat akan semakin antusias dengan kegiatan  posyandu yang terdapat di Desa Bagjasari, dengan bertambahnya anggaran setiap desa sejak tahun 2016, maka Desa Bagjasari dapat mencanangkan biaya untuk pembelanjaan alat alat penunjang fasilitas kegiatan di desa.