Desa Citalang The next potential village in the West Java

Industri Genteng Citalang Pabrik Pelita

Kalian tahu genteng yang diexsport dari Indonesia? Well, selama ini Jatiwangi yang terletak di Majalengkalah yang menjadi tempat produksi di Indonesia dari produk yang telah tersebar di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Kamboja, dan Philipina. Desa Citalangpun sebenarnya juga tidak tertinggal. Sebelum tahun 2008, saat proses pembakaran masih menggunakan minyak bumi, Desa Citalang menjadi desa penghasil genteng yang cukup produktif. PT. Waspada dan PT. Pelita termasuk dua pabrik genteng yang hingga kini masih bertahan. Akan tetapi, di tahun 2008 banyak pabrik genteng yang gulung tikar karena adanya penarikan subsidi minyak bumi dari pemerintah.

PT. Pelita yang beroperasi di Citalang menjadi pabrik genteng yang cukup besar hingga memproduksi 5000 buah genteng per hari. Dalam proses produksinya, dibutuhkan waktu selama satu minggu. Berikut adalah prosesnya:

Dalam proses pembongkaran terjadi penyeleksian kualitas genteng yang terdiri dari KW 1 dengan harga Rp.1.100 dan KW 2 Rp. 800. Khusus untuk Desa Citalang hanya berfokus pada produksi genteng jenis melano dan nox. Keadaan cuaca yang terjadi di Citalang tidak mempengaruhi produksi genteng, tetapi lebih kepada pekerjanya. Dalam cuaca hujan, pekerja laki-laki lebih memilih bekerja di persawahan, Untuk upahnya sendiri perempuan dibayar berkisar Rp.18.000 perhari dan laki-laki berkisar Rp. 20.000 hingga Rp. 25.000 perhari.

Nah, sudah tergambar kan bagaimana kira-kira potensi pabrik genteng di Desa Citalang? Kalau mau lebih jelas lagi, kalian bisa kok langsung datang ke Desa Citalang, Kabupaten Tegalwaru, Purwakarta. Dijamin lebih seru kalo kalian liat langsung gimana proses pembuatannya!