Monthly Archives: January 2017

Hasil Orientasi Aspek Ekonomi Desa Cibadak

Desa Cibadak merupakan desa yang masyarakatnya mayoritas berprofesi sebagai wiraswasta sehingga sektor perekonomian di Desa Cibadak sangat bergantung kepada kegiatan jual beli yang dijalankan oleh warganya. Kegiatan perekonomian yang ada di Desa Cibadak ini relatif lebih menonjol jika dibandingkan dengan desa lain karena kegiatan perekonomian yang terjadi di Desa Cibadak ini relatif lebih heterogen. Kegiatan perekonomian yang terjadi di Desa Cibadak meliputi pertanian, usaha makanan ringan dan kerajinan, serta perniagaan. Dari beberapa aspek yang disebutkan, aspek usaha makanan ringan dan kerajinan anyaman di Desa Cibadak merupakan aspek yang paling kuat dalam mendukung perekonomian jika dibandingkan dengan aspek yang lain.

Perekonomian yang berbasis pertanian yang berada di Desa Cibadak ini terkonsentrasi di Dusun Cibeureum dimana di luas sdusun ini terdapat kurang lebih 120 hektar sawah yang terbentang luas. Dikarenakan sudah padatnya pemukiman warga Desa, luas sawah di Desa Cibadak lebih kecil dibandingkan dengan desa lain di Kecamatan Banjarsari. Kelompok tani tidak terlalu aktif mengorganisir kegiatan petani termasuk pengayaan pengetahuan petani maupun pemasaran.

Untuk usaha makanan ringan dan kerajinan, terkonsentrasi di Dusun Mekarsari dan Wanayasa dimana usaha-usaha ini sudah cukup maju, bisa dilihat dari pemasarannya yang telah mencapai ke luar kota seperti Jawa Tengah, Tasik, Bandung, Cianjur, Pangandaran dan lainnya. Usaha-usaha ini juga membantu masyarakat Cibadak untuk mendapatkan mata pencaharian karena usaha-usaha ini merupakan aspek yang paling banyak menciptakan lapangan pekerjaan di Desa Cibadak. Dalam upaya memajukan usaha-usaha tersebut, telah dibentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai bentuk realisasi program pemerintah pusat dan daerah dalam pengembangan desa. Salah satu permasalahan dalam perekonomian yang terjadi di Desa Cibadak adalah belum efektifnya program yang dicanangkan oleh BUMDes sehingga belum terlihat sinergisasi antara UMKM dan BUMDes, yang sangat disayangkan karena potensi yang dimiliki usaha di Desa Cibadak sangat besar, dan akan lebih baik jika dapat menjadi bagian dari pengembangan perekonomian nasional.

Kegiatan ekonomi lainnya yang terdapat di Desa Cibadak adalah perniagaan. Banyak penduduk pendatang dari Jawa Tengah karena lokasi Cibadak yang berada di Kecamatan Banjarsari yang merupakan wilayah yang dekat dengan Jawa Tengah dan Pangandaran. Para penduduk pendatang memilih membuka usaha perniagaan seperti toko buah-buahan, toko makanan, pakaian dan  berbagai jenis usaha lainnya.

Selain itu sarana-sarana yang terdapat di Desa Cibadak untuk mengembangkan sektor perekonomian antara lain yaitu pasar, koperasi, perkreditan, dan kelompok tani. Pasar di Desa Cibadak ini merupakan pusat pasar yang ada di Kecamatan Banjarsari dan akses untuk mencapai pasar sendiri mudah dijangkau. Wilayah pasar yang cukup luas dan dengan produk dagangan yang cukup bermacam-macam ini membuat pasar Desa Cibadak banyak dikunjungi oleh konsumen yang tidak hanya berasal dari Kecamatan Banjarsari saja tetapi beberapa masyarakat yang berasal dari Kecamatan Lakbok dan Purwadadi pun sering mampir untuk berbelanja. Di pasar ini juga terdapat pasar yang khusus menjual domba dan dinamakan Pasar Domba. Penjualan domba-domba yang dijual di Pasar Domba  sudah mencapai luar kota seperti Garut, Bandung, dll.

Hasil Orientasi Aspek Pendidikan Desa Cibadak

Desa Cibadak bisa dikatakan sebagai Desa Pendidikan, karena di Desa ini terdapat lima SD/MI, tiga SMP/MTs, lima SMA/MA/SMK, dan satu SLB. Banyaknya sekolah pada setiap jenjang pendidikannya membuka peluang bagi warga Cibadak untuk meneruskan pendidikan mengikuti program pemerintah wajib sekolah 9 tahun.

Gedung-gedung sekolah di desa Cibadak bisa dikatakan cukup baik, karena semua sekolah menggunakan tembok bata dan lantai keramik. Di setiap sekolah pun disediakan kantin yang cukup layak.

