Desa Citalang The next potential village in the West Java

Perekonomian

Mata pencaharian masyarakat desa Citalang yang paling utama di masa lalu adalah petani. Sedangkan pabrik genteng/keramik jumlahnya hanya sedikit. Pembangunan pada masa orde baru tahun 1972 menciptakan pertumbuhan pabrik genteng yang semakin tinggi. Namun hal itu tidak berlangsung lama. Ketika harga bahan bakar semakin meningkat, banyak pabrik genteng yang gulung tikar dan sisanya menggunakan pemanasan dengan kayu bakar hingga sekarang. Irigasi pertanian di Desa Citalang yang bersifat tadah hujan menjadikan profesi petani sebagai lapangan pekerjaan sampingan. Sedangkan mata pencaharian utama di Desa Citalang adalah sebagai buruh pabrik, baik genteng maupun manufaktur diluar Desa Citalang

Tingkat pendapatan di Desa Citalang sebagian besar berpendapatan sedang yang diperoleh dari mata pencaharian sebagai petani dan buruh genteng. Rata-rata pendapatan buruh di pabrik genteng jika sistemnya borongan, dihitung per genteng yang selesai dibuat yaitu Rp 500,00/genteng. Sedangkan jika tidak borongan atau per hari yaitu laki-laki Rp 20.000,00 sedangkan perempuan Rp 15.000,00.

Di Desa Citalang tersedia dua buah pasar terdekat, yaitu Pasar Kaget dan Pasar Plered. Pasar Kaget dapat diakses dengan berjalan kaki atau berkendara motor dari Desa Citalang. Pasar Kaget biasanya hanya dibuka pada hari Sabtu pagi hingga siang hari. Berbeda dengan Pasar Kaget, Pasar Plered buka setiap hari dari pagi hingga sore hari. Pasar Plered dapat diakses dengan naik angkot dan berkendara motor selama 15 menit. Kedua pasar tersebut menjual berbagai macam kebutuhan pokok, mulai dari sayur-mayur hingga furnitur rumah.