KKNM-PPMD INTEGRATIF UNPAD 2017 Desa Karanganyar, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

Daily Archives: January 15, 2017

You are browsing the site archives by date.

Data Geografis dan Geologi

Geografis

Desa Karanganyar adalah bagian dari Kecamatan Darma Kabupaten Kuningan yang kebanyakan masyarakatnya hidup dan bekerja/aktifitas sehari-harinya adalah  dalam bidang pertanian. Dengan luas wilayah 76,98 Ha yang terdiri dari Tanah Permukiman, Tanah Persawahan, Tanah Hutan/Ladang dan Perkebunan. Keadaan Desa Karanganyarperkembangannya dari tahun ke tahun semakin meningkat/berkembang baik dalam segi pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pelayanan  pendidikan ataupun dalam segi pembangunan/ sarana/ prasarana. Perkembangan/ kemajuan tersebut tidak terlepas dari kerja keras /gotong royong pemerintahan desa dan masyarakat serta bantuan pemerintah baik pusat/daerah juga program-program yang ada. Desa Karanganyar  secara geografis terletak di elevasi 700 mdpl dengan curah hujan 344,8 mm/tahun. Suhu udara rata-rata sekitar 27 - 280C. Desa Karanganyar hanya berjarak 1 Km dari kantor kecamatan, dan 14 Km dari pusat pemerintahan Kabupaten Kuningan.

2015-08-25_084021

 

Data Demografis

Demografi 

Desa Karanganyar merupakan salah satu dari 19 desa yang ada di Kecamatan Darma yang memiliki struktur daerah perbukitan yang luas wilayahnya sekitar 77.015 hektar yang memiliki batas wilayah sebagai berikut;

 

Dan terbagi ke dalam 3 dusun yaitu;

  1. Dusun Manis yang terdiri dari ;
  • Rt 01 -  Rt 09
  • Rt 02 - Rt 10
  • Rt 08 ,
  1. Dusun Pahing yang terdiri dari;
  • Rt 03 - Rt 16
  • Rt 04 - Rt 06
  • Rt 05 - Rt 07
  1. Dusun Kaliwon yang terdiri dari;
  • Rt 11 -  Rt 14
  • Rt 12 - Rt 15
  • Rt 13

Desa Karanganyar mempunyai iklim tropis dan memilki dua musim yaitu musin penghujan dan musim kemarau, musin yang ada sangat berpenagruh sekali terhadap pola pertanian yang ada.

Jumlah Penduduk

Desa Karanganyar mempunyai jumlah penduduk 3.185 jiwa, yang tersebar dalam dua wilayah Rw dengan perincian sebagai berikut :

Rw 01 Rw 02 Rw 03
677 Jiwa 1040 jiwa 979 jiwa

 

Pola Penggunaan Tanah

Penggunaan tanah di Desa Karanganyar sebagai besar diperuntukan untuk tanah pertanian ladang sedangkan sisanya untuk untuk tanah kering yang merupakan lahan permukiman yang terdapat bangunan rumah penduduk dan fasilitas-fasilitas lainnya.

Sarana dan prasarana Desa 

Kondisi sarana dan prasarana umum Desa Karanganyar secara garis besar adalah :

Sarana Prasarana Jumlah
Balai desa 1
Masjid Jami 1
Musola 16
Sekolah dasar 1
Skolah SMP 1
PAUD 1
Gedung Posyandu 1
Bak air bersih umum 4
 

 

Pembagian Wilayah Desa

Wilayah Desa Karanganyar terbagi ke dalam 3 dusun  dan setiap dusun terbagi -kedalam beberapa RT, pembagian wilayahnya adalah sebagai berikut ;

  • Dusun Manis yang terdiri dari ;

Rt 01                                     - Rt 09

Rt 02                                      - Rt 10

Rt 08  ,

  • Dusun Pahing yang terdiri dari;

Rt 03                               - Rt 16

Rt 04                               - Rt 06

Rt 05                               - Rt 07

  • Dusun Kaliwon yang terdiri dari;

Rt 11                                      -  Rt 14

Rt 12                                      - Rt 15

Rt 13

Sejarah

Karanganyar ( 1931 – 2017 )

Luas desa karanganyar meliputi wilayah tanah darat dan sawah dan perkebunan milik mayarakat desa karanganyar  dengan total 76,98 Ha  Karanganyar  termasuk desa daerah perbatasan antara kabupaten kuningan dan majalengka  berada di kaki gunung terbesar di jawa barat sesuai letak geografisnya  hampir wilayah desanya berada pada kemiringan antara 20 sampai  25  derajat  ke arah tenggara laut,  dengan pasokan air bersih dari tetangga desa yaitu desa situsari,

