KKNM-PPMD INTEGRATIF UNPAD 2017 Desa Karanganyar, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan

Karanganyar Fest

Tidak lengkap rasanya apabila kami, sekelompok orang yang melaksanakan pengabdian di Desa Karanganyar selama satu bulan penuh tetapi tidak memberikan sebuah acara puncak sekaligus perpisahan dengan warga yang sudah sangat baik menerima kami di desa mereka. Oleh karena itu, tercetuslah ide dari kami untuk membuat serangkaian acara yang dapat menghimpun seluruh warga di Desa Karanyanyar ini. Setelah perdebatan cukup panjang, akhirnya disepakatilah sebuah 'nama' untuk serangkaian acara tersebut, yaitu Karanganyar Festival atau lebih sering kami sapa Karanganyar Fest.

Karanganyar Festival merupakan acara persembahan dari kami, yaitu Tim KKNM Unpad Desa Karanganyar, untuk seluruh warga Desa Karanganyar. Acara ini terdiri dari lima rangkaian acara yang dilakukan selama dua hari berturut-turut dimana rangkaian acara tersebut antara lain

1.Lomba Kolase

Lomba kolase atau dikenal dengan menempel warna merupakan rangkaian acara pertama dari Karanganyar Fest yang dilakukan untuk tingkat TK. Lomba ini mengundang siswa/i TK yang ada di Desa Karanganyar yaitu TK At-Taufiqqiyah dan RA Dewi Sartika V. Peserta lomba ini berjumlah 17 orang, yang terdiri atas anak laki-laki dan anak perempuan berumur 4-6 tahun. Untuk lomba sendiri, dibutuhkan beberapa alat dan bahan seperti kertas berwarna potongan kecil, lem kertas, kertas bergambar pola, serta stik kayu yang kesemuanya disediakan oleh tim KKNM Universitas Padjadjaran. Lomba berlangsung selama kurang lebih satu jam, dimana selama menunggu hasil perlombaan, tim KKNM melakukan penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang baik dengan metode tarian. Setelah tarian dilakukan, pengunguman dilakukan dan didapatkan 3 juara yang terdiri dari juara 1, 2, dan 3. Senyuman ceria serta tawa yang diberikan oleh para murid memperlihatkan antusiasme mereka terhadap acara yang kami laksanakan. Selain itu, pemberian hadiah tidak hanya kami lakukan pada ketiga juara, tetapi juga bagi seluruh peserta lomba dengan harapan tidak ada kekecewaan yang akan dirasakan oleh peserta yang tidak menang.

 

 

2.Vertikultura

Rangkaian acara selanjutnya ialah vertikultura. Vertikultura merupakan kegiatan yang berhubungan dengan penjagaan lingkungan hidup yang dilakukan dengan cara menanam secara vertikal. Kegiatan ini khusus dilakukan dengan kolaborasi bersama siswa/i SMP Negeri 3 Darma. SMP ini sendiri memiliki predikat sekolah hijau yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan.  Tujuan kegiatan ini berhubungan dengan program tim KKNM dalam bidang pendidikan. Kegiatan ini sendiri dilakukan dalam 2 tahapan, yaitu tahapan pertama berupa sosialisasi dengan siswa/i mengenai tujuan serata cara penanaman vertikultura. Tahapan kedua barulah dilakukan praktik langsung dengan siswa/i SMP dimana hasil tanaman vertikultura dipajang didepan kelas masing-masing. Sosialisasi serta praktik langsung ini kami harapkan dapat terus terlaksana karena selain tidak memakan tempat yang banyak, tanaman vertikultura sangatlah bermanfaat dalam menjaga lingkungan hidup sehingga tidak ada kerugian sama sekali dalam melaksanakan kegiatan ini. Kami juga berharap perngalaman singkat mengenai vertikultura ini akan memberikan dampak yang positif bangi seluruh pihak yang terlibat.

 

 

 

3.Penyuluhan Pupuk

Penyuluhan pupuk merupakan salah satu rangkaian acara dari Karanganyar Fest yang dilakukan karena berdasarkan observasi oleh kami, limbah ternak yang dihasilkan belum dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para petani sehingga terbitlah ide tentang melakukan penyuluhan pada para petani mengenai bagaiamana cara mengolah limbah ternak agar limbah dapat dipergunakan semaksimal mungkin. Penyuluhan dilakukan dengan pemberian materi kepada para anggota kelompok tani. Materi yang diberikan antara lain ialah macam-macam pengolahan limbah ternak, cara pengolahan yang baik, serta perhitungan-perhitungan dalam pengolahan limbah ternak. Penyuluhan ini diikuti oleh kurang lebih 8 orang anggota kelompok tani yang ada di Desa Karanganyar. Harapan kami semoga materi penyuluhan yang kami dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para petani.

 

 

 

 

4.Demo Masak

Selanjutnya ialah rangkaian acara yang sangat menarik, yaitu demo masak yang dimana kegiatan ini didemokan langsung oleh dua orang perwakilan tim KKNM Universitas Padjadjawan. Masakan utama yang didemokan ialah produk hasil inovasi dari mahasiswa tim KKNM yang bernama Kaget atau Karanganyar Nugget. Sedikit informasi, Karanganyar Nugget merupakan produk berbahan dasar singkong yang dipadukan dengan berbagai macam bahan yang idenya berasal dari hasil observasi serta kajian permasalahan yang ada di Desa Karanganyar ini, yaitu turunnya tingkat penjualan hasil perkebunan utama desa yaitu singkong sehingga hadirlah satu ide inovasi produk berbahan dasar singkong ini.

 

 

Demo masak dilaksanakan pada hari kedua rangkaian acara yang diikuti oleh ibu-ibu dari Desa Karanganyar. Teknis acara ialah peserta dibagikan selembaran resep produk dan dua orang perwakilan tim KKNM Universitas Padjadjaran melakukan demo masak produk nugget. Respon sangat positif diberikan oleh para peserta yang ditandai dengan antusiasme mereka dalam mecoba produk nugget buatan kami. Tidak hanya antusiasme dalam mencoba produk tersebut, komentar-komentar beragam yang bernilai positif juga tidak hentinya dilontarkan oleh para peserta demo masak. Kami sangat berharap dengan adanya produk inovasi dari kami menjadi jalan keluar bagi permasalahan penjualan singkong yang ada di Desa Karanganyar ini.

 

 

 

5. Penyuluhan Home Industry

Rangkaian acara puncak yang kami lakukan ialah penyuluhan mengenai industri rumah tangga atau Home Industry. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan minat masyarakat Desa Karanganyar mengenai keuntungan dalam berwirausaha. Pemberian materi dilakukan langsung oleh perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupate Kuningan, yaitu Bapak Dading Fajaruddin yang dipandu oleh moderator. Bapak Dading ditemani oleh bapak Acipuddin memberikan materi kepada 26 peserta yang hadir pada penyuluhan. Materi yang diberikan antara lain langkah-langkah penting dalam membangun industri rumahan. Selain pemberian materi, dilaksanakan juga sesi tanya jawab dengan peserta penyuluhan. Respon dan antusiasme dari peserta sangat sangatlah positif, sehingga kami sangat berharap penyuluhan yang dilakukan ini akan menjadi motivasi bagi peserta penyuluhan untuk berwirausaha.