download windows 8 on ipad Microsoft Windows Vista Business With Sp2 (64bit) download windows 7 activator free Buy Windows 8 Upgrade windows 8 rp product key Adobe Premiere Elements 9 Adobe Illustrator CS5 MAC Purchase Microsoft Windows 7 Starter Edition cheap computer with windows 7 Purchase Oem Version Microsoft Windows 8 32 Bit windows 7 ultimate product key 32 bit Oem Microsoft Office Price download windows 8 server Office 2010 Standard (64-bit) cheap windows 7 install Software With Low Price Product Key Office Onenote 2010 (64-bit) best buy microsoft 3500 Windows Vista Home Basic With Sp2 buy office 2012 cheap Adobe Indesign Cs6 Mac purchase full version microsoft MapPoint 2012 Europe Buy Office 2010 Oem download windows 8 loader Adobe Photoshop Elements 8 buy adobe indesign cs5 for mac cheap Steinberg Wavelab 6 cheap windows 7 desktop pc For Windows Xp Office Powerpoint 2007 buy dell windows 7 professional Photoshop Cs5 Discount buy windows new construction online Windows Xp Pro Upgrade best buy windows 8 Adobe Acrobat X Pro Student And Teacher Edition Mac get windows 7 chip Adobe After Effects Cs6 Mac windows 7 key unreadable Kigo Video Converter Pro Mac buy windows 7 ultimate newegg Buy Download Windows 7 download microsoft Visual Studio Team Foundation Server 2012 Should Wait Buy Windows 8 buy windows 7 professional online Adobe Indesign Cs5 Mac buy adobe creative suite 55 production premium cheap Windows 8 Enterprise Product Key windows 8 key generator Cheap Cs55 Design Premium microsoft windows 8 download Adobe Photoshop Cs6 Update buy windows xp professional x64 Rosettastone Chinese (mandarin) Level 1, 2 3 Set buy microsoft visio premium 2012 Adobe Flash Professional Cs6 Student And Teacher Edition windows 7 oem phone activation Cheap Revit Mep Oem buy windows xp embedded license Purchase Windows 7 Product Key windows 7 key maker Corel Designer Technical Suite X5 cheap microsoft office mac uk Windows 8 Key Doesnt Work cheap windows 7 uk Omni Group Omnigraffle 5 Professional Mac windows downloads folder slow Windows 7 Key Backup Cyberlink PowerDirector 9 Ultra64 Visual Studio 2008 Professional free download windows 7 youtube Purchase Microsoft Virtual Pc Windows Xp Mode For Windows 7 download windows 7.zip free Buy Windows 7 Home Basic microsoft windows 8 upgrade price Office 2010 Home And Business (64-bit) cheap fireworks cs5 oem Where To Buy Creative Suite 5 Design download microsoft Visual Studio Team Foundation Server 2010 Buy Windows License Key adobe creative suite 6 master collection core keygen Buy Windows 7 64 Bit License Adobe Photoshop Elements 10 & Adobe Premiere Elements 10 Upgrade Windows 8 buy windows intune Microsoft Office 2010 Home And Student Price microsoft office 2007 cheap product key Cheap Windows 7 Get buy windows edmonton Where To Buy Cheap Office Software buy windows 7 key student Where To Buy Windows 7 Starter best price acrobat x pro for mac Adobe Audition Cs5.5 Mac best price adobe creative suite 5 design premium Buy Photoshop Cs6 Student Sony Vegas Pro 9 Windows 8 32 Bit Software Purchase should buy windows 7 home premium Cheap And Discount Oem Software Office Project Professional 2010 (64 Bit) buy windows 7 themes Oem Key Microsoft Windows 8 (64 Bit) purchase autodesk autocad 2011 x32&all Microsoft Select Agreement Pricing skype 4.2 download windows 7 Where To Buy Windows Xp purchase microsoft windows vista build 5728 automated installation kit Cheap Windows 2008 windows downloads 8 Cheap Microsoft Windows Xp Software windows downloads live mail Purchase Windows 7 Online buy microsoft windows 7 home premium india Software Buy Microsoft Office 2010 Sharepoint Workspace 32 Bit cheap microsoft office mac student Windows Xp Home Edition Oem download windows 7 live cd Microsoft Software Window Xp Price In Bangalore buy microsoft kin one india Ashampoo Movie Shrink And Burn 3 buy windows 7 64 bit student Buy Windows 7 3 Pack buy microsoft live points Cyberlink Power2go 6 windows 7 ultimate 2012 download Corel Photoimpact X3 buy dreamweaver cs5 cheap Buy Photoshop Cs6 Student windows 7 home premium download iso Windows Xp Discount Microsoft Office 2010 Home and Student Family Pack (64 bit) New Cheap Software Microsoft Windows Xp Professional Sp3 (32 Bit) microsoft Visual Studio 2008 Professional academic pricing Microsoft Windows 8 32 Bit Best Price buy windows 8 for 14.99 Cheap Windows Xp just want buy microsoft word Purchase Acronis Disk Director 11 buy windows 7 32 bit Autodesk Sketchbook Designer 2012 Mac Adobe Creative Suite 5 Web Premium MAC Corel Ventura 10 windows 7 oem virtualbox Adobe Creative Suite 5 Web Premium Student And Teacher Edition Mac cheap refurbished laptops windows 7 Adobe Soundbooth Cs5 Mac windows 8 oem iso Buy Windows 8 License Key Native Instruments Reaktor 5 Windows 7 Discount Vista download windows 8 explorer free Microsoft Works 9 purchase autodesk autocad raster design 2012&all Windows 8 Oem Activation microsoft office Excel 2010 (32-bit) purchase discount Windows 8 Discount download windows 7 7600 activator Office 2010 Home And Student Cheap Software With Key windows 7 quick key sleep Buy Windows 7 Rtm Microsoft Windows Vista Home Basic with SP2 (64 bit) Smith Micro Spring Cleaning 11 Deluxe Mac
2013 January : Bobojong Cianjur 2013

Bobojong Cianjur 2013

Belajar Bersama Masyrakat Desa Bobojong Kabupaten Cianjur KKNM Unpad 2013

Archive for January, 2013

Kegiatan Mahasiswa dengan Masyarakat Desa Bobojong

1. Kerja Bakti

Kerja Bakti

Kegiatan kerja bakti membersihkan jalan dan saluran air.

Kerja Bakti

Kerja bakti di Dusun III daerah lokasi pemondokan mahasiswa KKNM Komplek Taman Puri Lestari.

Kerja bakti

Kegiatan kerja bakti yang menjadi agenda kegiatan KKNM dilakukan di dusun 3, yang terdapat di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur. Kegiatan kerja bakti dilaksanakan pada hari minggu, tepatnya pada tanggal 20 Januari 2013. Kegiatan kerja bakti itu sendiri bertepatan dengan perbaikan jalan di dusun 3.Kegiatannya mencakup pembersihan jalan dan perbaikan jalan yang dilakukan di sepanjang jalan kompleks Puri Lestari.

Kegiatan kerja bakti dan perbaikan jalan dilakukan secara terpisah. Pekerjaan pertama yang kami lakukan adalah membersihkan bahu jalan dari tumpukan rumput yang sudah dipotong di hari sebelumnya. Pekerjaan itu dimulai dari pukul 08.00 WIB dan dikerjakan oleh beberapa orang panitia dari Pekerjaan Umum. Kami membantu membersihkan sampah dan rumput dengan bantuan alat-alat yang disediakan oleh pihak panitia. Selain membersihkan bahu jalan, kami juga membantu membuat saluran air di bahu jalan untuk pembuangan air yang akan langsung dialirkan ke arah sungai, hal tersebut dilakukan karena sebelumnya sering terjadi banjir yang diakibatkan genangan air hujan yang tidak mengalir ke sungai. Sekitar pukul 11.00 WIB, pekerjaan membersihkan jalan dari sampah dan pembuatan saluran air telah selesai, selanjutnya dilanjutkan pekerjaan pengaspalan jalan yang dilakukan oleh Pekerjaan Umum. Dalam pengerjaan pengaspalan jalan ini kami tidak ikut terlibat, karena pekerjaan tersebut harus dilakukan oleh tenaga ahli yang sudah disiapkan oleh pihak pekerjaan umum.

Selama kami bekerja bakti membersihkan sampah, kami merasakan kendala berupa keterbatasan alat pendukung untuk membersihkan jalan, padahal jumlah pekerja terhitung banyak.  Jumlah alat yang terbatas memberikan pengaruh terhadap efektivitas pekerjaan baik itu dari waktu dan hasil pekerjaannya.  Selain keterbatasan alat, kendala lain yang kami rasakan adalah minimnya peran warga sekitar untuk ikut terjun ke lapangan untuk membantu membersihkan jalan. Warga sekitar cenderung tidak peduli dengan adanya kegiatan kerja bakti yang dilakukan di lingkungannya.

Dengan diadakannya kegiatan kerja bakti dan perbaikan jalan ini tentunya memberikan manfaat yang positif bagi warga yang tinggal di lingkungan tempat kegiatan tersebut dilakukan. Jalanan yang awalnya kumuh karena tumpukan rumput liar, kini sudah bersih dan sedap untuk dipandang. Begitu juga dengan kondisi jalan yang sudah selesai diperbaiki, memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi warga untuk beraktivitas sehari-hari dengan menggunakan alat transportasi padahal sebelumnya keadaan jalan sangat rusak dan banyak tambalan sehingga membuat para pengguna jalan kesulitan dalam menjalani aktivitasnya menggunakan alat transportasi.

2. Kegiatan Mengajar di SDN 03 Mande

Kami melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 03 Mande. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenal lebih jauh tentang salah satu aspek di desa ini, yaitu aspek pendidikan.

Mengajar 1

Secara umum, SD ini memiliki banyak sarana dan prasarana yang mendukung diantaranya Unit Kesehatan Sekolah dan dokcil (dokter cilik), ruang kesenian, dan lain-lain. Bahkan SD ini termasuk salah satu sekolah penyandang dana BOS. Akan tetapi, sayang sekali banyak sarana prasarana yang kurang terawat dan kebersihan sekolahnya sangat kurang. Secara akademis dan prestasi,sekolah ini sudah banyak dan secara rutin mengiktui berbagai perlombaan mata pelajaran, seni, dan olahraga. Tetapi sayangnya, siswa yang mau mengikuti lomba orangya hanya itu-itu saja dikarenakan sedikit sekali yang mau dan yang bisa.

Untuk akademik, sekolah ini sedikit tertinggal karena untuk penerapan pelajaran yang telah diterima kurang maksimal, contohnya siswa kelas 6 SD yang seharusnya sudah siap menghadapi UAS ternyata masih banyak belum hapal perkalian.

Melalui kegiatan mengajar yang kami adakan, diharapkan siswa-siswa SDN Mande 03 bisa mendapatkan suasana belajar yang baru dan menyenangkan sehingga bisa kebih semangat belajar.

mengajar 2

Respon yang kami dapat dari guru-guru ketika kami meminta ijin untuk mengajar sangat baik, dan respon siswa yang kami ajar pun sangat antusias. Siswa-siswa tersebut sangat senang saat diajar oleh kami. Tetapi terdapat beberapa kendala dalam proses belajar-mengajar di SD ini seperti guru-guru yang seringkali kurang informatif dan kurang jelas mengenai target belajar siswa-siswa yang akan kami ajar, sehingga kami kebingungan tentang materi yang harus kami berikan kepada para siswa.

 

3. Kegiatan Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut di SDN 1 Bobojong 

1.  Pendahuluan

1). Latar Belakang

Kerusakan Gigi seperti gigi berlubang, gigi yang tanggal sebelum waktunya, gigi kerpos, dan berbagai jenis penyakit gigi dan mulut lainnya dapat terjadi karena kita tidak menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini. Mengingat pentingnya dalam menjaga kesehatan gigi inilah yang menjadi latar belakang kami untuk membuat program Penyuluhan Kesehatan Gigi yang ditujukan pada anak-anak yang bersekolah di SDN Bobojong.

2). Tujuan

Tujuan dari Kegiatan ini adalah untuk memberikan informasi serta pengajaran pada anak-anak SD di desa Bobojong mulai dari kelas 1-3 agar mereka dapat menjaga kesehatan giginya dari usia dini. Dari Kegiatan Penyuluhan ini diharapkan mereka terbiasa membangun kebiasaan yang baik untuk menjaga kesehatan gigi dari usia dini sampai dewasa nantinya, sehingga diharapkan melalui program ini dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desa Bobojong terutama kesehatan Gigi.

3). Manfaat

Manfaat dari kegiatan ini adalah Anak-anak Sekolah Dasar mendapatkan wawasan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Selain itu manfaat yang dirasakan juga adalah terciptanya kebiasaan menjaga kesehatan sejak usia dini sehingga akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di desa Bobojong.

4).  Deskripsi Kegiatan

Kegiatan ini dilakukan selama sehari pada hari Selasa, 05 Februari 2013 yang berlangsung di SDN Bobojong yang berlokasi di dusun 3 yaitu di Kampung Cibogo. Sebelum melaksanakan Penyuluhan gigi, maka pada hari Sabtu, 02 Februari 2013 dilaksanakan kegiatan Sosialisasi hal ini dilaksanakan karena supaya para siswa tidak merasa asing ketika melaksanakan penyuluhan.

Agar kegiatan yang dilakukan ini dapat berjalan efektif sesuai dengan jumlah murid dan juga materi yang disampaikan, maka teknis untuk kegiatan ini adalah penyuluhan dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama penyuluhan untuk SD kelas 1 dan tahap kedua untuk penyuluhan SD kelas 2-3, dimana materi yang diberikan pun lebih lengkap dan kompleks. Hal itu dilakukan di SDN Bobojong dengan jumlah peserta sebanyak 141 Siswa, maka penyuluhan hanya dilakukan sekali saja.

Adapun susunan kegiatan penyuluhan dikemas semenarik mungkin sehingga dapat menarik minat dari anak-anak SD yang dijadikan sebagai sasaran program. Kegiatan Penyuluhan dibagi dalam 2 sesi. Sesi pertama adalah penyuluhan Kesehatan Gigi yang dikemas dalam 3 buah poster yang dibuat sendiri dengan semenarik mungkin dan selanjutnya dilakukan peragaan (Simulasi) menggunakan pantom gigi setelah itu diminta beberapa siswa untuk maju ke depan dan menyikat pantom gigi tadi dengan sikat gigi. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan hiburan seperti menyanyi bersama lagu-lagu yang bertemakan kesehatan Akhirnya, kegiatan pun  diakhiri dengan kegiatan sikat gigi massal, sehingga peserta dapat langsung mempraktekan materi serta peragaan yang sudah diberikan sebelumnya. Kegiatan ditutup dengan penyerahkan poster berisi ajakan sikat gigi sebanyak 2 kali sehari yaitu 1 jam setelah sarapan pagi dan sebelum tidur, macam-macam gigi, serta makanan yang baik dan buruk buat gigi. Poster ini dibuat oleh tim KKNM Unpad 2013 dan diserahkan secara langsung kepada Bapak Kepala Sekolah SDN Bobojong.

2. Rundown Kegiatan

Adapun Susunan acara Program Penyuluhan Kesehatan Gigi yang dilangsungkan di SD Negeri Bobojong adalah sebagai berikut :

Waktu

Kegiatan

Durasi

Keterangan

08.30-09.00

Sudah sampai di SD + Persiapan Ruangan

30 menit

Panitia menyiapkan Peralatan Logistik

09.00-09.30

Penyuluhan Kesehatan Gigi Kelas 1A dan 1B SD

30 menit

Oleh Team Penyuluh

09.30-10.30

Praktek Sikat Gigi Kelas 1A dan 1B SD

30 menit

Oleh Team Sikat Gigi

09.30-10.30

Penyuluhan Kesehatan Gigi Kelas 2 dan 3 SD

30 menit

Oleh Team Penyuluh

10.30-11.00

Praktek Sikat Gigi Kelas 2 dan 3 SD

10 menit

Oleh Team Sikat Gigi

 

Keterangan :

Kegiatan Sikat Gigi tetap dilangsungkan oleh tim sikat gigi, sedangkan tim di dalam Ruangan tetap melanjutkan Penyuluhan untuk kelas 2 dan 3 SD.

3.  Job Desk :

Pembagian Tugas dibagi menjadi dua tim, yaitu yang bertugas di dalam Ruangan dan di luar Ruangan. Tim dalam ruangan berjumlah 4 orang bertugas untuk menyampaikan penyuluhan mengenai gigi, sedangkan Tim Luar Ruangan berjumlah 7 orang bertugas untuk memperaktekkan cara sikat gigi dan 2 orang bertugas untuk menyiapkan peralatan mempersiapkan  agar tetap rapih dan kondusif. Berikut pembagian Jobdesk :

1). Team Dalam Ruangan :

Ketua Pelaksana       :    Aji Mustopa

Team Keeper            :    Liliek Suharto

Team Penyuluh 1     :    Tiara Hening Pratiwi

Andika Mahendra

Team Penyuluh 2     :    Otoy Hidayat

Gyska Luthfi Purnama

2). Team Luar Ruangan :

Team Sikat Gigi       :    Nadia Faradiba

Ahmad Fauzan NI

Linda Sari Wulandari

Rinintha Anggie M

Shahnaz S.

Achmad Eka PSN

M. Aditya

Logistik                    :    M. Fadhlan

Pratama Agus

Dokumentasi            :    Ratu Devi Azizah

Luvito Prilanda

Ajar Nur Rahadiansyah

  1. 4.    Hasil Program

Program ini berlangsung lancar sesuai dengan rancangan Program dan berakhir tepat waktu. Keberhasilan program ini juga dapat dilihat dari antusiasme siswa-siswa SD ketika mengikuti penyuluhan dan sangat antusias dalam melaksanakan praktek sikat gigi.

  1. 5.    Kendala

Kekurangan dari kegiatan ini adalah sulitnya mengatur ke-kondusifan anak-anak baik pada saat penyuluhan maupun pada saat sikat gigi bersama. Selain itu karena keterbatasan dana, kami tidak dapat menyiapkan sikat gigi untuk semua siswa. Kami hanya dapat membelikan beberapa buah sikat gigi saja (7 buah) pada anak-anak yang lupa membawa sikat gigi ke sekolah. Akibatnya ada beberapa anak yang tidak bisa mengikuti sikat gigi bersama karena tidak tersedianya sikat gigi. Secara umum partisipasi siswa maupun elemen guru dalam acara ini sangat baik.

 

4. Kegiatan Pembuatan Blog di Kantor Desa

Hari rabu tanggal 6 Februari 2013 kegiatan yang kami lakukan adalah pembuatan blog serta mengajarkan tentang tata cara pembuatan dan penulisan  blog kepada pihak Desa Bobojong

Pembuatan blog ini dilakukan dengan tujuan untuk menyajikan data dan informasi mengenai Desa Bobojong secara online, sehingga informasi dapat di akses melalui internet. Selain itu, melalui blog ini juga dapa diketahui pemaparan mengenai kondisi dan potensi Desa termasuk potensi pariwisata dan potensi lain yang dimiliki oleh Desa Bobojong.

Blog pada mulanya dibuat oleh mahasiswa dengan perijinan tertulis dari Kepala Desa, namun kemudian penulisan blog dilanjutkan oleh pihak Desa yaitu Bapak Agus. Sebelum dilakukan pemindahtanganan, kami harus melakukan sosialisasi blog guna memberitahukan proses pengelolaan blog.

Kendala yang ditemui yaitu pada saat proses sosialisasi kepada pihak Desa, dimana mereka belum mengerti dan belum terbiasa menggunakan blog. Namun akhirnya setelah kami mengajarkan mereka pun mulai mengerti dan mencoba mengaplikasikannya.

 

5. Kegiatan Pembuatan Majalah Dinding di SDN 03 Mande

SDN 03 Mande merupakan salah satu Sekolah Dasar yang berada di daerah Cianjur, tepatnya di Desa Bobojong Kecamatan Mande.Di Sekolah Dasar ini kami (mahasiswa KKNM UNPAD) melakukan kegiatan belajar sambil mengajar, sehubungan dengan tema yang diambil dari KKNM tahun 2013, yaitu belajar dari masyarakat.

