“Soft Opening Goa Donan”

“EH ALARM YA JAM 5!!, BESOK HARI H.” kata ku kencang-kencang pada malam sebelum acara Soft Opening GOA Donan di Desa Tunggilis.

Lampu pun tiba-tiba padam dan semua mahasiswa KKNM Unpad tertidur dengan pulasnya. Tak terasa pagi datang dengan cepatnya, alarm dari setiap telepon genggang kami bersahut-sahutan menggangu ketenangan tidur nyenyak kami. Syarif si koordinator desa kesayangan kami akhirnya membantu suara nyaring itu dengan membangunkan kami satu-persatu. Lambat laun, kami mulai bangun dan bersiap untuk acara yang telah kami persiapkan sejak minggu pertama kami hadir di desa ini.

“Jam 7 ya di GOA, no ngaret pliss” pesan ku pada sebagian teman-teman yang masih sibuk dengan persiapannya masing-masing. Sesampainya di lokasi, aku langsung bertemu dengan pihak KOMPEPAR (Komunitas Penggerak Pariwisata) membicarakan teknis yang belum dipastikan pada rapat persiapan tempo hari. Sedangkan teman-teman lainnya mulai memasang backdrobe serta mengatur jumlah kursi bagi peserta Soft Opening GOA Donan. Oiya FYI nih ya, acara utama opening ini adalah “Jalan sehat”.

Peserta mulai berdatangan satu persatu. Terlihat pasangan suami istri disambut KOMPEPAR berjalan ke arah tempat duduk VIP. Ternyata setelah ku ketahui beliau adalah Bapak Camat Kecamatan Kalipucang. Hadir pula Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran bersama rekannya yang bersal dari luar negeri, Kepala Desa Tunggilis, Kepala BABINSA, serta tamu undangan lainnya. Setelah waktu menunjukan pukul delapan, MC mulai membuka acara. Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan tamu undangan. Kemudian, Master of Ceremony (MC) mengarahkan tamu undangan untuk melakukan seremonial pemotongan tali Goa Donan. Setelahnya masuk pada acara utama yakni “Jalan Sehat”.

Photo by Argianto Fendy Fadia

Sementara peserta melakukan jalan sehat, kami menampilkan tarian merak SDN 2 Desa Tunggilis yang dilatih langsung oleh Mahasiswa KKN Unpad, untuk menghibur peserta yang tidak ikut jalan sehat. Di pertengahan tari, satu-persatu peserta mulai kembali ke panggung utama. Sorak-sorai penonton memeriahkan acara yang sempat terkendala gerimis ringan. Selanjutnya giliran ibu-ibu dari Sanggar Tari Aibama yang menunjukan kebolehannya dengan menjadi instruktur senam aerobik. Kemudian acara masuk pada hiburan inti yakni ndangndutan. Biduan-biduan mulai menyanyikan lagunya satu persatu dan mengajak peserta untuk jogged bersama di atas panggung. Acara berlangsung sangat meriah serta ditutup dengan pembagian hadiah hingga hadiah utama sepeda gunung.

Photo by Argianto Fendy Fardia

Rasa lega campur bahagia terasa sekali di hati kami melihat acara ini berakhir dengan sangat meriah. Setelah berpamitan dengan KOMPEPAR dan beberapa perangkat desa, kami pun kembali ke rumah diantar menggunakan motor penganggkut sampah. Meski begitu kami sangat bahagia, karena kami mendapatkan pengalaman baru yang sangat luar biasa.

Penulis: Muhammad Yuka Afryantono