Jika Aku Menjadi – Ketua Kelompok Tani (Yosef E. G. S, Agroteknologi)

JIKA AKU MENJADI KETUA KELOMPOK TANI DESA CIBADAK

Oleh :

YOSEF EDWIN GUNAWAN SITUMORANG (150510140148)

Fakultas Pertanian, Prodi Agroteknologi

 

 

Desa Cibadak adalah desa yang terletak di Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat yang memiliki luas 360,48 ha. Desa Cibadak terdiri dari 3 Dusun, 38 Rukun Tetangga, dan 8 Rukun Warga. Secara geografis, desa Cibadak berbatasan dengan desa Banjarsari disebelah utara, desa Kawasen dan Langkapsari disebelah Selatan, desa Ciherang disebelah timur, dan desa Banjarsari dan Sukasari disebelah barat. Desa Cibadak memiliki jumlah penduduk 9020 jiwa, dimana jumlah penduduk laki-laki 4561 jiwa dan jumlah penduduk perempuan 4497 jiwa. Masyarakat desa Cibadak dibagi menjadi 3 dusun dan 38 RT, yakni dusun Wanayasa, Mekarsari, dan Cibereum.

Setiap dusun pada desa Cibadak memiliki kegiatan perekonomian khusus yang berbeda-beda. Pada dusun Wanayasa, masyarakat pada umumnya melakukan kegiatan usaha kecil berupa industri kerajian anyaman dari rotan sebagai mata pencaharian utama masyarakat Wanayasa. Pada dusun Mekarsari, masyarakat pada umumnya melakukan kegiatan usaha kecil berupa pembuatan makanan ringan seperti kue teng-teng, sale pisang, dan rengginang. Selain melakukan kegiatan usaha kecil pembuatan makanan ringan, masyarakatnya juga melakukan kegiatan perdagangan sebagai mata pencaharian utama masyarakat Mekarsari, sehingga terdapat banyak took-toko dan pasar pada dusun Mekarsari. Pada dusun Cibereum, masyarakat pada umumnya melakukan kegiatan pertanian sebagai mata pencaharian utama, namun masih terdapat juga usaha perumahan berupa usaha pembuatan makanan ringan seperti kue bawang iris dan rengginang.

Namun, secara keseluruhan masyarakat desa cibadak banyak bekerja dalam pertanian baik sebagai petani maupun buruh tani. Lahan pertanian di desa Cibadak memiliki lahan sawah seluas 132 ha, lahan tegalan seluas 17 ha, dan lahan perkebunan 21 ha. Komoditas utama yang ditanam pada lahan tegalan berupa jagung, ubi kayu, ubi jalar, mangga, dan papaya. Komoditas utama yang ditanam pada lahan perkebunan berupa tanaman tahunan seperti kelapa, jati, mahoni, dan albasi. Lahan pertanian di desa Cibadak kurang mendapat perhatian baik dari apparat desa maupun masyarakat desa Cibadak. Hal ini disebabkan sudah berkurangnya minat masyarakat desa Cibadak dalam dunia pertanian karena desa Cibadak berada pada jalur lalu lintas antar provinsi sehingga banyak penduduk desa Cibadak memilih untuk menjadi pedagang dan mendirikan usaha rumahan seperti industry makanan ringan. Penduduk desa Cibadak yang memiliki pekerjaan utama sebagai petani dan memiliki sawah secara pribadi berjumlah sekitar 301 orang sedangkan penduduk desa Cibadak yang memiliki pekerjaan sebagai buruh tani berjumlah sekitar 570 orang. Buruh tani merupakan masyarakat yang bekerja pada sawah atau lahan pertanian milik orang lain atau menyewa sawah atau lahan pertanian seseorang untuk melakukan budidaya pertanian.

Kurangnya minat masyarakat desa Cibadak dalam dunia pertanian menyebabkan kurang maksimalnya pemanfaatan potensi pertanian desa Cibadak yang memiliki lahan yang cukup luas. Terutama lahan tegalan pada desa Cibadak masih banyak yang belum dikelola secara maksimal dan hanya dikelola hanya pada musim hujan, sedangkan pada musim kemarau lahan tegalan dibiarkan begitu saja menjadi lahan terbuka tanpa ada pengolahan tertentu. Pengolahan lahan pertanian yang kurang maksimal menyebabkan tidak maksimalnya proses produksi usaha kecil masyarakat desa Cibadak yang bergerak dalam usaha pembuatan makanan ringan seperti sale pisang. Sehingga usaha pembuatan makanan ringan yang banyak dilakukan oleh masyarakat desa Cibadak ini sangat bergantung pada produksi pertanian desa lainnya.

Jika saya menjadi Ketua kelompok tani pada desa Cibadak, hal pertama yang akan saya lakukan berusaha untuk meningkatkan minat masyarakat desa Cibadak dalam pertanian dan memberi wawasan bahwa pentingnya pertanian dalam kehidupan manusia. Dengan memanfaatkan potensi lahan pertanian yang ada pada desa Cibadak oleh masyarakat Cibadak dapat membuatkan desa Cibadak menjadi desa yang mandiri baik dari segi perekonomian dan ketersediaan pangan. Perekonomian desa Cibadak dapat meningkatkan karena bahan baku untuk usaha pembuatan makanan ringan tidak lagi bergantung pada daerah lain apabila lahan pertanian di desa Cibadak dikelola secara efektif dan efisien dengan menanam lebih banyak komoditas pertanian yang memiliki nilai ekonomi di pasaran dan dapat memasok bahan baku usaha pembuatan makanan ringan seperti sale pisang, kue teng-teng, dan rengginang. Ketersediaan pangan desa Cibadak juga akan meningkat karena pengolahan lahan pertanian serta memberi langkah budidaya pertanian yang baik dan berkelanjutan untuk menjamin konsisten produksi pertanian desa Cibadak.

Dengan memberi wawasan tentang pentingnya pengembangan pertanian untuk desa Cibadak diharapkan dapat menumbuhkan minat masyarakat Cibadak untuk mengembangkan potensi pertanian desa Cibadak untuk meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat desa Cibadak dengan meningkatnya perekonomian dan ketersediaan pangan melalui potensi pertanian mereka.