Selama 3 hari kami melakukan kegiatan belajar sambil mengajar dan melakukan observasi di SDN 03 Mande.Berdasarkan hasil observasi, kami melihat ada kekurangan pada majalah dinding yang kami rasa kurang dikelola oleh pihak sekolah.Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memperbaharui informasi majalah dinding agar pihak sekolah dapat ikut terpacu untuk mengelola majalah dinding tersebut dengan terus melakukan pembaharuan informasi yang seinformatif mungkin yang berguna bagi warga SDN 03 Mande.

Setelah mendapatkan izin dari Bapak Kepala Sekolah, kami mulai melakukan pengelolaan terhadap majalah dinding di Sekolah Dasar tersebut.Para guru dan siswa-siswi sangat antusias dalam membantu pengelolaan majalah dinding yang kami buat.

Tujuan dari pembuatan majalah dinding itu sendiri antara lain sebagai berikut:

1. Sebagai media komunikasi.

Dengan adanya majalah dinding, berbagai macam informasi dapat tersampaikan kepada siswa-siswi.Dengan membaca majalah dinding juga, banyak hal yang semula tidak diketahui oleh siswa-siswi akhirnya menjadi pengetahuan tambahan.

2. Wadah kreativitas siswa-siswi.

Pada umumnya kegiatan siswa-siswi tidak pernah sepi dari kreativitas, misalnya olahraga, kesenian, keterampilan, dan permainan. Dengan adanya majalah dinding, siswa-siswi dapat menyalurkan hasil karya kreativitasnya, karya- karya yang siswa-siswi buat dapat bermanfaat bagi para pembaca dan penulis tersebut, dikarenakan sang  penulis dapat menyalurkan karya-karyanya, sedangkan pembaca mendapatkan inspirasi- inspirasi untuk hidupnya.

3. Menanamkan kebiasaan membaca.

Dengan adanya majalah dinding, kami berharap siswa-siswi nantinya akan gemar membaca karena dengan membaca kita mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang belum kita ketahui.

4. Pengisi waktu luang.

Kebanyakan siswa-siswi hanya melakukan kegiatan berkomunikasi, bermain, dan melakukan kegiatan yang kurang bermanfaat.Namun, dengan adanya majalah dinding, siswa-siswi dapat mengisi waktu luangnya dengan mencurahkan kreativitasnya pada pembuatan majalah dinding.

5. Melatih kecerdasaan berpikir.

Membaca majalah dinding akan membangkitkan gairah membaca bacaan lain, majalah dinding menjadi “umpan” untuk siswa-siswi agar gema membaca. Karena dengan membaca siswa-siswi mendapat pengetahuan yang belum mereka ketahui.

6. Mendorong latihan menulis.

Dengan adanya majalah dinding, siswa-siswi dapat berlatih menulis.Karena dari senang menulis hal yang sederhana, tidak mustahil bahwa nantinya wawasan siswa-siswi ini dapat berkembang.

6. Membantu Posyandu

Kami mahasiswa KKNM Unpad Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur periode 2012/2013 melakukan kegiatan membantu kader-kader Posyandu di beberapa Dusun di Desa Bobojong. Kegiatan ini berlangsung sebanyak tiga kali, yaitu hari Senin di Poskesdes Desa Bobojong (Dusun 3), Rabu di Posyandu Harempoy (Dusun 1), dan hari Kamis di Posyandu Cidamar (Dusun 4). Di setiap Posyandu ditempatkan tiga tim pembantu untuk membantu para kader.

Kegiatan Poskesdes Desa Bobojong pada hari Senin, 4 Februari 2012 berlangsung dari pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 11.00 WIB. Adapun kegiatannya berupa pendataan balita dan ibu hamil, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, pengukuran tinggi dan berat badan balita, serta pemberian vitamin A untuk balita.

Tim pembantu dari kami terdiri dari 6 orang, yaitu sebagai berikut:

  1. PJ dan dokumentasi                       : Liliek Suharto
  2. Pendata balita dan ibu hamil          : Gyska Luthfi
  3. Penimbang balita                            : Andika dan Luvito
  4. Pengukur tinggi balita                    : Fadhlan
  5. LO orangtua balita dan ibu hamil  : Shahnaz

Kegiatan Poskesdes berlangsung dengan lancar tanpa hambatan yang berarti. Pihak Poskesdes sendiri sangat antusias dan apresiatif terhadap kedatangan kami. Tidak hanya kami saja dari Unpad yang membantu kegiatan Poskesdes, ada juga tim pembantu dari teman-teman KKN STAI Al-Azhary Cianjur. Kami bekerja sama membantu para kader di Poskesdes Desa dalam melaksanakan kegiatan kesehatan tersebut.

Tim posyandu hari Rabu melaksanakan penyuluhan PHBS kepada ibu – ibu posyandu di Kp. Harempoy yang membahas mengenai cara – cara menggosok gigi yang benar dan 6 langkah cuci taangan. Hal tersebut dilakukan karena masyarakat di Kp. Harempoy yang masih belum mengetahui cara – cara menggosok gigi dan 6 langkah cuci tangan dengan benar. Hal ini disebabkan letak Kp. Harempoy yang lokasinya terlalu jauh dari keramaian dan mayoritas kelas sosial masyarakat kampung tersebut adalah kelas menengah ke bawah, sehingga masyarakat tersebut belum mengetahui cara – cara menggosok gigi dan 6 langkah cuci tangan yang benar. Sehingga, kami melaksanakan penyuluhan PHBS di posyandu tersebut. adapun tim penyuluh dari kami, yaitu sebagai berikut :

  1. Linda Sari Wulandari.
  2. Achmad Eka S P.
  3. Aji Mustopa.
  4. Pratama Agustus.
  5. Tiara Hening P.
  6. Mohamad Aditya.

Tim posyandu hari Kamis yang berlokasi di Cidamar, terdiri dari :

  1. Nadia Faradiba.
  2. Ahmad Fauzan Nurul Ilmi.
  3. Rhinintha Anggie Mahakarti.
  4. Ajar Nur R.
  5. Ratu Devi Azizah.
  6. Hadi Triutama.

 

 

 

 

ORIENTASI WILAYAH DAN TATA PEMERINTAHAN DESA BOBOJONG

Kabupaten Cianjur merupakan salah satu Kabupaten yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Kegiatan KKNM Universitas Padjajaran pada periode Januari-Februari salah satunya dilaksanakan di daerah Cianjur. Salah satu Desa yang menjadi sasaran kegiatan KKNM tersebut yaitu Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Pada hari pertama, kegiatan yang pertama dilakukan adalah pemetaan. Pemetaan dilakukan dengan cara penyebaran peserta KKNM ke beberapa Dusun untuk bersosialisasi dan mencari informasi mengenai kehidupan masyarakat yang berada di dusun tersebut. Pencarian informasi dilakukan dengan cara menemui para petinggi di dusun tersebut, seperti kepala Dusun, ketua RT, salah satu masyarakat, dan kepala Posyandu, agar informasi yang didapatkan lebih terpercaya dan dapat dijadikan acuan mengenai kehidupan masyarakat di tiap Dusun yang terletak di Desa Bobojong.

Kantor Desa Bobojong

 

 

Kantor Desa Bobojong

Kantor Desa Bobojong

 

1.2 Orientasi Wilayah

Jumlah penduduk di Desa ini sebanyak 14.857 jiwa, yang terdiri dari 3.963 Kepala Keluarga.

Luas wilayah Desa Bobojong yaitu 610.568 km2 dengan batas wilayah sebelah utara yaitu Desa Mulyasari dan Desa Mande, batas sebelah selatan yaitu Desa Sukajadi dan Sukasarana, batas sebelah barat yaitu Desa Kademangan, dan batas sebelah timur yaitu Danau Cirata.

Jenis tanah di Desa ini yaitu tanah subur yang terdapat di dataran rendah dan digunakan oleh masyarakat sebagai lahan perkebunan

1.3 Orientasi Tata Pemerintahan Desa

Kantor Desa Bobojong mulai beraktifitas pada pukul 08.00 WIB, pelayanan Desa cukup memuaskan meskipun birokrasinya kurang terstruktur.

1.4 Orientasi Pranata Pemerintahan Desa dan Kepemimpinan

Di Desa ini terdapat data Kelembagaan seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang berfungsi menampung aspirasi masyarakat dalam hal pembangunan pan pendidikan. Jumlah pengurus 1 orang, jumlah anggota 9 orang, namun sampai sekarang pengurusnya belum dilantik. LPM ini mempunyai jumlah kegiatan perbulan sebanyak 2 kegiatan, jumlah buku administrasi yang dikelola sebanyak 30 buah dan jumlah dana yang dikelola sebanyak Rp.1.000.000,00 Selain itu juga terdapat TP PKK dengan jumlah pengurus 7 orang, jumlah anggota sebanyak 12 orang, jumlah kegiatan perbulan sebanyak 4 kegiatan dan jumlah dana yang dikelola sebanyak Rp.2.500.000,00.

Tokoh-tokoh formal seperti Rukun Warga (RW) sebanyak 11, Rukun Warga (RT) sebanyak 44, jumlah bantuan intensif yang diterima RW dalam sebulan sebesar Rp. 60.000,00,  sedangkan jumlah bantuan yang diterima RT dalam sebulan sebesar Rp. 50.000,00. Dana tersebut disatukan dengan hibah dari Bupati per tahun Rp.10.000.000,00 yang diperuntukan untuk pembangunan dalam bentuk fisik, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan perekonomian masyarakat.

Terdapat juga tokoh informal seperti tokoh ulama yang di dampingi oleh MUI tingkat Desa. Selain itu, juga terdapat tokoh adat, namun tidak ada penokohan khusus dan tidak terlalu diangkat oleh Desa.

1.5 Orientasi Aktivitas Ekonomi Masyarakat Desa

Mata pencaharian masyarakat Desa Bobojong yaitu sebagai Karyawan (Pegawai Negeri Sipil (PNS) 441 orang, TNI 15 orang, Polri 8 orang dan pegawai swasta 441 orang), wiraswasta atau pedagang dengan jumlah 2.085 orang, Petani 915 orang, Tukang 635 orang, buruh tani 827 orang, pensiunan 34 orang, nelayan 7 orang, peternak 60 orang, jasa 42 orang, pengrajin 18 orang, pekerja seni 4 orang, lainnya 1.863 orang, dan penduduk yang tidak bekerja sebanyak 5606 orang. Jumlah penduduk miskin menurut Standar BPS sebanyak 7.330 jiwa yang terdiri dari 1.880 Kepala Keluarga.

Sebagian kecil masyarakat ada yang beternak ayam dan bebek dengan tingkat produksi dan pemasaran sebanyak 134.476 ekor. Akan tetapi, ternak tersebut bukan sebagai mata pencaharian utama, melainkan hanya sebagai sampingan. Terdapat juga lahan pariwisata yang dijadikan aktivitas ekonomi sebagian penduduk yang terdapat di Dusun Jangari.

Di Desa Bobojong ini tidak terdapat pasar, namun masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok ke pasar Desa Kademangan atau ke Cianjur kota.

1.6 Orientasi Pranata Ekonomi Masyarakat Desa

Terdapat lembaga BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) dengan jumlah 1 buah. Lembaga ini bergerak dalam hal simpan pinjam untuk masyarakat, contohnya dalam hal peminjaman untuk pembelian bibit ternak domba, kemudian hasilnya nanti akan dibagi dua dengan BUMDes, namun masyarakat belum sepenuhnya sadar mengenai peminjaman tersebut, sebagian masyarakat ada yang belum bertanggung jawab terhadap dana yang di pinjamkan. Lembaga ini mengajak masyarakat dengan cara persuasif.

Selain BUMDes, terdapat juga lembaga Raksa Desa yang bergerak dalam bidang fisik/infrastruktur dan simpan pinjam.

Terdapat juga lembaga pnpm, lembaga ini sifatnya mandiri yang bergerak dalam bidang infrastruktur dan simpan pinjam. Dana infrastruktur pada tahun sebelumnya dipakai untuk pengadaan Posyandu, MCK dan Ambulan Desa. Dana simpan pinjam ini contohnya ada SPP yang di kelola oleh ibu-ibu. Tahun ini, Desa Bobojong tidak menerima dana pnpm dikarenakan tidak lolos dalam kompetisi penilaian yang dilakukan oleh panitia.

1.7 Orientasi Pola Hidup Sehat Masyarakat

Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya MCK di Desa ini sudah banyak yang mempunyai MCK yang memadai dan terdapat di dalam rumah, namun sebagian kecil masyarakat masih ada yang menggunakan Jamban yang terdapat di belakang rumah warga, terutama yang bertempat tinggal di Dusun Jangari.

Selain permasalahan mengenai MCK, di Desa ini juga mayoritas penduduk juga kurang memahami pentingnya memelihara kesehatan gigi dan mulut, hal tersebut juga di dukung oleh tidak adanya tenaga dokter gigi maupun dokter umum di Desa Bobojong. Sebagian masyarakat lebih memilih mengobati sakit giginya dengan obat-obat warung, namun ketika sakitnya sudah parah mereka memilih untuk ke dokter gigi yang ada di Puskesmas Kademangan.

1.8 Orientasi Pranata Kesehatan

Selain Sarana Prasarana Pendidikan, di Desa ini juga terdapat Sarana Prasarana Kesehatan yang terdiri dari Poskesdes sebanyak 1 buah, UKBM (Posyandu, Polindes) sebanyak 15 buah. Akan tetapi, di Desa ini tidak terdapat  Puskesmas, apabila masyarakat yang membutuhkan pelayanan tingkat Puskesmas mereka  bisa pergi ke Puskesmas di Desa Kademangan atau Puskesmas Kecamatan. Di Desa ini terdapat 3 orang Bidan. Di Desa ini tidak terdapat tenaga dokter gigi dan dokter umum.

1.9  Orientasi Aktivitas Kepemudaan

Aktivitas pemuda di Desa ini di bawahi oleh Karang Taruna. Aktivitasnya yaitu olahraga sepak bola, kesenian dan keagamaan.

1.10  Orientasi Pranata Kepemudaan

Di Desa ini terdapat Karang Taruna yang mempunyai sekretariat di Desa, Karang Taruna ini mempunyai 5 kegiatan dengan jumlah pengurus 3 orang dan jumlah anggota sebanyak 24 orang. Namun, pada tahun ini, Karang Taruna belum memiliki kegiatan. Karang Taruna di Desa ini masih aktif sampai sekarang, lembaga ini mendapat dana dari Anggaran Pembangunan Belanja Daerah (APBD) sebesar 2,5 juta/ tahun.

1.11  Orientasi Keagamaan

Aktivitas Keagamaan masyarakat Desa Bobojong sebagian besar yaitu pengajian rutin laki-laki dan perempuan yang dilaksanakan secara terpisah. Selain itu, biasanya ada juga pengajian pada hari-hari besar keagamaan. Dalam pengajian tersebut, biasanya panitia mengundang mubaligh/ ustad dari Desa atau dari luar. Masyarakat berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut

1.12 Orientasi Pranata Keagamaan

Mayoritas penduduk di Desa ini beragama islam sebanyak 14.561 orang. Lembaga keagamaan dibentuk ole Karang Taruna dengan cara membentuk Remaja Mesjid di tiap-tiap mesjid di bawah naungan Dewan Keluarga Mesjid.

Selain itu, di Desa ini juga ada yang beragama Kristen sebanyak 21 orang, Katholik 23 orang, Hindu 2 orang dan Budha sebanyak 2 orang.

Sarana Prasarana Ibadah di Desa ini terdiri dari Mesjid sebanyak 23 buah dan Mushola sebanyak 62 buah.

1.13 Orientasi Sosial Budaya Masyarakat

Mayoritas bahasa yang digunakan masyarakat di Desa ini yaitu Bahasa Sunda. Di Desa ini masih terdapat Adat Istiadat seperti Festival Jangari yang terdapat di Dusun Jangari. Adat tersebut  digunakan masyarakat sebagai peringatan hari jadi Waduk Cirata dan sebagai ungkapan rasa syukur dan terima kasih yang didalamnya berisi acara perlombaan-perlombaan, upacara, adat, dan pengalaman seperti siraman rohani. Hari peringatan tersebut diprakarsai oleh Bapak Tatang selaku ketua Sanggar Seni Perceka.

Kemudian, sejak tahun 2010 untuk memeringati hari jadi Waduk Cirata Bapak Tatang mulai mengadakan kerja sama dengan Dinas Pariwisata. Adapun perlombaan-perlombaan yang diadakan dalam acara festival Jangari antara lain: jalan santai, seni tradisional Kuda Ronggeng, Pencak Silat, Calung, Band, dangdut, lomba memasak masakan tradisonal, seperti pepes, bakar ikan dan lain sebagainya. Festival ini dilaksanakan setiap pertengahan tahun atau bergantung pada dana yang turun dari pemerintah.

1.14 Orientasi Pranata Sosial Budaya

Di Desa ini masih ada beberapa kesenian seperti Pencak silat, Tari Jaipong dan Calung. Namun seiring perkembangan zaman, kesenian ini tergantikan dengan kesenian Organ Tunggal.

Terdapat 5 buah Sarana Prasarana Kesenian/Budaya  untuk memfasilitasi kesenian/budaya masyarakat di Desa ini.

1.15 Orientasi Kependidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Bobojong dapat terlihat pada tingkat Lulusan Pendidikan Umum/Formal yaitu lulusan Taman Kanak-Kanak sebanyak 300 orang, Sekolah Dasar 1.718 orang, Sekolah Menengah Pertama 1.130 orang, Sekolah Menengah Atas 568 orang, Akademi atau D1-D3 12 orang, Sarjana 16 orang, Pascasarjana 10 orang. Selain pendidikan formal, di Desa ini juga banyak penduduk yang berasal dari Lulusan Pendidikan Khusus yaitu Pondok Pesantren sebanyak 3 ponpes, lulusan Pendidikan Keagamaan sebanyak 546 orang dan Kursus Keterampilan sebanyak 6 orang. Selain itu, masih ada masyarakat yang tidak lulus sekolah sebanyak 65 orang dan tidak bersekolah sebanyak 60 orang.

Sarana prasarana pendidikan di Desa ini terdiri dari Perpustakaan Desa sebanyak 1 buah, terdapat gedung Sekolah PAUD, gedung Sekolak Taman Kanak-Kanak sebanyak 3 buah, gedung Sekolah Dasar 6 buah, gedung Sekolah Tingkat Pertama 1 buah dan gedung Sekolah Menengah Atas sebanyak 1 buah.

 

Pemetaaan merupakan kegiatan pencarian informasi mengenai aspek-aspek kehidupan masyarakat, seperti informasi mengenai sistem mata pencaharian, keadaan geologi dan geografi lokasi, tata pemerintahan, demografi lokasi, potensi lokasi, keadaan sosiologi lokasi, dan lain-lain yang berkaitan dengan masalah pembangunan.

 

Foto2648

Wawancara dengan Ibu Komariah Kader Posyandu Dusun II

Foto2657

Petani yang sedang panen di Dusun II

IMG_1743

Lokasi sawah di Dusun I

Gapura Kp. Serang

Gapura Kp. Serang

Gapura Kampung Serang Dusun I

Sawah Dusun I

Sawah Kampung Serang Dusun I

Sawah Kp. Serang

Sawah Kampung Serang Dusun I

Wawancara

Wawancara dengan ketua RT 01 RW 02 Dusun I

 

PEMETAAN

3.1.1 Dusun I

1). Pemerintahan dan Komunikasi

Dusun ini mempunyai visi, misi serta tujuan, tetapi tidak secara tertulis.Secara hirarki terdapat struktur organisasi yang di bawahi oleh Desa. Secara visual dapat digambarkan sebagai berikut ;

Melalui gambaran hirarki diatas, terlihat sistem komunikasinya secara terstuktur. Informasi yang didapat dari pemerintah pusat ditampung di pemerintah Desa Bobojong kemudian semacam kaki tangan dari pemerintah desa, ketua lurah setempat dipercaya untuk kemudian menyebarkan melalui 5 dusun yang terdapat di desa Bobojong sendiri. Dan untuk dusun  I sendiri terdapat 2 RW yang masing-masingnya mencakup 4 RT dengan beranggotakan 55 Kepala Keluarga. Setelah mencapai tingkatan ketua RT, informasi disebarkan melalui media komunikasi yang langsung dan tidak langsung. Semacam papan informasi di RT setempat, door to door, sampai diumumkan melalui pengeras suara di masjid.

