Blog Desa Cikole

Kegiatan Masyarakat

Desa Cikole merupakan salah satu desa yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Setiap kegiatan yang berhubungan dengan keagamaan hampir selalu dapat diterima oleh masyarakat. Saat ini kedua dusun di Desa Cikole (dusun I dan dusun II) memiliki kegiatan pengajian yang aktif. Pengajian tersebut dilakukan setiap satu minggu sekali pada hari Rabu sore dan Sabtu malam. Selain acara pengajian, Desa Cikole juga rutin mengadakan acara-acara khusus keagamaan, seperti acara Maulid Nabi. Acara Maulid Nabi di Desa Cikole dilaksanakan di dua masjid. Acara tersebut berisi qasidahan dari anak-anak, ceramah, pawai, gelar sorban, serta doa bersama. Saat ini sedang dibangun satu pesantren di Masjid At-Taqwa untuk meningkatkan kegiatan keagamaan di Desa Cikole.

Di Desa Cikole, terdapat dua majelis yang memimpin kegiatan keagamaan. Majelis yang pertama adalah Majelis Masjid Agung. Majelis ini telah berdiri terlebih dahulu dibandingkan majelis yang kedua, yaitu Majelis Siroojul Munawwar. Majelis Siroojul Munawwar baru aktif sejak satu tahun yang lalu. Kedua majelis ini memiliki cara yang berbeda dalam menyampaikan pesan keagamaan kepada warga Desa Cikole. Sebagai contoh, pada perayaan Maulid Nabi, Majelis Masjid Agung mengangkat acara Maulid Nabi dengan qasidahan dan tabligh akbar. Sedangkan, Majelis Siroojul Munawwar memperingati Maulid Nabi dengan pawai, saweran, dan gelar sorban.

Kesehatan

Desa Cikole memiliki 4 posyandu yang kegiatannya sudah berjalan dengan rutin. Kegiatan ini dilakukan setiap satu bulan sekali (hari Kamis) secara bergiliran dari satu RW ke RW lainnya. Kegiatan Posyandu pada RW 1 dilakukan pada minggu pertama, RW 2 pada minggu kedua, RW 3 pada minggu ketiga dan RW 4 pada minggu keempat. Sedangkan, imunisasi dilakukan setiap hari Rabu pada minggu kedua. Ibu-ibu yang menjadi pengurus posyandu merangkap menjadi ibu-ibu PKK di Desa Cikole.

kes

Desa Cikole sudah menggunakan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) yang diberikan pemerintah untuk masyarakat tidak mampu. Jamkesmas Warga tersebut dapat memperoleh pengobatan secara gratis di Poskesdes, Rumah Bidan, dan Posyandu. Tenaga medis yang dimiliki desa Cikole adalah bidan dan kader kesehatan desa. Sampai saat ini, Jamkesmas berjalan dengan baik dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan melalui kartu tersebut.

Selain Posyandu dan Jamkesmas, Desa Cikole pun memiliki kegiatan kerja bakti. Kerja bakti dilakukan di seluruh bagian desa. Setiap warga wajib mengikuti dan bertanggung jawab atas kebersihan desa Cikole. Desa Cikole menyebut kegiatan kerja bakti itu dengan “Jumat Bersih” karena dilakukan setiap hari Jumat.

 

Sosial

Desa Cikole memiliki organisasi Karang Taruna untuk pemuda desa. Akan tetapi, Karang Taruna hanya mengadakan kegiatan di hari-hari besar, seperti hari nasional (hari kemerdekaan) dan hari-hari besar keagamaan islam. Tidak banyak pemuda yang bergabung dalam Karang Taruna. Para pemuda di desa kebanyakan menganggur dan kurang memberikan kontribusi bagi desa Cikole.

Selain itu, masyarakat Dusun I dikenal lebih aktif dalam mengikuti kegiatan dibandingkan Dusun II. Hal ini dikarenakan letak Dusun II yang lebih jauh dari pusat pemerintahan desa dibandingkan Dusun I. Sehingga pemberian informasi ke Dusun II agak terhambat dan kurang menyeluruh.

 

Olahraga

Kegiatan olahraga yang dilakukan di Desa Cikole adalah kegiatan yang bersifat musiman. Hal ini terjadi karena warga desa mengikuti trend olahraga yang sedang marak dilakukan oleh masyarkat Indonesia pada umumnya. Misalnya saat kejuaraan bulu tangkis tingkah nasional maupun internasional, warga desa ikut melaksanakan olahraga tersebut. Desa Cikole memiliki lapangan bulu tangkis, lapangan bola, dan lapangan voli sendiri. Akan tetapi, kondisi sarana olahraga tersebut sudah tidak memadai. Hal ini disebabkan oleh tidak adanya warga desa yang merawat sarana olahraga tersebut. Pada saat ini Futsal dan bulu tangkis adalah salah satu kegiatan rutin setiap minggu di desa Cikole. Oleh karena tidak adanya lapangan futsal, maka masyarakat sering menyewa lapangan futsal di luar desa. Selain itu, olahraga sepak bola sangat digemari oleh warga Desa Cikole, sehingga olahraga ini dijadikan salah satu lomba yang paling utama dan selalu ada saat perayaan hari kemerdekaan.

 

 

Pertanian

Di Desa Cikole terdapat 1.813 hektar lahan pertanian. Lahan pertanian ini dimiliki oleh 315 orang.  Sebagian besar pemilik lahan ini adalah warga di luar Desa Cikole. Pemilik lahan ini mengalih tugaskan kegiatan pertanian kepada warga desa Cikole. Sampai dengan saat ini jumlah warga Cikole yang menjadi buruh tani adalah 69 orang karena hal tersebut maka dibentuklah Gabungan Kelompok Tani atau yang sering disebut degan Gapoktan. Namun, pada saat ini petani yang aktif di Gapoktan adalah 20 orang. kegiatan ini seringkali mengadakan penyuluhan bagi para petani agar para petani bisa mengikuti program dari pemerintah. Permasalahan yang diangkat dari penyuluhan tersebut adalah masalah pertanian organik. Saat ini pertanian organik merupakan hal yang perlu dilakukan untuk para petani. Mengingat lahan pertanian yang sudah semakin rusak, membutuhkan pemulihan unsur hara lahan dengan pupuk organik. Selain karena kepentingan lahan, dengan pertanian organik, kesehatan dan kebersihan produk juga terjamin (karena tidak menggunakan bahan kimia).

Kendala dalam kegiatan ini adalah tidak semua petani di Desa Cikole bisa menerima perubahan tersebut. Sebagian besar petani menginginkan pertanian yang lebih mudah (menggunakan bahan kimia atau pupuk urea). Terjadi kegagalan dalam kegiatan penyuluhan petani. Selain karena sistem penyuluhan yang kurang cocok dengan petani Cikole, kesadaran petani untuk berubah juga masih belum ada.

Gambar Ketua Kelompok Tani

Gambar Ketua Kelompok Tani

Gambar Pupuk Organik

Gambar Pupuk Organik