Desa parung adalah cikal bakal penamaan desa karanganyar, menurut Rusdi  ( 1945 )  desa karanganyar  berasal dari kata Makalangan anyar yang dalam bahasa indonesia artinya adalah peranan baru, Makalangan Anyar adalah nama tempatm menuntut ilmu beladiri yang sengaja didirikan untuk membentuk kekuatan sebagai benteng pertahanan Karena pada saat itu tengah terjadi peperangan dengan  hindu . sehingga ada banyak yang menuntut ilmu beladiri dari daerah lain seperti dari daerah ciawigebang  terbukti salah satu tokoh “ Kuwu Jamikar adalah keturunan dari daerah ciawi, warga ciawi tersebut  menikah dengan warga setempat. Makalangan Anyar didirikan oleh Embah Demang Soka yang merupakan adik dari Suna Parung,  dari sumber lain antara Embah Demang Soka dan Sunan Parung selalu berselisih sehingga Embah Demang Soka Memutuskan untuk tinggal di tempat lain dengan membuka paguron silat hal ini bisa ditelusuri paguron tersebut masih ada, salah satunya Abah Basuni berusia  100 tahun lebih  disebut sebut sebagi penerus paguron tersebut  dan salah satu gerakan kesenian bela diri tersebut bisa dilihat dari seni rudat yang pernah ada pada masa pemerintaha Kuwu Ewo atrawa ( 1989-1998). Tidak ditemukan bukti sejarah mengenai padepokan tersebut namun seiring dengan perjalanannya  pakalangan anyar adalah sebuah desa yang sekarang disebut desa karanganyar sekitar tahun 1931.         ( Rusdi )

Sebelum Embah Demang Soka Membuka Pakalangan Anyar  (Karanganyar) tidak jauh dari tempat tersebut sudah dihuni oleh masyarakat yang menganut kepercayaan dinamisme dan animisme meskipun sudah memeluk agama islam mereka selalu melakukan persembahan dengan memotong domba dengan istilah Ngarot ( Hajatan Desa ) .  Kegiata tersebut masyarakat setempat menyebutnya dengan hajat desa yang isi kegiatannya melantunkan  tembang Saliasih dengan penari  yang bernama “ Minten”  hajatan tersebut terus dilakukan turun temurun sampai pada terbentuknya pemerintahan, dan pada pemerintahan tersebut baru ada pemukiman warga sebanyak 35 rumah dan tidak diketahui siapa peminpinya.

Ritual Ngarot telah berlangsung lama yang isi kegiatannya mengarah pada kemusyirkan, sehingga salah seorang tokoh yang masih keturunan dari Kuwu Jamikar yaiutu H. Imam Ulama yang disegani pada masa itu di bantu oleh murid murid beliau salah satunya yaitu K.H. Faqih merubah kebiasaan tersebut menjadi acara syukuran dengan cara yang islami kemudian ritual ngarot di rubah menjadi tilawatan  sementara lantunan lagu salisih dihilangkan, kegiatan tersebut ( hajat desa ) pada awalnya dilakukan di dua tempat yang berbeda di pasarean dan di lumbung padi, sementara tilawatan hanya terkonsentrasi pada pasarean dengan memotong kambing dan langsung dihidangkan di tempat itu sebagai rasa syukur atas karunia yang besar dari Allah SWT.

Tata Pemerintahan

 

GEDUNG KANTOR DESA KARANGANYAR

 

Kepala Desa

  • Ipah

Sekretaris Desa

  • Acipudin

Kepala Seksi Pemerintahan

  • Yayat Juhayat

Kepala Urusan Umum

  • Edi Sudibyo

Bendahara Desa        

  • Abdul Kholis S.Pd.I

Kepala Urusan Ekonomi Pembangunan

  • Emon   

Kepala Urusan Kesejahteraan Masyarakat

  • Endon 

Kepala Dusun Pahing

  • Agus Shobarudin   

Kepala Dusun Manis  

  • Adi Sugiman

Kepala Dusun Kliwon

  • Dudin Hasanudin

Badan Permusyawaratan Desa  

  • H. Nana Sudiana  

Karang Taruna Desa    

  • Ima

MUI Desa  

  • KH. Faqih

PKK  

  • Yaya

Gabungan Kelompok Tani  

  • Masdukat