Untuk variasi dan kreasi dari elemen organisasi masing-masingnya terdapat dalam pegangan kepalanya sendiri. Misalnya dalam lingkup Dusun dan RW hanya sebagai pejabat tunggal. Sementara sumber untuk tingkat RT yang didapat beliau sebagai ketua RT membuat bagian-bagian lain yang lebih variatif sesuai keperluan di tingkat RT nya sendiri. Semacam bagian logistik, pemuda, kemanan, humas dengan staff pembantu berupa sekretaris dan bendahara RT.

Sementara dalam hal legalitas, masyarakat di Dusun I telah mengetahui pentingnya memiliki Kartu Keluarga, kesadaran untuk diakui sebagai warga negara Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari setiap kepala keluarga yang memiliki Kartu Keluarga. Kartu Keluarga  diperlukan dalam setiap PILKADA.

Pendistribusian e-KTP belum merata ke setiap masyarakat di Dusun I. Masyarakat kebanyakan belum memiliki e-KTP. Mesin pengambilan e-KTP rusak akibat tersambar petir, hal ini menjadi salah satu hambatan dalam pendistribusian di Dusun tersebut, sehingga masyarakat kebanyakan belum memiliki e-KTP.  Menurut kepala Dusun setempat, pembuatan e-KTP masih bisa dilakukan meskipun periode pembuatan e-KTP telah habis.

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, masyarakat di Dusun I biasanya memperoleh informasi, khususnya program-program pemerintahan melalui pengumuman door to door ( lisan ), papan informasi, tokoh masyarakat dan pengumuman langsung kepada masyarakat melalui pengeras suara di masjid. Tetapi, seiring perkembangan juga, dikaui oleh kepala dusun I, masyarakat mengetahui informasi terkini dari berita-berita setingkat nasional melalui media elektronik yaitu televisi.

Keberadaan lembaga pelatihan khusus yang terdapat di dusun I secara mayoritas adalah posyandu, dimana posyandu terdapat 4 buah di dusun I. Sebelum muncul kader-kader posyandu yang memang dipegang kepengurusan untuk pengelolaannya oleh kaum wanita, calon kader-kadernya tersebut diberikan pelatihan di puskesmas setempat maupun pelatihan dari desanya langsung. Selain posyandu, program pelatihan untuk SDM memang terarah langsung dari pemerintah desanya sendiri melalui program-programnya. Keberadaan ibu-ibu PKK juga menjadi salah satu bukti adanya semacam lembaga pelatihan khusus dalam hal pengembangan SDM yang ada.

2). Ekonomi

Diketahui sebagian besar mata pencaharian masyarakat di Dusun I adalah bertani. Hal ini dapat dilihat dari hamparan sawah yang terbentang luas yang terletak di dusun I. Selain bertani, ada juga masyarakat yang memiliki mata pencaharian sebagai peternak ikan, kuli bangunan, dan sebagainya.

Lembaga keuangan yang berperan penting dalam perekonomian masyarakat di Dusun I adalah Koperasi Simpan Pinjam, UPK (semacam koperasi), dan Bank Keliling. UPK memberikan pinjaman kepada masyarakat sebesar 3 juta rupiah dengan angsuran pengembalian pinjaman sebanyak sepuluh kali.

Pada masyarakat Dusun I  usaha ternak bukan menjadi mata pencaharian utama masyarakat tersebut, tetapi merupakan usaha sampingan yang mendukung perekonomian masyarakat di Dusun I. Menurut Pak Rasyid, kepala Dusun tersebut, tunjangan pemerintah untuk usaha peternakan belum disalurkan kepada para peternak, bantuan hanya didapatkan dari donatur  non-pemerintah.

3). Bahasa dan Budaya

Masyarakat di Dusun I  masih percaya pada cerita-cerita yang mengandung unsur mistis. Misalnya, cerita tentang seorang ibu baru saja melahirkan bayinya. Bayi tersebut diketahui sudah meninggal sesaat setelah dilahirkan. Para bidan telah berupaya membantu agar bayi tersebut bisa bernapas kembali. Namun pekerjaan itu sia-sia karena bayi tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Dukun beranak kemudian berinisiatif untuk menolong bayi tersebut dengan memijat ari-ari bayi tersebut. Secara tiba-tiba bayi tersebut hidup kembali. Hal ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai kejadian mistis yang kemudian dipercayai oleh masyarkat tersebut.

Masayarakat di Dusun I  masih memiliki undak-usuk bahasa. Bahasa ibu yang digunakan oleh masyarakat dusun I  adalah bahasa sunda. Mereka masih menggunakan bahasa Sunda kasar, loma dan halus. Namun banyak masyarakat pendatang yang tinggal di Dusun tersebut sehingga memengaruhi keadaan bahasa deusun tersebut. Bahasa yang digunakan menjadi beraneka ragam. Bahasa sunda sehari-sehari, bahasa Indonesia, serta  bahasa-bahasa daerah lainnya. Masyarakat di dusun ini tidak memiliki kesenian daerah yang khusus. Mereka juga telah mengenal kesenian-kesenian modern.

4). Kesehatan

Desa Bobojong yang masuk dalam daerah tertinggal ini tidak mempunyai satu pun dokter gigi yang praktik disekitar pemukiman mereka kecuali pergi ke puskesmas. Dan kebiasaan untuk menciptakan kesehatan gigi dinilai masih kurang karena mereka dalam hal menggosok gigi saja disamakan kegiatannya sesuai dengan mereka pergi mandi dan penggantian sikat gigi sesuai dengan tingkat kerusakan yang terjadi dan faktor keberadaan ekonomi mereka sendiri untuk daya beli perangkat sikat gigi saja. Tetapi dalam hal penggunaan berapa banyak sikat gigi dalam sebuah keluarga, tergantung jumlah anggota keluarga mereka sendiri. Dan faktor keluarga dalam hal ajaran atau didikannya juga termasuk kedalam faktor untuk anak-anak memakai sikat gigi khusus anak ataupun disamakan penggunaannya menggunakan sikat gigi dewasa.

5). Masalah Gizi

Kegiatan posyandu yang diusahakan mendapatkan bantuan dari pemerintah ini berlokasi di rumah warga karena belum adanya biaya untuk membangun. Kegiatan mereka dilakukan setiap sebulan sekali di hari senin minggu kedua dengan memperhatikan bayi, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui sekalipun. Ketersediaan untuk penimbangan berat badan dan posyandu tersedia setiap bulannya. Dan kebiasaan di dalam kehidupan masyarakat Bobojong khususnya di dusun I  mengenai pemeriksaan ke kandungan melibatkan sisi medis melalui pemeriksaan bidan juga melalui dukun beranak secara bersamaan.

Jadwal rutin cek kandungan untuk ibu hamil di masyarakat dusun I desa bobojong adalah 3-4kali sebelum kandungan mencapai 9 bulan, dan sampai 2kali ketika dalam usia kandungan 9 bulan. Penggunaan ASI untuk ibu menyusui dianjurkan memang sampai usia anak 2 tahun dengan tambahan makanan pada usia 6 bulan untuk ibu yang subur.

3.1.2 DusunII

Dusun II terdiri dari dua RW dan tujuh RT terdiri, yang dipimpin oleh kepala Dusun yang bernama Bapak Enuh. Dengan rincian sebagai berikut:

 

3.1.2.1 Kampung Batu Layang

  1. RW 03 diketuai oleh Bapak Ali Koswara
  2. RT 01 diketuai oleh Bapak Riki
  3. RT 02 diketuai oleh Bapak Sulaemanudin
  4. RT 03 diketuai oleh Bapak Eman Sulaeman
  5. RT 04 diketahui oleh Bapak Ibrahim

 

1).  Sistem Mata Pencaharian

Mayoritas mata pencaharian masyarakat Batu Layang  merupakan buruh tani, adapula beberapa yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Di kampung tersebut tidak ada lembaga keuangan yang berperan penting dalam mengatur perekonomian masyarakat setempat. Meskipun begitu, mayarakat setempat akan membentuk sebuah organisasi kelompok tani dengan bagan organisasi sebagai berikut.

Selain itu, masyarakat di kampung tersebut ada juga yang beternak bebek, domba, ayam, dan lele.Dahulu, kampung tersebut pernah mendapatkan bantuan dari Departemen Sosial berupa ternak kelinci dan ayam.Adapun kendala yang dialami oleh para peternak khususnya ternak bebek, yaitu harga pakan yang mahal.Harga pakan cenderung lebih mahal dibandingkan dengan harga telur, perbandingannya sekitar 2:1.Kendala yang dihadapi untuk usaha ternak lele yaitu ketika musim hujan kerap terjadi banjir.Terdapat juga pelatihan khusus untuk petani seperti PPL, tetapi untuk pelaksanaannya belum berjalan secara berkesinambungan.

2). SistemPemerintahan

Kampung Batu Layang tidak memiliki visi misi dalam bentuk tertulis.Walaupun demikian persatuan masyarakat kampung tersebut tetap terjaga dengan baik.Contohnya ketika mendapat perintah dari desa, masyarakat di kampung tersebut ikut berpartisipasi dan dapat bekerjasama dengan baik.

Struktur organisasi seperti RW, RT, Sekretaris, Bendahara kampung Batu Layang sudah ada, namun tidak tertulis.Masing-masing jabatan sudah menjalankan tugas dan fungsi tiap bagian.Sistem komunikasi di setiap bagian dapat terjalin dengan lancar.

Masyarakat Batu Layang sudah memiliki Kartu Keluarga (KK), tetapi terkadang ada keluarga baru yang belum memiliki KK.

Program e-KTP di dusun tersebut sudah berjalan lancar, semua mayarakat sudah mengikuti alur pembuatan e-KTP. Tetapi, di kecamatan terjadi kendala, data e-KTP masyarakat Batu Layang hilang karena komputer tempat penyimpanan data tersambar petir, sehingga ada kemungkinan akan diadakannya pengualangan pengumpulan data diri masyarakat.

