Desa Citalang The next potential village in the West Java

Tradisi Pernikahan Masyarakat Desa Citalang

Salah satu sifat yang sudah mulai luntur dari masyarakat perkotaan adalah sifat gotong royong antar sesama warganya. Namun, sifat gotong royong ini masih dapat kita temukan pada masyarakat Desa Citalang, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Bandung. Hal itu dapat terlihat ketika ada salah satu warganya yang mengadakan pernikahan putra/putrinya atau sejenis acara besar lainnya seperti acara maulid Nabi Muhammad SAW. Masyarakat sekitar secara sukarela akan membantu menyiapkan segala kebutuhan terkait dengan kebutuhan acara tersebut seperti dengan membantu membuat hidangan untuk acara yang akan diselenggarakan. Sebagian masyarakat dari kaum ibu dari jauh-jauh hari sudah beramai-ramai untuk memasak masakan khas yang hanya akan ditemukan ketika peristiwa-peristiwa pentingĀ  tersebut diadakan. Hal inilah yang menjadi salah satu kebiasaan masyarakat Desa Citalang yang hingga saat ini masih dipertahankan oleh masyarakat Desa Citalang.

Selain itu, di Desa Citalang juga terdapat tradisi apabila mengadakan acara pernikahan, maka dari pihak istri membuat makanan seperti tape ketan, dodol, wajid, kue ali, kue bolu dan makanan prasmanan. Sedangkan pihak laki-lakinya memberikan dana untuk memasak masakan tersebut.

Ngomong-ngomong soal dodol, dikarenakan proses pembuatan dodol memakan waktu hingga kurang lebih satu hari, maka para ibu membuatnya secara bergantian karena proses pembuatannya dodol harus terus diaduk hingga matang dan tidak mungkin dilakukan oleh hanya satu orang saja. Selain itu, penggunaan bahan-bahan tradisional dalam pembuatannya menjadikan dodol cukup digemari masyarakat Desa Citalang. Penggunaan kayu bakar dalam proses pembuatannya semakin menambah cita rasa dodol tersebut. Nyum!

Lain halnya dengan dodol, dalam proses pembuatan ketan diberi pewarna hijau alami dari daun suji. Sebelumnya beras dibersihkan dan dimasak hingga menjadi ketan. Ketan diberi kelapa kemudian dimasak dengan gula pasir dan gula merah. Untuk kue ali sendiri terdiri dari adonan tepung yang digoreng, Dalam proses memasak dalam pernikahan hamper seluruhnya dilakukan oleh masyarakat.

per1fix

Tradisi pernikahan lainnya adalah pengajian di malam setelah pernikahan berlangsung. Adapun susunan acaranya adalah kajian Al-Quran dan tablik akbar. Terdapat 2 mempelai pada pernikahan yang berlangsung pada 24 januari 2013. Mempelai yang satu adalah kakaknya yang telah melangsungkan akad sebelumnya tetapi belum dirayakan. Adapula tradisi saweran yang dilakukan oleh warga Citalang pada saat acara pernikahan.