KKNM-PPMD INTEGRATIF UNPAD 2017 Desa Karanganyar, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

IPM Desa

Berdasarkan hasil pemetaan sosial yang telah dilakukan selama kegiatan KKNM berlangsung, dapat disimpulkan bahwa :

  • Ditinjau dari aspek politik/pemerintahan, partisipasi politik masyarakat Desa Karanganyar terbilang sangat tinggi. Kondisi masyarakat yang menginginkan hal-hal yang serba instan juga menjadi kendala pemerintah desa dalam usaha pencapaian keberhasilan visi misi Desa Karanganyar. Begitu juga alur birokrasi yang terdapat di Balai Desa belum tersistem sehingga dalam pencatatan segala kegiatan administrasi di Balai Desa belum terekam dengan baik.
  • Ditinjau dari aspek ekonomi dan mata pencaharian, 70% penduduk Desa Karanganyar berprofesi sebagai petani dan buruh tani. 30% sisanya berprofesi sebagai karyawan perusahaan swasta, PNS, wirausaha, pedagang, pekerja bangunan, pengrajin, dll. Permasalahan yang dialami Desa Karanganyar selama setahun ini adalah harga singkong yang turun drastis. Hal ini disebabkan oleh bangkrutnya pabrik pengolahan tepung tapioka (aci).
  • Ditinjau dari aspek pendidikan, di Desa Karanganyar terdapat beberapa institusi pendidikan, di antaranya TK At-Taufiqiyyah, RA Dewi Sartika V, SDN 1 Karanganyar, SMPN 3 Darma, dan Madrasah Diniyyah. Terdapat beberapa kekurangan di antaranya sarana dan prasarana di beberapa institusi pendidikan ini masih kurang memadai dan masih kurangnya tenaga kerja pendidik.
  • Ditinjau dari aspek kesehatan, setelah mengobservasi perilaku warga Desa Karanganyar, ternyata dari warga desanya itu sendiri masih kurang kesadaran akan pentingnya kesehatan, terutama terkait kebersihan. Hal ini terlihat dari sulitnya untuk mengajak warga desa mengikuti berbagai penyuluhan yang diadakan Puskesmas Kecamatan Darma. Selain itu, masih banyak para produsen makanan di desa ini yang dalam melakukan produksi tidak memenuhi standar produksi yang ada seperti pencantuman komposisi, tanggal kadaluwarsa dan penggunan monosodium gultamat (MSG) yang berlebihan.
  • Ditinjau dari aspek keagamaan, Di Desa Karanganyar terdapat kegiatan keagamaan yang terdiri dari kegiatan rutin dan kegiatan hari penting dalam kalender islam. Dengan persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia fasilitas-fasilitas keagamaan atau pendidikan keagamaan yang terdapat di Desa Karanganyar diantaranya adalah Masjid, Mushola, Tempat Pemakanman Umum, Pondok Pesantren, dan Madrasah Diniyah.
  • Ditinjau dari aspek budaya, Desa Karanganyar merupakan Desa yang masih memiliki nilai-nilai budaya di dalamnya, salah satunya adalah kesenian. Terdapat dua kesenian yang masih terdengar aktif dilakukan oleh warga Desa Karanganyar, yaitu pertunjukan Singa Depok dan kesenian Calung. Selain itu, kegiatan budaya yang rutin dilakukan oleh Desa Karanganyar salah satunya adalah Hajat Desa

Post Navigation