 

3). Hubungan Sosial Masyarakat

Masyarakat Batu Layang mendapatkan informasi dari televisi, tokoh masyarakat, dan pengumuman di masjid. Informasi yang didapatkan dari desa diterima melalui surat oleh tokoh masyarakat yang kemudian diumumkan menggunakan pengeras suara di masjid.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat yaitu bahasa Sunda dan sebagian masyarakat juga mengenal undak usuk bahasa Sunda.

4). Sistem Kepercayaan dan Kesenian

Sebagian besar masyarakat kampung tersebut beragama Islam.Mereka sudah tidak terlalu mempercayai mitos-mitos yang ada di daerah setempat.Masyarakat setempat tidak mempunyai kesenian khusus, namun sebagai hiburan di daerah tersebut diadakan pertandingan sepak bola.

5). Kesehatan

Di kampung tersebut tidak ada dokter gigi.Dokter gigi hanya ada di puskesmas desa. Masyarakat setempat baru akan memeriksakan gigi ketika merasakan sakit gigi yang sudah parah. Mereka menyikat gigi ketika waktu mandi.Sikat gigi diganti setelah sikat gigi sudah tidak layak pakai.Anak-anak menggunakan sikat gigi anak yang diberikan secara gratis dari desa.

 

6).  Gizi

Masyarakat setempat sudah rutin memeriksakan balita ke posyandu, ibu hamil sudah rutin memeriksakan kandungan ke bidan.Ketika melahirkan ibu hamil tersebut dibantu oleh bidan, bidan tersebut juga bekerjasama dengan dukun beranak.Balita diberi ASI selama enam bulan.

3.1.2.2 Kampung Cicadas

  1. RW 04 diketuai oleh Bapak Alawi
  2. RT 01 diketuai oleh Bapak Ahmad Koyubi
  3. RT 02 diketuai oleh Bapak Didin
  4. RT 03 diketuai oleh Bapak And

1). Sistem Mata Pencaharian

Mayoritas mata pencaharian masyarakat sebagian besar sebagai buruh tani.Di kampung tersebut tidak ada lembaga keuangan yang berperan penting bagi perekonomian masyarakat setempat.

Selain itu, masyarakat kampung tersebut ada juga yang beternak ayam, tetapi bukan sebagai mata pencaharian utama.

2). Sistem Pemerintahan

Kampung Cicadas tidak memiliki visi misi dalam bentuk tertulis.Persatuan masyarakat kampung belum terjalin dengan baik, karena akses jalan yang belum memadai sehingga komunikasi antar warga kurang terjalin dengan baik.Masyarakat tersebut belum menyadari untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan-kegiatan dari desa.

Struktur organisasi kampung tersebut mulai dari RW, RT, Sekretaris, Bendahara sudah ada, namun tidak dalam bentuk tertulis.Sistem komunikasi di setiap bagian belum terjalin dengan lancar.

Masyarakat Cicadas sudah memiliki Kartu Keluarga (KK), tetapi terkadang ada keluarga baru yang belum memiliki KK.

Program e-KTP di dusun tersebut sudah berjalan lancar, semua mayarakat sudah mengikuti alur pembuatan e-KTP.Tetapi, di desa terjadi kendala, data e-KTP masyarakat Cicadas hilang karena komputer tempat penyimpanan data tersambar petir, sehingga ada kemungkinanakan diadakannya pengualangan pengumpulan data diri masyarakat.

3). Hubungan Sosial Masyarakat

Masyarakat Cicadas mendapatkan informasi dari televisi, tokoh masyarakat, dan pengumuman di masjid. Informasi yang didapat dari desa diterima melalui surat oleh tokoh masyarakat yang kemudian diumumkan menggunakan pengeras suara di masjid.

Bahasa yang digunakan oleh masyarakat setempat yaitu bahasa Sunda halus dan sudah menganal undak usuk bahasa Sunda.

4).  Sistem Kepercayaan dan Kesenian

Sebagian besar masyarakat kampung tersebut beragama Islam.Mereka sudah tidak terlalu mempercayai mitos-mitos yang ada di daerah setempat.Masyarakat setempat tidak mempunyai kesenian khusus, namun sebagai hiburan di daerah tersebut diadakan pertandingan sepak bola.

5). Kesehatan

Di kampung tersebut tidak ada dokter gigi.Dokter gigi hanya ada di puskesmas desa. Masyarakat setempat baru akan memeriksakan gigi ketika merasakan sakit gigi yang sudah parah. Mereka menyikat gigi ketika waktu mandi.Sikat gigi diganti setelah sikat gigi sudah tidak layak pakai.Anak-anak menggunakan sikat gigi anak yang diberikan secara gratis dari desa.

6). Gizi

Masyarakat setempat sudah rutin memeriksakan balita ke posyandu, ibu hamil belum rutin memeriksakan kandungannya kebidan, sehingga bidan yang harus mendatangi mereka untuk cek kehamilannya. Ketika melahirkan ibu hamil tersebut dibantu oleh bidan, bidan tersebut juga bekerja sama dengan dukun beranak. Balita diberi ASI selama enam bulan.

Ibu hamil di kampung Cicadas banyak yang sudah berusia sekitar 40 tahun dan kehamilannya merupakan kehamilan yang ke tujuh atau ke delapan, sehingga hal tersebut menjadi kendala ketika mereka melahirkan.

 

3.1.3 Dusun III

Dusun III yang dikepalai oleh Bapak Asep Sutisna (Amang Sutisna) terdiri dari dua kampung, yaitu Kampung Cibogo dan Kampung Cijujung. Visi dan misi, Dusun tersebut menginginkan warganya, yang mayoritas bermatapencaharian sebagai petani dan Pegawai Negeri Sipil di bidang pendidikan, agar lebih maju dalam bidang perekonomian. Dikarenakan mayoritas warga bermatapencaharian sebagai petani, jumlah peternakan di Dusun III tidaklah banyak, terutama jika dibandingkan dengan jumlah sawah (tanaman padi) yang mengelilingi tepian Dusun III. Peternakan yang dimiliki warga Dusun III hanya peternakan lele rumahan. Meski demikian, terdapat 4 Kube atau kelompok usaha bersama di Dusun III. Keempat kelompok tersebut merupakan kelompok yang sengaja dibentuk oleh sejumlah warga sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan bantuan berupa uang tunai guna mengembangkan usaha mereka.

Kantor Desa sebagai pusat pemerintahan Desa Bobojong terletak di Dusun III. Namun sangat disayangkan struktur organisasi kurang tersusun rapi dan komunikasi berjalan kurang efektif, misalnya komunikasi antara kepala Dusun dengan para kepala RW dan RT. Kendala utamanya mungkin disebabkan karena Dusun III merupakan daerah dengan wilayah yang cukup luas. Tetapi untuk tugas dan fungsi dari kegiatan kepemerintahan sudah cukup berjalan dengan baik, bisa dilihat dari kepengurusan kartu keluarga dan pendataan hak pilih dalam rangka PILKADA yang sudah merata. Pendistribusian eKTP di Dusun III masih belum merata, masih ada sebagian warga yang belum dapat mengurus dan mendapatkannya karena ada beberapa kendala seperti komputer yang sedang bermasalah.

Komunikasi yang terjalin antar warga sebagian besar menggunakan Bahasa Sunda meskipun tidak terlalu menggunakan undak usuk bahasa karena sebagian warga Dusun III merupakan pendatang. Media yang digunakan untuk berkomunikasi dengan warga adalah toa masjid dan surat edaran. Sementara, warga biasa mendapatkan informasi secara umum melalui televisi dan sebagian kecil melalui internet.

Kesenian di Dusun III masih dilestarikan, dapat dilihat dengan adanya perguruan pencak silat Gendang Kenca dan kesenian calung. Karena Dusun III merupakan pusat desa, maka sebagian warga sudah tidak lagi mempercayai keberadaan mitos-mitos. Warga Dusun III sudah berpikiran maju dan lebih modern.

Pelayanan kesehatan perlu mendapat perhatian lebih di Dusun III karena dengan wilayah yang luas dan penduduknya yang cukup padat hanya terdapat satu puskesmas yang merupakan puskesmas desa dan tiga posyandu. Dan yang lebih disayangkan, ketersediaan pihak medis di puskesmas tersebut sangatlah terbatas. Sebagai contoh, dokter umum dan dokter gigi yang tidak ada di puskesmas tersebut, dan hanya bidan dan pelayanan posyandu setiap hari Senin dan Kamis yang terdapat di sana. Selain itu, pemberian susu formula pada balita di Dusun III jarang dilakukan, sebagian besar dari balita disana hanya mendapat ASI sampai usia 2 tahun dan berhenti meminum susu setelahnya. Meski demikian, pelayanan kesehatan sudah mulai menjadi perhatian beberapa pejabat setempat. Contohnya seorang kepala RT yang berinisiatif memberikan dana bantuan untuk berobat Rp50.000,- per orang.

3.1.4 Dusun IV

Berdasarkan survey pemetaan yang kami lakukan di Kampung Cidamar, Dusun IV, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, berikut adalah gambaran keadaan Kampung Cidamar dan sekitarnya.

1). Perekonomian dan Mata Pencaharian

Mata pencaharian utama masyarakat di dusun ini terbagi menjadi dua bidang, pertanian dan perikanan air tawar.Hasil utama dusun ini di bidang pertanian adalah beras dan sayur-sayuran seperti cabai rawit, tomat, dan lain-lain.Sedangkan di bidang perikanan, hasil utamanya yaitu ikan mas, nila, dan ikan patin.Hasil dusun ini sering dikirim ke Bandung, Jakarta, hingga ke Semarang.

Lembaga keuangan yang membantu perekonomian dusun ini hanya ada satu yaitu PNPM Mandiri (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri).Lembaga ini membantu di bidang keuangan khususnya simpan pinjam, namun pada kenyataannya birokrasi yang digunakan terlalu sulit dan berbelit-belit sehingga menyulitkan warga.Sedangkan lembaga seperti koperasi belum ada di dusun ini.

2). Peternakan

Peternakan yang ada di dusun ini ada peternakan ayam, kambing, dan itik.Peternakan ini kebanyakan dikelola mandiri dan swasta sehingga tidak ada bantuan dari pemerintah.Tetapi, peternakan ini hanya sebagai usaha sampingan, bukan mata pencaharian utama masyarakat sekitar.

