Aspek Politik di Desa Jatipamor

Perkembangan politik di desa Jatipamor, Talaga, Majalengka dapat dikatakan sedang berada di dalam masa transisi di mana telah terjadi perubahan dari era sebelumnya dengan era yang sekarang. Hal ini ditandai dengan adanya peremajaan melalui regenerasi perangkat desa yang sebelumnya diisi oleh jajaran masyarakat yang sudah cukup berumur namun kini mulai diisi oleh masyarakat muda. Selain karena adanya keinginan untuk meremajakan dan mempercepat regenerasi untuk kepentingan di masa depan, regenrasi ini juga berguna demidesa Jatipamor yang lebih baik di mana diharapkan dengan jajaran yang ada sekarang mampu mengikuti atau catch up dengan peraturan administrasi yang diterapkan oleh pusat yang cenderung untuk selalu berubah dan bahkan terkadang dirasa kurang sinergis dengan peraturan di bawah nya yang mana dapat memperlambat kinerja administrative desa Jatipamor yang juga menyita waktu. Hal tersebut juga dirasa oleh perangkat desa sebagai hal yang cukup merepotkan karena waktu yang dimiliki oleh perangkat desa akan lebih banyak tersita di kantor dibandingkan turun langsung ke masyarakat namun hal ini juga dikarenakan tanggung jawab yang dimiliki oleh perangkat desa Jatipamor yang mana diikuti dengan dana pembangunan desa sebesar 800 juta yang mengharuskan perangkat desa Jatipamor untuk merealisasikan pembangunan serta membuat pertanggung jawaban daripada nya.

Aspek Politik di Desa Jatipamor

Hal ini pula yang seakan-akan menjadi buah simalakama di mana masyarakat desa merasa jajaran perangkat desa yang ada sekarang dianggap kurang merangkul ataupun turun langsung ke masyarakat padahal sebenarnya perangkat desa hanya berusaha untuk memenuhi kewajiban administrative yang ada. Di samping itu, untuk rekrutmen politik di Desa Jatipamor juga dianggap kurang aktif di mana kebanyakan masyarakat muda di desa ini lebih memilih untuk belajar dan merantau keluar dari desa daripada untuk kembali dan membangun desa. Sedangkan masyarakat yang sudah cukup berumur kebanyakan sudah merasa nyaman dengan pekerjaannya sebagai petani serta kalaupun ada yang berminat, banyak yang tidak memenuhi persyaratan pendidikan dari pusat diiringi dengan makin rumitnya birokrasi yang ada sebagaimana yang telah disebutkan di atas. Dalam bidang rekrutmen politik pemerintahan yang lebih luas pun, angka golput di desa Jatipamor disebutkan masih cukup tinggi meskipun sudah ada ranting partai serta antusiasnya masyarakat mengikuti kampanye yang mana terkadang masih dirasa sering tidak sampai di wilayah desa Jatipamor. Adapun untuk penyebabnya di samping tidak sampai nya kampanye, masih belum diketahui penyebab pasti nya. Apabila merujuk dengan pernyataan perangkat desa, tidak ada yang dapat menjamin pemilihan di balik bilik suara meskipun dirasa sudah antusias. Sedangkan dalam pemilihan kepala desa sendiri, masyarakat masih sangat antusias dengan rencana pembangunan yang mana didukung dengan dana peruntukan desa yang cukup besar jumlahnya yang mana di bawah kepemimpinan kepada desa yang sekarang sedang memfokuskan kepada pembangunan infrastruktur dan kesehatan, yang kemungkinan untuk terlambatnya dapat terjadi apabila terdapat keterlambatan persoalan administrative ataupun birokrasi sehingga membutuhkan kinerja dari sumber daya manusia yang memadai sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya.