Blog Desa Singawada

Just another Blog KKNM Universitas Padjadjaran site

PHBS dan Pengeolahan sampah Kepada ibu-ibu PKK


Menuju Singawada  Sehat dan Mandiri

 Kehidupan masyarakat tak pernah lepas dari bagian sosial dan budaya. Ruang lingkup yang dicakup tiada lain lingkungan mereka. Lingkungan dapat mencerminkan kepribadian dari masyarakat itu sendiri. Baik hal itu menunjukkan sisi negatif maupun positif. Hal ini dapat dilihat dari kebiasaan masyarakat dalam menanggapi permasalah yang mereka dapati. Namun, ternyata cerminan lingkungan itu berkaitan dengan perilaku. Dengan begitu, lingkungan dan perilaku menjadi satu kesatuan yang tak lepas dalam menunjukkan kepribadian masyarakat tersebut. Salah satu contoh permasalahan sosial yang dialami oleh masyarakat Desa Singawada Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka ini adalah pengolahan terhadap sampah.

Sampah merupakan suatu masalah yang sudah sering kita dengar. Masyarakat secara umum di mana pun mereka berada tidak terlepas dari sampah. Secara tidak sadar setiap orang menghasilkan 0,8 kg sampah setiap harinya. Bila ditinjau dari pemaknaan sampah, menurut UU Nomor 18 tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, sampah didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sedangkan menurut Anonimus, 2011 sampah adalah merupakan material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses.

Bersangkutan dengan sampah, permasalahan yang ada di Desa Singawada ini adalah kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pengolahan sampah. Mayoritas masyarakat belum mengetahui bagaimana mengolah sampah dengan cara yang baik dan benar, mereka langsung  membuangnya ke sungai atau dibakar di sebuah lubang yang sengaja digali di sekitar pekarangan rumah. Hal ini disebabkan tidak adanya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Masyarakat belum merasakan dampak negatif dari perilakunya terhadap dirinya, orang lain, dan lingkungan. Seperti pengolahan sampah yang dibakar akan menimbulkan polusi udara yang dapat merusak lingkungan dan kesehatan pernafasan, adapun pengolahan sampah yang dibuang ke sungai dapat menimbulkan pencemaran air juga ekosistem di dalamnya serta menyebabkan dampak banjir yang menimpa daerah yang datarannya lebih rendah.

Masyarakat Singawada, pada umumnya belum dapat membedakan sampah organik dan anorganik, hal ini disebabkan kurangnya  pengetahuan tentang cara pengolahan sampah yang benar. Untuk itu, masalah tersebut menjadi salah satu program kerja di Desa Singawada ini. Bertepatan pada tanggal 4 Februari 2013 lalu diadakan penyuluhan mengenai PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan Pengolahan Sampah. Pada awal penyuluhan masyarakat dikenalkan pada salah satu poin PHBS, yaitu menggunakan jamban sehat. Setelah itu, masyarakat diajak mengenal jenis sampah dan bagaimana cara mengolah sampah yang benar. Mereka yang hadir merupakan perwakilan dari kader PKK di setiap blok yang ada di Desa Singawada ini.

Materi yang diambil untuk penyuluhan tersebut ialah hal-hal yang berkaitan dengan cara  pengolahan sampah yang di dalamnya meliputi pemilahan jenis yang bersifat organik dan anorganik. Setelah pemilahan, kemudian sampah dapat diolah menjadi bentuk yang bisa dimanfaatkan dan memiliki nilai jual yang cukup tinggi, seperti pembuatan tas, dompet yang terbuat dari kantong kresek dan tikar dari anyaman bekas bungkus kopi, sabun dan sampah lainnya yang tidak dapat diurai. Respon yang ditunjukan ibu-ibu sangatlah baik, hal ini dapat dilihat dari antusias mereka selama acara berlangsung.