3). Kepemerintahan

Secara khusus, tidak ada visi misi dusun.Secara umum, visi misi dusun mengacu kepada visi misi desa.

Untuk birokrasi informasi di dusun ini adalah sebagai berikut: kepala dusun à kepala RW à kepala RT à Karang Taruna à penyampaian informasi secara meluas kepada masyarakat melalui berbagai media informasi (TOA mesjid, sms, internet, dan mulut ke mulut)

4). Administrasi Kependudukan

Administrasi untuk Kartu Keluarga telah dimiliki oleh mayoritas Masyarakat Cidamar.Dalam permasalahan e-KTP, informasi mengenai pembuatan e-KTP telah diinformasikan kepada masyarakat, tetapi kesadaran masyarakat dalam mendaftaarkan diri dinilai masih kurang dan perlu adanya peningkatan.Pada tahap selanjutnya, telah diketahui bahwa pendistribusian e-KTP bagi warga yang sudah mendaftar ternyata belum memberikan hasil yang memuaskan.Ini terbukti dengan tidak meratanya pembagian e-KTP bagi warga yang telah mendaftar.

 

5). Budaya dan Kepercayaan

Tidak ditemukan adanya budaya yang tidak lazim pada dusun ini dikarenakan penduduk desa ini lebih peduli dengan kesenian daerah dibandingkan dengan kepercayaan setempat (mitos, dsb). Ini terbukti dengan kegiatan kesenian daerah seperti tari jaipong, calung, pencak silat, dan masih banyak kesenian daerah yang lainnya.Sehingga dusun ini merupakan pusat kesenian daerah di Desa Bobojong.

6). Komunikasi

Dalam masalah penyampaian informasi, dusun ini memanfaatkan berbagai media antara lain pengeras suara di mesjid dan pesan singkat. Internet, yang merupakan teknologi komunikasi yang banyak digunakan masyarakat perkotaan, telah banyak dimanfaatkan oleh warga Desa Bobojong melalui warung internet dan telepon seluler.

Terdapat pula lembaga-lembaga yang mewadahi kegiatan-kegiatan masyarakat, contohnya PNPM yang mewadahi kegiatan kesejahteraan masyarakat dan karang taruna  di  berbagai bidang kehidupan.

7). Kesehatan dan Gizi

Bidang kesehatan di Desa Bobojong ini kurang mendapat perhatian.Di desa ini tidak terdapat fasilitas kesehatan yang memadai seperti Puskesmas.Fakta di lapangannya, fasilitas kesehatan yang ada hanya Puskesdes yang dikelola oleh bidan.Di desa yang seluas ini, hanya terdapat 3 orang bidan.

Posyandu di  desa ini pun masih berupa  posyandu dadakan di rumah-rumah setiap sebulan sekali.

Untuk tenaga kesehatan seperti dokter dan dokter gigi, yang paling dekat ada di puskesmas di desa tetangga yaitu Desa Kademangan dan Desa Cibalagung.Itu pun dengan jumlah tenaga keehatan yang sangat minim.

3.1.5 Dusun V

Visi Dusun V Kampung Jangari adalah meningkatkan kesejahteraan warga dalam aspek kesehatan dan pendidikan. Dimana diharapkan output yang didapatkannya adalah dapat mengurangi angka pengangguran dan putus sekolah. Visi dari dusun Jangari ini sesuai dengan motto Kabupaten Cianjur yaitu Generasi Sehat dan Cerdas. Di dusun Jangari ini terdapat dua RW dan sebelas RT yaitu RW 10  terdapat enam RT dan RW 11 terdapat lima RT. Di salah satu RTnya terdapat beberapa bagian yaitu, Seksi Olahraga yang menaungi karangtaruna, Seksi Rohani, Seksi Pendidikan, Seksi Kesehatan, dan Seksi Humas.

Mayoritas mata pencaharian Dusun V Kampung Jangari ialah pada sektor Perikanan.Akan tetapi ada juga mata pencaharian sampingan seperti peternakan rumahan, petani palawija, dan padi.Dalam sektor peternakan dusun ini hanya ada peternakan rumahan yang dijadikan sebagai penghasilan tambahan. Tunjangan akan sektor peternakan tidak terlalu diprioritaskan karena mayoritas mata pencaharian penduduk disini adalah pada sektor perikanan. Kendala di bidang peternakan di dusun ini lebih terletak pada keterbatasan modal yang di miliki masyarakat sekitar dan juga adanya aturan yang di buat oleh Birokrat setempat mengenai usaha peternakan menengah keatas.Pada dusun V ini pada dahulunya memiliki Lembaga keuangan seperti Koperasi, tepapi pada saat ini Koperasi tersebut sudah di non aktifkan.

Penggunaan Kartu Keluarga di dusun ini sangat penting. Karena dengan memiliki Kartu Keluarga masyarakat dapat mendapatkan biaya gratis dalam bidang kesehatan.Seperti dalam hal persalinan masyarakat mendapat pelayanan secara gratis.e-KTP di daerah ini berjalan lancar, namun masih adanya kendala di bidang pendistribusiannya. Masyarakat yang ber usia lanjut belum bisa mengikuti tahapan e-KTP karena masalah kesehatan.

Di dusun Jangari mayoritas menggunakan bahasa Sunda sebagai  bahasa ibu. Masayarakat di dusun sudah mengenal undak usuk bahasa kecuali bagi anak-anak sekolah dasar masih berada pada proses pembelajaran. Kesenian yang terdapat dalam dusun Jangari adalah Tari Jaipong.

Masyarakat di Kampung Jangari ini sudah mengenal dan memilki  internet sebagai media untuk mendapatkan informasi, selain itu juga dari media televisi, radio, pengumuman di masjid, dan dari tokoh masyarakat. Pelatihan pengembagan potensi di Kampung Jangari ini baru sampai pada tahap sosialisasi, akan tetapi dalam sektor pertambakan sudah mendapatkan pelatihan dari IPB (Institut Pertanian Bogor) dan Pemerintah.

Di Dusun V Kampung Jangari ini belum mempunyai  ahli di bidang kedokteran Gigi. Apabila mereka mengalami masalah kesehatan gigi, mereka dapat ke puskesmas di desa kademangan.Di desa bobojong terdapat tiga bidan dan bidan tersebut tersebar di berbagai dusun. Di setiap dusun memiliki tiga posyandu, dimana terbagi dalam dua RW, di RW 10 terdapat dua posyandu dan di  RW 11 terdapat satu posyandu. Di Kampung Jangari ini tidak mempunyai Bidan akan tetapi apabila masyarakat di dusun ini memerlukan bantuan dibidang persalinan mereka dapat mengunjungi bidan yang terdapat di Dusun Kampung Cidamar atau meminta bantuan pada paraji (dukun beranak) setempat. Di Kampung Jangari masih banyak terdapat paraji karena keterbatasan bidan. Di dusun ini lebih mengutamakan ASI daripada menggunkan susu formula, sehingga kebanyakan ibu-ibu menyusui memberikan ASI eksklusif sampai usia bayinya dua tahun. Ibu hamil di desa ini mayoritas sudah sadar akan pentingnya memberikan imunisasi dan periksa akan kehamilan mereka ke bidan atau posyandu terdekat secara rutin.

3.1.6 Respon dan Partisipasi Masyarakat

Secara umum respon dan partisipasi masyarakat menyambut baik terhadap kegiatan pemetaan yang dilakukan, tetapi disisi lain ada sebagian masyarakat yang merasa aneh dengan kegiatan pemetaan, namun setelah dijelaskan mengenai kegiatan tersebut akhirnya masyarakat mengerti.

3.1.7 Kendala Yang Dihadapi

Kendala yang dihadapi berupa respon masyarakat yang merasa aneh terhadap pendatang baru yang menanyakan berbagai hal mengenai kehidupan di tiap Dusun. Kendala lain yang didapatkan yaitu pada saat  menemui ketua RT/RW atau pejabat lainnya kebanyakan dari mereka tidak ada di tempat, hal ini dikarenakan belum ada sosialisasi/pemberitahuan secara menyeluruh sebelumnya.

3.1.8 Manfaat Bagi Masyarakat

Manfaat kegiatan pemetaan bagi masyarakat setempat yaitu untuk mengingatkan kembali mereka mengenai berbagai aktivitas dari tiap Dusun, mengingatkan masalah yang dimiliki masing-masing Dusun serta mengingatkan kembali solusi untuk pemecahan masalah tersebut.

 

 1. Orientasi Wilayah (15 Januari s.d. 17 Januari)

Luas wilayah, jenis tanah, tanaman yang cocok, pemukiman , dan bina lahan.

2. Orientasi Politik Lokal (17 Januari s.d. 21 Januari)

Kantor desa buka jam berapa, pelayanan desa, program pembangunan, tokoh masyarakat atau agama, karang taruna, PKK.

3. Orientasi Aktivitas Ekonomi (21 Januarai s.d. 25 Januari)

Mata pencaharian (buruh tani/apa), pasar.

4. Orientasi Kependidikan (25 Januari s.d. 29 Januari)

Sosialisasi keluarga dan masyarakat, pendidikan formal.

5. Orientasi Pola Hidup Sehat (30 Januari s.d. 3 Februari)

Puskesmas, Posyandu, Polindes, serta Kader-kader kesehatan, pemahaman MCK.

6. Orientasi Keagamaan (3 Februari s.d. 6 Februari)

Pengajian, DKM, remaja mesjid.

7. Orientasi Budaya Masyarakat (6 Februari s.d. 10 Februari)

Dialek atau logat, sosbud masyarakat, kebiasaan-kebiasaan, dan adat-istiadat.

8. SAYONARA

Pendahuluan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) Universitas Padjajaran periode Januari-Februari sekarang salah satunya dilaksanakan di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Untuk lebih terperinci mengenai Desa Bobojong, kami sajikan dalam laporan dibawah ini:

Orientasi Wilayah

Jumlah penduduk di Desa ini sebanyak 14.857 jiwa, yang terdiri dari 3.963 Kepala Keluarga.

