Jika Aku Menjadi – Guru (Siti Nurjanah, Sosiologi)

 

Jika Aku Menjadi Guru di Desa Cibadak

Oleh :

Siti Nurjanah (170710140043)

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Prodi Sosiologi

 

Aku akan Berupaya Memberantas Kemiskinan Struktural karena Kurangnya Pendidikan yang Ditempuh oleh Generasi Muda-Mudi di Desa Cibadak.

Desa Cibadak merupakan desa yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat. Secara geografis desa Cibadak berbatasan dengan wilayah sebelah Utara berbatasan dengan desa Banjarsari, sebelah Timur berbatasan dengan desa Ciherang, sebelah Selatan berbatasan dengan desa Kawasen dan Langkapsari, sebelah Barat berbatasan dengan desa Banjarsari dan desa Sukasari. Desa Cibadak ini terdapat di daerah dataran rendah sehingga bercuaca panas. Secara umum kondisi sarana dan prasarana di desa Cibadak ini sudah baik. Hal ini ditunjukkan dengan adanya berbagai fasilitas di berbagai sektor yang cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat desa yang juga didukung dengan adanya fasilitas pasar kecamatan yang ada di desa ini. Dalam bidang pendidikan khususnya sekolah, di desa Cibadak ini cukup baik dengan banyaknya sarana pendidikan dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK, dan SLB sehingga anak-anak di desa ini bersekolah. Di Desa Cibadak terdapat tiga dusun yaitu Cibeureum, Wanayasa dan Mekarsari. Di bidang pendidikan terdapat 6 bangunan tingkat sekolah dasar yakni SDN 1 Cibadak yang berada di Dusun Cibeureum, SDN 2 Cibadak yang berada di Dusun Wanayasa, SDN 3 Cibadak   dan SDN 5 Cibadak yang berada di Dusun Mekarsari serta terdapat MI PUI Banjarsari dan MI Wanayasa yang berada di Dusun Wanayasa. Terdapat 3 bangunan setingkat Sekolah MenengahPertama, yakni SMPN 1 Banjarsari, , SMP Muhammadiyah dan MTs PUI Banjarsari. Terakhir terdapat 5 bangunan pendidikan Sekolah Menengah Atas yakni SMK 1,2,3 Muhammadiyah dan MA PUI Banjarsari yang semuanya berada di dusun Mekarsari.

Setelah mengikuti rangkaian kegiatan KKN kegiatan belajar, mengajar, dan bermain dengan anak-anak desa Cibadak, saya mendapat pengalaman baru yang berarti bagi kehidupan. Ketika saya sosialisasi mengenai perguruan tinggi di SMK Siliwangi Cibadak, pertama-tama saya memperkenalkan instansi pendidikan saya yaitu, Universitas Padjadjaran, hanya sedikit yang mengetahui. Setelah memberikan sedikit motivasi bagi mereka siswa kelas 3 di SMK tersebut mayoritas siswa tersebut tidak ada motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengetahuan yang diberikan oleh guru mengenai perguruan tinggi selama mereka bersekolah saya rasa kurang. Siswa-siswa tersebut hanya berkeinginan untuk bekerja setelah lulus dari SMK, namun disisi lain sekolah swasta dengan akreditasi yang cukup akan sulit bersaing, sehingga saya khawatir terjadi kemiskinan struktural di desa tersebut.

Dengan data statistik penduduk desa Cibadak berdasarkan Profil Desa tahun 2016 sebanyak  9020 jiwa yang terdiri dari 4561 laki-laki dan 4497 perempuan. Sumber penghasilan utama penduduk  desa Cibadak ini adalah pertanian dan buruh tani. Dengan mayoritas penduduk yang bekerja sebagai buruh tani, maka upaya yang harus dilakukan adalah bagaimana caranya agar generasi mudanya dapat berprestasi dan juga dapat selangkah lebih maju dengan generasi sebelumnya.

Laporan Bidang Kesejahteraan Rakyat yang dikeluarkan oleh Kementrian Bidang Kesejahteraan (Kesra) tahun 2004 menerangkan pula bahwa kondisi yang disebut miskin ini juga berlaku pada mereka yang bekerja akan tetapi pendapatannya tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pokok/dasar. Walaupun kategori penduduk Desa Cibadak dapat dikategorikan menengah/cukup, namun setidaknya tidak mutlak penduduk tersebut harus bekerja sebagai buruh. Dengan kata lain pekerjaan buruh secara turun temurun atau secara kultural dilakukan, maka dari itu salah satu cara agar generasi muda-mudi di Desa Cibadak dapat maju adalah dengan jalur pendidikan. Dari pengalaman KKN ketika kegiatan saya pada saat itu adalah sharing dan sosialisasi mengenai perkuliahan, cara masuk perguruan tinggi dari satu kelas hanya 1 orang yang ingin mengenyam pendidikan sarjana/perguruan tinggi, banyak siswa dan siswi di SMK Siliwangi Cibadak tidak termotivasi untuk berkuliah, saya dengan rekan saya disitu ada rasa khawatir, prihatin, namun juga menyadarkan kami, agar kami dapat membangkitkan semangat muda-mudi mereka untuk belajar. Saya tidak merasa lebih tinggi dari mereka, namun jika aku menjadi guru akan aku ayomi dan juga berbagi sedikit mengenai pendidikan, pentingnya mengenyam pendidikan.

Jika aku menjadi guru di Desa Cibadak akan kucoba berupaya agar mereka berkeinginan untuk mengenyam perguruan tinggi, walaupun kendala karena biaya saya harap mereka tertanam motivasi, tekad yang kuat untuk berusaha belajar lebih giat agar mereka dapat memberantas kemiskinan, baik mental maupun materi, sehingga mereka sebagai muda-mudi desa Cibadak dapat membangun masyarakat yang sejahtera.