Namun, fasilitas lainnya yang disediakan tiap sekolah belum merata. Salah satunya bisa dilihat dari jumlah ruang kelas. Buktinya, di SLB ABC Muhammadiyah memiliki 2 ruang kelas saja dengan peserta didik yang memiliki kebutuhan khusus yang berbeda dan jenjang pendidikan yang berbeda pula. Idealnya setiap peserta didik dengan kebutuhan khusus tertentu memiliki kelasnya masing-masing. Rencana ke depannya pihak sekolah ingin membeli lahan baru untuk memperbanyak ruang kelas. Dan memperluas lahan sekolah.

Setiap ruang kelas di desa Cibadak sudah menyediakan perangkat belajar mengajar seperti papan tulis, lemari, buku-buku paket, alat kebersihan, kapur, dan spidol. Kursi dan meja yang ada di setiap sekolahnya pun mampu dikatakan layak dan jumlahnya cukup memadai.

Penyediaan perpustakaan bagi siswa di desa Cibadak cukup merata. Mayoritas sekolah di desa Cibadak sudah memiliki perpustakaan, meskipun persediaan buku-bukunya belum memenuhi kebutuhan siswa.

Sarana dan prasarana olahraga sudah cukup memadai di setiap sekolah desa Cibadak. Hal ini dilihat dari setiap sekolah yang sudah memiliki lapang olahraga dan beragam macam bola. Akan tetapi, sarana olahraga ini belum baik merata. Hal ini dilihat dari SLB ABC yang belum memiliki lapang sekolah juga SDN 5 Cibadak yang lapang sekolahnya masih berupa tanah.

Fasilitas untuk berekstrakulikuler pun disediakan di sekolah desa Cibadak. Salah satunya di SLB ABC Muhammadiyah dengan memberikan fasilitas untuk menjahit, melukis, dan juga memainkan alat musik.

Dalam proses pembelajaran, tidak hanya keinginan siswa yang menjadi faktor penunjang terciptanya suasana belajar yang efektif, namun juga kredibilitas staff pengajar. Dimana latar pendidikan dan kemampuan dalam menyampaikan materi pembelajaran dirasa menjadi faktor pendukung yang tidak kalah penting. Latar belakang pendidikan sebaiknya sesuai dengan bidang pengajarannya agar mampu menguasai materi serta mengurangi risiko terjadinya perbedaan pemahaman terhadap materi yang disampaikan.

Di Desa Cibadak, staff pengajar sangat mengikuti aturan yang tertera dalam RPP sehingga materi yang perlu disampaikan jelas dan terstruktur secara sistematis. Penyampaian materi pun disesuaikan dengan kondisi serta jenjang siswa. Tidak hanya memperhatikan sistem belajar di dalam kelas, namun di beberapa sekolah pun sangat memperhatikan kedisiplinan serta kesopanan murid kepada warga sekolah saat tidak di dalam kelas. Contohnya seperti baris di depan kelas dan menyalami guru saat akan masuk kelas, berjalan sedikit membungkuk saat melewati orang yang lebih tua sebagai sikap hormat, dsb. Hal-hal tersebut yang sebenernya sebuah bentuk pendidikan diluar kelas yang akan terbawa menjadi sebuah kebiasaan untuk menghargai dan menghormati orang lain.

Terdapat beberapa sekolah yang memiliki alur administrasi yang jelas, terlebih untuk publik eksternal yang memiliki keperluan. Publik menjadi tidak bingung siapa orang yang harus ditemui pertama kali, setelah itu publik akan diarahkan untuk bertemu dengan pihak yang sesuai dengan keperluannya. Hampir seluruh sekolah di Desa Cibadak sangat terbuka dengan publik eksternal dan tak segan untuk membantu keperluannya jika memang dirasa hal tersebut tidak mengganggu atau merugikan pihak manapun. Seperti pada saat kelompok KKNM CIbadak akan melakukan kegiatan mengajar di beberapa sekolah di Desa CIbadak, pihak sekolah sangat kooperatif saat kami meminta izin, membantu serta mengawasi saat proses kegiatan berlangsung. Hal tersebut dapat menunjukkan bagaimana pihak sekolah melayani publiknya, baik dari dalam sekolah maupun publik dari luar sekolah.

Layaknya sekolah-sekolah lain pada umumnya, sekolah yang ada di Desa Cibadak selalu menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Semua siswa bisa bersekolah dengan gratis karena anggaran yang cukup besar dari pemerintah. Kesejahteraan guru juga diperhatikan oleh pemerintah.

