Coretan Desa Kadupandak Rizki T Bastanta Sinuhaji

 

JIKA AKU MENJADI

 Oleh: Rizki T Bastanta Sinuhaji

Desa Kadupandak berada di  kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis Provinsi Jawa Barat. Desa Kadupandak tebarbagi atas 5 dusun yaitu dusun Kadupandak, Sukamandi, Walahar, Karangsari, Cibogo dan Dusun Kadupandak. Berdasarkan struktur kepemerintahan, desa Kadupandaak dipimpin oleh seorang kepala desa dan 5 orang kepala dusun serta beberapa kepala RW dimasing-masing dusun. Desa ini merupakan desa paling ujung Provinsi Jawa barat karena langsung berbatasan dengan Kabupaten Cilacap Jawa tengah.

Desa Kadupandak termasuk kedalam daerah yang rawan bencana, hal ini dapat terlihat dari beberapa bencana yang sering terjadi seperti tanah longsor yang diakibatkan oleh struktur tanah bergelombang dan jebolnya tanggul cekdam yang merusak pemukiman serta lahan pertanian penduduk.

Kegiatan pertanian adalah kegiatan utama masyarakat dan merupakan sember mata pencaharian utama masyarakat. Lebih dari 90 persen dari total lahan pertanian ditanami dengan tanaman padi dan sisanya ditanami dengan tanaman jagung, palawija, umbi-umbian dan pohon-pohonan berupa karet, albasia dan pohon kelapa. Selain bertani,warga desa Kadupandak juga bermata pencaharian sebagai pedagang dan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Banyak kegiatan pertanian lain yang seharusnya dapat dimanfaatkan oleh warga desa, namun karena kebiasaan masyarakat yang telah terbiasa dengan bertani padi maka masyarakat enggan untuk beralih ke tanaman lain.

Kegiatan sampingan yang dilakukan masyarakat adalah kegiatan budidaya ikan di pekarangan rumah. Kegiatan budidaya perikanan yang dilakukan meliputi kegiatan pembesaran dan tidak untuk dipasarkan namun hanya untuk dikonsumsi pribadi. Potensi perikanan di Desa Kadupandak sesungguhnya sangat memiliki ekspektasi yang besar untuk dimanfaatkan oleh warga desa. Jika dipandang dari segi lahan untuk kegiatan perikanan, lahan yang siap termanfaatakan cukup luas dan sangat potensial. Hal ini dapat terlihat dari air yang mengalir terus menerus dari lahan persawahan dan dapat dimanfaatkan untuk lahan perikanan. Kondisi lain yang mendukung kegiatan perikanan di Desa Kadupandak adalah adanya sungai yang besar serta didukung dengan adanya cekdam yang dapat dimanfaatkan sebagai Karamba Jaring Apung (KJA). Jenis komuditas ikan yang sering dibudidayakan masyarakat Desa Kadupandak adalah ikan nila, ikan mas, ikan gurame, ikan tawes dan ikan nilem.

Kegitan perikanan yang dilakukan masyarakat sejauh ini hanya sebatas pemenuh kebutuhan sehari-hari, selain itu frekuensi pemberian pakan yang dilakukan tidak teratur dan hanya memanfaatkan pakan alami seperti daun talas dan daun pisang. Laju pertumbuhan ikan yang dipelihara relatif lambat karena kebutuhan nutrisi tidak tersedia karena hanya memanfaatkan pakan alami. Kolam yang ada saat ini merupakan kolam permanen dan pengairannya hanya memanfaatkan air hujan. Faktor lain yang menghambat laju pertumbuhan ikan adalah pembuangan limbah domestik kedalam kolam. Saluran kamar mandi langsung dialirkan kedalam kolam yang menyebabkan pencemaran pada badan perairan kolam serta mengakibatkan terakumulasinya bahan-bahan kimia berbahaya kedalam tubuh ikan. Dari segi iklim, Desa Kadupandak dapat dikategorikan beriklim sedang. Suhu rata-rata berkisar antara 25-300C yang termasuk kedalam suhu potensial untuk kegiatan perikanan.

Permasalahan yang dihadapi masyarakat untuk kegiatan perikanan saat ini adalah masalah pemasaran. Untuk kegiatan pemasaran ikan warga cenderung mengalami kesulitan karena akses yang cukup jauh ke daerah pemasaran. Biaya pemasaran yang relatif mahal juga mengakibatkan masyarakat enggan untuk melakukan kegiatan budidaya. Masalah lain yang dihadapi masyarakat adalah masalah kontur tanah yang relatif longgar dan rawan longsor yang mengharuskan masyarakat membuat kolam permanan dan memerlukan biaya yang besar. Kontur tanah yang bergelombang juga mengakibatkan sulitnya pembangunan kolam dan biasanya membutuhkan biaya pembangunan yang lebih mahal. Selain itu masalah lain yang dihadapi masyarakat dalam melakukan budidaya adalah kurangnya pengetahuan dalam melakukan budidaya. Kegiatan penyuluhan perikanan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kegiatan budidaya perikanan serta dapat mendorong masyarakat untuk melakukan kegiatan budidaya.

Jika dilihat dari potensi yang ada saat ini, maka kegiatan perikanan dapat dikategorikan sebagai sektor yang dapat dimanfaatkan untuk menyokong perekonomian masyarakat. Selain didukung oleh kondisi lingkungan yang potensial juga didukung oleh kondisi masyarakat yang saat ini telah mulai melakukan kegiatan budidaya perikanan. Peran pihak-pihak terkait menjadi peran yang sangat sentral untuk mendukung keberlangsungan potensi yang ada saat ini.

Tags: , ,