Luas wilayah Desa Bobojong yaitu 610.568 km2 dengan batas wilayah sebelah utara yaitu Desa Mulyasari dan Desa Mande, batas sebelah selatan yaitu Desa Sukajadi dan Sukasarana, batas sebelah barat yaitu Desa Kademangan, dan batas sebelah timur yaitu Danau Cirata.

Jenis tanah di Desa ini yaitu tanah subur yang terdapat di dataran rendah dan digunakan oleh masyarakat sebagai lahan perkebunan

Orientasi Politik Lokal

Kantor Desa Bobojong mulai beraktifitas pada pukul 08.00 WIB.

Di Desa ini terdapat data Kelembagaan seperti Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dengan jumlah pengurus 1 orang, jumlah anggota 9 orang, jumlah kegiatan perbulan sebanyak 2 kegiatan, jumlah buku administrasi yang dikelola sebanyak 30 buah dan jumlah dana yang dikelola sebanyak Rp.1.000.000. Selain itu juga terdapat TP PKK dengan jumlah pengurus 7 orang, jumlah anggota sebanyak 12 orang, jumlah kegiatan perbulan sebanyak 4 kegiatan dan jumlah dana yang dikelola sebanyak Rp. 2.500.000.

Terdapat juga lembaga BUMDes dengan jumlah 1 buah. Karang Taruna di Desa ini mempunyai 5 kegiatan dengan jumlah pengurus 3 orang dan jumlah anggota sebanyak 24 orang. Jumlah Rukun Warga (RW) sebanyak 11, Rukun Warga (RT) sebanyak 44, jumlah bantuan yang diterima RW dalam sebulan sebesar Rp. 60.000, sedangkan jumlah bantuan yang diterima RT dalam sebulan sebesar Rp. 50.000.

Orientasi Aktivitas Ekonomi

Mata pencaharian masyarakat Desa Bobojong yaitu sebagai Karyawan (Pegawai Negeri Sipil (PNS) 441 orang, TNI 15 orang, Polri 8 orang dan pegawai swasta 441 orang), wiraswasta atau pedagang dengan jumlah 2.085 orang, Petani 915 orang, Tukang 635 orang, buruh tani 827 orang, pensiunan 34 orang, nelayan 7 orang, peternak 60 orang, jasa 42 orang, pengrajin 18 orang, pekerja seni 4 orang, lainnya 1.863 orang, dan penduduk yang tidak bekerja sebanyak 5606 orang. Jumlah penduduk miskin menurut Standar BPS sebanyak 7.330 jiwa yang terdiri dari 1.880 Kepala Keluarga.

Sebagian kecil masyarakat ada yang beternak ayam dan bebek dengan tingkat produksi dan pemasaran sebanyak 134.476 ekor. Akan tetapi, ternak tersebut bukan sebagai mata pencaharian utama, melainkan hanya sebagai sampingan. Terdapat juga lahan pariwisata yang dijadikan aktivitas ekonomi sebagian penduduk yang terdapat di Dusun Jangari

Di Desa Bobojong ini tidak terdapat pasar, namun masyarakat dapat membeli kebutuhan pokok ke pasar Desa Kademangan atau ke Cianjur kota.

Orientasi Kependidikan

Tingkat pendidikan masyarakat Desa Bobojong dapat terlihat pada tingkat Lulusan Pendidikan Umum/Formal yaitu lulusan Taman Kanak-Kanak sebanyak 300 orang, Sekolah Dasar 1.718 orang, Sekolah Menengah Pertama 1.130 orang, Sekolah Menengah Atas 568 orang, Akademi atau D1-D3 12 orang, Sarjana 16 orang, Pascasarjana 10 orang. Selain pendidikan formal, di Desa ini juga banyak penduduk yang berasal dari Lulusan Pendidikan Khusus yaitu Pondok Pesantren sebanyak 3 ponpes, lulusan Pendidikan Keagamaan sebanyak 546 orang dan Kursus Keterampilan sebanyak 6 orang. Selain itu, masih ada masyarakat yang tidak lulus sekolah sebanyak 65 orang dan tidak bersekolah sebanyak 60 orang.

Sarana prasarana pendidikan di Desa ini terdiri dari Perpustakaan Desa sebanyak 1 buah, terdapat gedung Sekolah PAUD, gedung Sekolak Taman Kanak-Kanak sebanyak 3 buah, gedung Sekolah Dasar 6 buah, gedung Sekolah Tingkat Pertama 1 buah dan gedung Sekolah Menengah Atas sebanyak 1 buah.

Orientasi Pola Hidup Sehat

Selain Sarana Prasarana Pendidikan, di Desa ini juga terdapat Sarana Prasarana Kesehatan yang terdiri dari Poskesdes sebanyak 1 buah, UKBM (Posyandu, Polindes) sebanyak 15 buah. Akan tetapi, di Desa ini tidak terdapat  Puskesmas, apabila masyarakat yang membutuhkan pelayanan tingkat Puskesmas mereka  bisa pergi ke Puskesmas di Desa Kademangan atau Puskesmas Kecamatan. Di Desa ini terdapat 3 orang Bidan

Pemahaman masyarakat terhadap pentingnya MCK di Desa ini sudah banyak yang mempunyai MCK yang memadai dan terdapat di dalam rumah, namun sebagian kecil masyarakat masih ada yang menggunakan Jamban yang terdapat di belakang rumah warga, terutama yang bertempat tinggal di Dusun Jangari.

Orientasi Keagamaan

Mayoritas penduduk di Desa ini beragama islam sebanyak 14.561 orang. Selain itu juga ada yang beragama Kristen sebanyak 21 orang, Katholik 23 orang, Hindu 2 orang dan Budha sebanyak 2 orang.

Sarana Prasarana Ibadah di Desa ini terdiri dari Mesjid sebanyak 23 buah dan Mushola sebanyak 62 buah.

Orientasi Budaya Masyarakat

Mayoritas bahasa yang digunakan masyarakat di Desa ini yaitu Bahasa Sunda. Di Desa ini juga masih ada beberapa kesenian seperti Pencak silat, Tari Jaipong dan Calung. Namun seiring perkembangan zaman, kesenian ini tergantikan dengan kesenian Organ Tunggal.

Terdapat 5 buah Sarana Prasarana Kesenian/Budaya  untuk memfasilitasi kesenian/budaya masyarakat di Desa ini.

Di Desa ini masih terdapat Adat Istiadat seperti Festival Jangasri yang terdapat di Dusun Jangari. Adat tersebut  digunakan masyarakat sebagai ungkapan rasa syukur dan terimakasih yang didalamnya berisi acara perlombaan-perlombaan dan upacara.

here we are…

Kordes Bobojong

Perkenalkan saya Achmad Eka Satria Panjinegara.

Fakultas Hukum 2010 menjabat sebagai Koordinator Desa Bobojong.  Berikut lanjut ke tim saya yang lain yaaa...

wakordes

Assalamuallaikum saya Lisu Liliek Suharto.

Saya asli orang Sumedang dan masih sekolah di Jurusan Manajemen Komunikasi 2010. Di sini saya menjabat sebagai wakilnya Eka.

Otoy

Assalamuallaikum, saya Otoy Hidayat. Fakultas Kedokteran Gigi Unpad.

linda

Hallo... Saya Linda Sari Wulandari, Jurusan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Nadia

 Hai! Salam segaaar hehee...

Saya Nadia Faradiba, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2010.

Saya menjabat bendahara 1 di sini. Semoga blog ini bisa bermanfaat buat kita semua yaa :)

gyska

sampurasun.. hallo :D

abdi Gyska Luthfi Purnama ti Sumedang, kuliah keneh di FISIP Unpad 2010.

Di kelompok ieu, janten naonnya.. saurna mah janten bendahara 2 sareng jubir -_-* salam kenal :D

tiara

Saya Tiara Hening Pertiwi, dari Fakultas Kedokteran Gigi angkatan 2010.

Aji Mustopa

Saya Aji Mustopa, dari konsentrasi Communication Training and Consulting

Jurusan Manajemen Komunikasi Fakultas Ilmu Komunikasi angkatan 2010.

andika

Saya Andika Mahendra, dari Fakultas Peternakan angkatan 2010.

Saya menjadi pemuda mesjid di Desa Bobojong hehe :D

fadlan

Halo! Saya Muhammad Fadhlan Qualila dari Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan.

Di sini saya menjadi juru masak utama buat temen-temen sekelompok KKN.

fauzan comp

Hai! Saya Ahmad Fauzan Nurul Ilmi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, jurusan Manajemen,

hanya ingin mengatakan anak-anak Desa Bobojong "The Greatful of Family".

ratu

Hello.. saya Ratu Devi Azizah dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Administrasi Negara angkatan 2010,

Kabupaten Cianjur Kecamatan Mande Desa Bobojong you're rock!! :)

shahnaz

Annyeong.. Aku Shahnaz Naz dari Fakultas Ilmu Budaya, jurusan sastra Indonesia 2010,

KKN Bobojong the best family :D

anggi

Saya Rinintha Anggie Mahakarti dari Fakultas Ilmu Budaya jurusan Sastra Inggris.

Salam hangat dari Desa Bobojong!

hadi

Saya Hadi Triutama dari Fakultas Peternakan Unpad angkatan 2010.

Pratama

Saya Pratama Agus dari Fakultas Ilmu Budaya Jurusan Sastra Inggris Unpad 2010.

ajar

Hallo, Saya Ajar Nur Rahadansyah dari Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Unpad angkatan 2010.

luvito

Saya Luvito Prilanda  dari Fakultas Hukum Unpad angkatan 2010.

adit

Saya Mohamad Aditya dari Fakultas Hukum Unpad angkatan 2010.

*

Simak terus update postingan kita untuk tahu lebih dekat tentang Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.

Salam hangat penuh cinta :D

Foto Kelompok Bobojong

Kelompok Bobojong

Salam dari Bobojong…

Selamat datang di Blog KKNM Universitas Padjadjaran. Ini adalah salah satu blog dari salah satu lokasi yang menjadi objek Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa (KKNM) gelombang I tahun 2013. Bertempat di Desa Bobojong Kecamatan Mande Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat, yang dimulai dari tanggal 13 Januari 2013 sampai sebulan kemudian.

Selamat datang di Blog kami!

Salam Pengabdian.