Namun, ada sesuatu yang menjadi sorotan. Sekolah Luar Biasa (SLB) ABC Muhammadiyah Banjarsari adalah satu-satunya SLB yang ada di Kecamatan Banjarsari. Keberadaannya begitu penting bagi warga yang memiliki anak yang berkebutuhan khusus di wilayah Banjarsari. Siswa yang terdaftar di SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari berjumlah 80 siswa. Namun, siswa yang masih aktif bersekolah sampai saat ini berkisar antara 20 sampai dengan 30 siswa. Satu hal yang tidak biasa, wilayah SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari berada di dekat SMK Siliwangi dan SDN 5 Cibadak, dan SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari memiliki ruangan kelas yang paling sedikit. Hanya ada 5 kelas yang ada di SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari. Itupun ada satu kelas yang berada di teras belakang bangunan sekolah. Hal tersebut seharusnya bisa diatasi dengan bantuan dari pemerintah pusat yang selalu mengirimkan bantuan baik dalam bentuk dana maupun barang. Namun, yang menjadi masalah adalah luas lahan. SLB ABC Muhammadiyah Banjarsari tidak memperluas bangunannya karena lahan yang dipakai adalah lahan milik Desa Cibadak. Hal ini menjadi dilema di saat sekolah dibatasi dalam memperluas wilayahnya. Lobi dan negosiasi sudah dilakukan oleh pihak sekolah kepada pihak Desa Cibadak. Tapi sampai sekarang masih belum ada hasil yang disepakati dan menguntungkan kedua belah pihak. Dengan hal tersebut, pihak sekolah berencana akan memindahkan lokasi sekolahnya.

Sebagai warga negara, seharusnya semua siswa dan penyelenggara pendidikan di Desa Cibadak mendapatkan hak yang sama. Diskriminasi bukanlah hal yang baik. Dengan fakta tersebut, sudah seharusnya Pemerintah Desa Cibadak memperhatikan kondisi yang terjadi di lapangan dan memberikan tindakan yang saling menguntungkan. Hal itu demi kemajuan pendidikan di Desa Cibadak.

Antusiasme belajar siswa di sekolah dapat dipengaruhi aspek yang disebutkan sebelumnya. Yakni sarana pra sarana, kualitas guru dan administrasi di sekolah. Keseimbangan semua aspek ditambah dengan antusiasme belajar dapat menghasilkan output berupa prestasi. Baik prestasi akademis dan non akademis siswa, prestasi bagi sekolah, hingga ke cakupan daerah yang lebih luas.

Sekolah yang berlangsung dari Senin hingga Sabtu dengan kegiatan intrakulikuler dan ekstrakulikuler, suasana sekolah yang representatif kondisi sosial dan fasilitas fisiknya menjadi beberapa faktor antusiasme belajar siswa. Di Desa Cibadak sendiri, barangkali faktor-faktor ini belum terpengaruhi secara maksimal. Namun berdasar beberapa indikator, antusiasme belajar siswa-siswi di Desa Cibadak bisa dikatakan cukup.

Berdasar presensi kehadiran, beberapa sekolah yang sempat didatangi dan dijadikan tempat melaksanakan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) oleh peserta KKNM Desa Cibadak memiliki catatan presensi yang tinggi. Siswa-siswi dapat hadir setiap hari dan mematuhi aturan yang berlaku di sekolah kecuali yang berhalangan sakit dan izin dengan keterangan yang jelas. Keaktifan belajar siswa di Desa Cibadak cukup baik, walau tak sedikit yang kediriannya masih kurang mampu muncul, berani, dan mandiri sehingga masih perlu stimulus. Daya belajar dan rasa ingin tahu siswa di Desa Cibadak sangat bisa dikembangkan, hanya saja dengan keberadaan fasilitas dan akses yang kurang memadai, potensi ini kurang tergali. Selain itu, motivasi belajar siswa masih banyak yang kurang terpantik karena sedikitnya informasi yang dimiliki akan guna ilmu pengetahuan yang dipelajari di sekolah dan apa yang dapat ia lakukan setelah lulus. Padahal, perencanaan masa depan dapat meningkatkan hasrat mengembangkan diri selama bersekolah.

Terlepas dari itu semua, kecukupan tingkat antusiasme belajar siswa-siswi di Desa Cibadak, serta tersedianya lembaga pendidikan formal segala jenjang, setidaknya dapat menjadikan Desa Cibadak mampu berkembang dan bersaing.

Prestasi hasil yang dicapai dari suatu kegiatan berupa penilaian terhadap proses yang telah dilalui, yang dimana didalam pendidikan prestasi merupakan hasil dari pemahaman yang didapat serta penguasaan nilai-nilai yang terdapat dalam kurikulum yang ditetapkan, di Desa Cibadak Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis ini untuk masalah sekolah-sekolahnya sudah banyak yang mendapatkan prestasi maupun itu prestasi akademik ataupun non akademik, hal ini membuktikan bahwa prestasi dari siswa-siswi dari sekolah-sekolah di Desa Cibadak ini sudah sangat baik buktinya dari MA PUI ada siswa yang berpstasi dalam bidang Non- Akademik seperti siswa yang menjadi atlit BMX di Pon Jabar, dan malahan di sekolah SLB pun ada yang mencapai prestasi Non- Akademik yaitu dalam bidang melukis. Jadi dalam nilai prestasi sekolah-sekolah di Desa Cibadak sudah sangat bagus.