Memerah Susu Sapi

Hari selasa  29 Januari dan Kamis 31 Januari 2013 kami memerah susu sapi di peternakan sapi Pak Mamat selaku Ketua Rt 04 RW 02 Desa Simpang.  Pak Mamat memiliki 4 ekor sapi namun sapi yang dapat diperah hanya 3 ekor. Berat ketiga ekor sapi tersebut kira-kira 400-500 kg/ekor. Umur sapi yang siap untuk diperah sekitar 2,5 tahun dan harus lolos dari penyakit lalu sudah disuntik IB atau kondisi nya sehat dan bagus. Biasanya sapi Pak Mamat dimandikan 3 hari sekali.

Setiap hari Pak Mamat pergi ke ladang untuk mencari pakan sapi, berupa rerumputan. Rerumputan tersebut kemudian diberikan kepada sapi sebanyak 3x sehari, yaitu pada pagi, siang dan sore hari. Tidak hanya rerumputan, sapi juga diberi makan dedak atau dalam bahasa sunda disebut suut. Dedak adalah campuran yang berasal dari tulang-tulang yang dihaluskan, serbuk roti dan lain sebagainya yang merupakan vitamin dan mineral bagi sapi. Dedak tersebut kemudian  dicampur dengan air dan garam  beryodium. Garam ini berfungsi untuk menghilangkan bakteri-bakteri pada dedak dan siap diberikan kepada sapi. Dedak ini diberikan sebanyak 2x sehari  siang dan sore hari. Dedak tersebut diperoleh dari KPSP (Kumpulan Peternak Sapi Perah) dengan harga  Rp.100.000,00/karung yang diperoleh dari KPSP dan pembayarannya akan dipotong dari hasil penjualan susu.

Pak Mamat biasanya memerah susu ketiga sapi tersebut 2x sehari, yaitu pada pagi hari pukul  04.30 dan sore hari pukul 15.00. Pada pagi hari hasil perahan susu disetor kepada KUD Peternak pukul 06.00 dan sore hari pukul 16.00. Kami ikut membantu Pak mamat memerah sapi pada sore hari. Sebelum sapi diperah, area puting susu sapi harus dibersihkan. Pemerah harus mengolesi tangan dengan mentega agar licin dan memerah susu sapi dapat dilakukan dengan lancar. Biasanya Pak Mamat memerah susu ketiga sapi  selama 30 menit,  namun kami menyelesaikan satu ekor sapi sekitar 45 menit, maklum sebagai pemula.

Langkah awal dalam memerah susu yaitu dengan duduk sejajar dengan susu sapi, lalu tangan yang sudah diolesi mentega siap memerah susu secara perlahan dengan cara menekan puting susu sapi  hingga susu berhasil keluar. Cukup mudah, namun bagi pemula yang belum pernah memerah susu sapi mungkin akan mengalami kesulitan seperti kaki sapi yang sering dihinggapi lalat akan menendang keluar yang membuat orang ketakutan padahal apabila saat kita duduk dan memerah dengan tenang kita pun akan merasakan kapan sapi itu merasa terganggu saat dihinggapi lalat dan kita pun bisa menghindar. Setelah itu, hasil perahan susu sapi dari ketiga ekor sapi ini adalah sekitar 20 liter. Harga jual susu sapi adalah Rp. 3.000,00 /liternya.

Pak Mamat mengajarkan kepada salah satu mahasiswa cara memerah susu yang benar

Pak Mamat mengajarkan kepada salah satu mahasiswa cara memerah susu yang benar

cara sapi Pak Mamat berkenalan dengan orang baru

cara sapi Pak Mamat berkenalan dengan orang baru

Setelah memerah susu sapi, Pak Mamat mengantarkan susu sapi ke suatu warung yang berada di pinggir jalan. Pihak dari KPGS(Kumpulan Peternak Garut Selatan) akan mengambil susu tersebut dari warung tersebut serta menghitung volume susu tersebut dan mencatatnya. Hasil penjualan susu ini akan diambil pada awal bulan di KPGS setelah dipotong biaya dedak, suntik imunisasi dan biaya lainnya. Bagi pak Mamat sendiri dan keluarga merasakan bahwa penghasilan dari susu sapi ini cukup menjanjikan untuk memenuhi biaya lauk-pauk sehari-hari.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

− 1 = 7

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>