Bahkan sebagian besar dari mereka berniat untuk melanjutkan dan mempelajari kembali apa yang mereka dapatkan dari penyuluhan tersebut. Mereka tidak merasa ragu ataupun malu untuk saling berdiskusi dan berbagi ilmu yang mereka punya. Salah satu pemateri yang bernama Bu Eroh juga merasa bangga dan senang dengan semangat dan antusias  dari para peserta. Hal ini memberikan semangat baru kepada beliau untuk lebih mengeksplorasi keahliannya dalam membuat benda-benda bermanfaat  yang berbahan dasar dari sampah anorganik.

Kami berharap apa yang telah kami usahakan bersama dengan pihak-pihak masyarakat akan berbuah keuntungan dikemudian hari dan akan terus berlanjut walaupun masa pengabdian kami telah habis disini. Mungkin, kegiatan ini akan menjadi ladang usaha baru bagi masyarakat singawada dan menjadi ciri khas tersendiri dibandingkan dengan desa-desa lainnya. Semakin berkembang dan mencintai kebersihan lingkungan demi kehidupan yang lebih sehat dan mandiri

 

Deksripsi

Masalah sampah merupakan masalah yang saat ini masih sulit ditanggulangi di Desa Singawada. Pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan khususnya pengelolaan sampah masih minim. Selain itu ketiadaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di desa ini menjadi salah satu penyebab masalah sampah di Desa ini menjadi terhambat. Banyak warga desa membuang sampah di berbagai lahan kosong, membakarnya atau bahkan membuangnya di sungai, hal ini tentunya menyebabkan pencemaran lingkungan sekitar.

Dampak langsung memang belum dirasakan oleh warga desa namun dapat diperkirakan suatu saat masalah ini akan menjadi masalah yang serius bukan hanya bagi warga desa ini, melainkan juga wilayah yang dilalui sungai tempat membuang sampah pun akan terkena dampaknya. Kenyataan ini mendorong kami untuk menggiatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan, meminimalisasi produksi sampah, memisahkan antara sampah organik dan non-organik dan sebisa mungkin memanfaatkan kembali sampah. Pemanfaatan sampah yang dimaksud dapat dilakukan melalui kegiatan yang didahului dengan memberikan penyuluhan pengetahuan dan informasi tentang pengolahan sampah

 

Tujuan

Dengan adanya pelaksanaan program ini diharapkan nantinya akan memberikan dampak positif bagi warga desa untuk meningkatkan perubahan perilaku terhadap lingkungan dan meningkatkan kemampuan mengelola sampah yang dihasilkan.

 

Sasaran                      

Sasaran primer           : Masyarakat (Orang tua)

Sasaran sekunder        : Tokoh masyarakat

 

Waktu                                    

Hari                               : Minggu

Tanggal                       : 4 Februari 2013

Jam                              : 13.00 – selesai WIB

Tempat                        : Balai Desa Singawada

Pelaksana                    : Mahasiswa KKNM Desa Singawada

Penanggung Jawab     : Luqman Syahriar Putra

 

Kesimpulan

Dengan melakukan kegiatan penyuluhan dan pengelolaan sampah diharapkan agar para ibu-ibu pkk Desa Singawada, Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka mengetahui bahaya sampah yang sebelumnya mereka buang di tempat-tempat fasilitas umum yang di miliki wilayah sekitar Desa Singawada. Seperti, sungai, pekarangan rumah, dan fasilitas umum lainnya. kemudian dengan adanya penyuluhan tentang sampah masyarakat dapat menindak lanjuti sampah yang mereka buang sehari-harinya agar dapat di gunakan kembali sebagai produk-produk yang berasal dari sampah

 

Saran

kegiatan penyuluhan sampah harusnya memiliki waktu lebih lama, karena banyak contoh daur ulang sampah yang dapat di mksimalkan, karena terbentur dengan acara berikutnya yang berada di Desa Singawada acara hanya dapat berlangsung 60menit termasuk pelatihan pengelolaan sampah dengan pembagian 30 menit penyuluhan dan 30 menit pelatihan.

 

 

 

berikut adalah foto-foto penyuluhan sampah yang dilaksanakan di desa singawada :

1 2 3 4 5

 

 

 

 

 

 

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply