Profile Desa Bahara

Desa Bahara, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis merupakan Desa hasil pemekaran dari Desa Panjalu. Pada tahun 1983 , Desa Bahara menjadi desa pemekaran dari Desa Panjalu yang awalnya hanya terdapat 2 kampung/ dusun dipecah menjadi 5 dusun yaitu Dusun KarangTawang, Sukaluyu, Jongorsari, Cililitan dan Karang Anyar. Desa ini memiliki lima Dusun dengan posisi berdekatan dan memutar. Desa Bahara memiliki total delapan Rukun Warga dan delapan belas Rukun Tetangga. Desa ini dipimpin oleh seorang Kepala Desa dan sebelas jajaran aparatur Desa lainnya. Kepala Desa yang menjabat saat ini bernama Edi Hendi Juanda dengan Sekretaris Desa, Pak Tukiman.

Pada tahun 1984 diadakan pemilihan Kepala Desa Bahara yang pertama. Satu tahun selanjutnya yaitu tahun 1985 diadakan pembangunan sarana pemerintahan desa (balai desa). Pada tahun 1987, sarana olahraga lapangan sepak bola Desa Bahara direhabilitasi bersamaan dengan pembangunan sarana pendidikan yaitu Sekolah Dasar (SD) Desa Bahara. Lalu, tahun 1988 dilakukan pemeliharaan dan peleburan Hulu Sungai Cimuntur agar dapat mengairi persawahan di Desa. Kemudian tahun 1989 ada beberapa pembangunan yang telah dilakukan diantaranya adalah pembangunan dan pemeliharaan pemakaman Legok Nyenang dan pembangunan Jembatan Bojong di Dusun Karang Anyar. Pembangunan yang dilakukan pada 2 tahun selanjutnya adalah pembangunan gedung serbaguna yang bertempat di balai desa Desa Bahara dan pembangunan Sarana Air Bersih (SAB).

Pada tahun 1992, Kepala desa Bahara yang kedua terpilih. Pembangunan Desa Bahara yang dilakukan 1 tahun selanjutnya adalah pembangunan jalan hutan rakyat dari Sukaluyu ke Karang Anyar yang menjadi sarana transportasi bagi masyarakat Desa Bahara. Selanjutnya pada tahun 1994, SD Bahara mengalami rehabilitasi dan pembangunan gedung baru sebagai penunjang sarana pendidikan di Desa Bahara. Sebagai upaya peningkatan pelayanan masyarakat maka pada tahun 1995 dilakukan pembangunan balai desa di Dusun Sukaluyu. Kemudian, pada tahun 1996 pun telah dilakukan pembangunan dan pemeliharaan hutan keramat Cipanjalu sebagai salah satu objek wisata di Desa Bahara. Selain itu dilaksanakan penghijauan hutan rakyat dan pemeliharaan jalan sebagai sarana ekonomi rakyat. Kemudian, pada tahun 1999 dilakukan pula pengecatan jalan hutan keramat Cipanjalu dan melaksanakan program MKDE Desa Bahara serta pembagunan jalan di Dusun Karang Tawang.

Pada tahun 2000 Desa Bahara melakukan rehabilitasi jembatan Cicanong dan melakukan pelebaran hulu Sungai Cimuntur pada tahun 2001. Selanjutnya, 1 tahun kemudian telah dilakukan pembangunan jalan raya di Dusun Karang Anyar. Kemudian pada tahun 2003 dilakukan pula pemeliharaan sarana olahraga dan budaya di Desa Bahara. Selanjutnya, pelaksanaan program PKK, pembangunan 5 unit MCK di 5 dusun. Kemudian pada tahun 2005 ada pelebaran jalan di 5 dusun serta pelaksanaan program PKK dan pengecoran di Dusun Sukaluyu. Lalu di tahun 2006 didakan pula perbaikan jembatan dusun Cililitan dan pengaspalan jalan protokol desa. Selain itu, pelaksanaan program PKK, pembangunan dan perbaikan jalan di Dusun Karang Anyar. Pada tahun 2007, diadakan kembali Pemilihan Kepala Desa yang keempat dan pada tahun ini pun Desa Bahara telah mendapatkan penghargaan kalpataru penyelamat tingkat Provinsi Jawa Barat. Hingga saat ini pembangunan Desa Bahara masih berjalan dengan baik

Desa Bahara adalah desa yang kaya akan potensi objek wisata . Saat ini saja di tahun 2015 ada beberapa tempat di Desa Bahara yang di jadikan objek wisata diantaranya adalah Wisata Kuliner Cicanong, Legok Nyenang, Batu Gajah, Makam Keramat Cipanjalu, Makam Kyai Habib Shanif, Aweuhan dan DAM Pemancingan Sanghyang.