Dusun Cimentek

Dusun Cimentek adalah salah satu dusun yang ada di Desa Tunggilis Kecamatan Kalipucang Kabupaten Pangandaran yang berbatasan langsung dengan Desa Ciganjeng Kecamatan Kalipucang. Letak dusun yang memiliki 2 RW dan 7 RT ini berada di atas bukit sehingga untuk mencapai Dusun Cimentek dibutuhkan kendaraan bermotor. Karena mayoritas warga menggunakan kendaraan bermotor, jarak Dusun Cimentek dengan jalan raya  tidak menjadi persoalan yang berarti.

Dusun yang dikepalai oleh Pak Kaswin ini memiliki jumlah penduduk paling sedikit setelah Dusun Sirungwatang yaitu sebanyak 959 jiwa dan 320 KK yang terdiri dari 566 laki-laki dan 527 perempuan dengan mata pencaharian 90 % dari jumlah penduduk sebagai Penyadap Nira dan 10 % sebagai Petani yang jika tidak sedang panen menjadi pengangguran atau beralih menjadi penyadap nira. Penduduk Dusun Cimentek juga memproduksi gula semut, tetapi hanya sesuai permintaan saja karena pasar yang kurang bagus membuat penduduk Dusun Cimentek tidak memproduksi gula semut dalam skala besar.

Jumlah penduduk berdasarkan struktur umur di Dusun Cimentek paling banyak berada di usia 0-25 tahun sebanyak 398 jiwa diikuti oleh usia 26-65 tahun sebanyak 341 jiwa dan usia >65 tahun sebanyak 220 jiwa yang artinya penduduk dengan usia kontraproduktif lebih besar dari pada penduduk dengan usia produktif. Sedangkan menurut tingkat pendidikan, jumlah penduduk yang menempuh pendidikan hingga SMA dan warga yang tidak menempuh pendidikan tidak beda jauh. Warga yang menempuh pendidikan hingga SMA berjumlah 45 jiwa dan yang tidak menempuh pendidikan berjumlah 43 jiwa. Selain itu ada juga yang menempuh pendidikan hingga S1 sebanyak 1 orang. Penduduk Dusun Cimentek biasanya bersekolah di madrasah terdekat yaitu Madrasah Baitusalam atau ke desa sebelah yaitu Desa Ciparakan karena jaraknya yang sangat dekat.

Penduduk Dusun Cimentek mayoritas beragama islam sehingga kebudayaan yang ada dipengaruhi oleh agama yang menjadi mayoritas di Dusun tersebut contohnya adalah Babarit yaitu memperingati tahun baru islam dengat adat jawa dan pengajian yang diadakan rutin setiap minggunya . Selain itu ada juga kesenian gending, ronggeng dan ketuk pilu yang hampir punah. Budaya gotong royong yang sudah mendarah daging pun menjadikan warga Desa Tunggilis khususnya Dusun Cimentek dapat meningkatkan keswadayaan masyarakat baik dalam bentuk materi, sumbangan pemikiran maupun tenaga sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya yang ada untuk kepentingan pembangunan desa. Contohnya ketika ada salah satu penduduk yang mengadakan slametan maupun hajatan, penduduk Dusun Cimentek akan saling membantu dalam pelaksanaan acara tersebut.

Sumber daya ekonomi di Dusun Cimentek terdiri dari sektor Indusrti Rumah Tangga (Gula Merah) dan Agrobisnis (Kelapa).  Warga biasanya menjual gula merah yang sudah siap jual ke pengepul untuk selanjutnya didistributorkan ke Jakarta atau daerah lainnya di Pulau Jawa. Selain menjual Gula Merah hasil buatan rumahan kadang-kadang warga Dusun Cimentek juga menjual buah kelapa utuh untuk didistributorkan ke luar Dusun Cimentek. Tetapi walaupun begitu menjual gula merah ke pengepul lebih sering dilakukan dibandingkan menjual buah kelapa utuh. Setiap minggunya penduduk Dusun Cimentek bisa menyetor 1 kwintal gula merah ke pengepul yang setiap kilonya dijual seharga Rp. 10.00

Kondisi potensi sumber daya alam di Dusun Cimentek hanya terdiri dari mata air yang berasal dari embung dan hasil bumi berupa kelapa. Embung yaitu waduk yang dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan yang bisa digunakan sebagai sumber irigasi di musim kemarau atau disaat curah hujan makin jarang. Sedangkan hasil bumi berupa kelapa yang diolah menjadi gula merah oleh warga Dusun Cimentek.

Dusun Cimentek memiliki lahan yang dipergunakan untuk kepentingan warga setempat diantaranya, kebun (30 ha) yang mayoritas dipergunakan untuk menanam pohon kelapa, pemukiman warga (20 ha), hutan (12 ha), Sawah (2 ha), kuburan (1 ha), fasilitas umum (1 ha), dan juga untuk keperluan bisnis (0,1 ha). Selain itu ruas jalan di Dusun Cimentek sebagian besar sudah dibeton dan berfungsi sebagai jalan dusun yang memiliki panjang 12000 m dan lebar 2,4 m yang artinya hanya bisa dilalui oleh satu mobil.

Jaringan drainase di Dusun Cimentek berjenis kontruksi tanah dengan kelas drainase sekunder dan menjadi yang terpanjang kedua setelah Dusun Kedungpalungpung dengan panjang 9012 m dan lebar 0,5-2 m. Sedangkan kebutuhan penduduk Dusun Cimentek akan air bersih didapatkan dari sumber air bersih yang berasal dari mata air, telaga, dan sungai.

Kondisi pelayanan pembuangan sampah yang ada di Dusun Cimentek masih sederhana terlihat dari penduduk Dusun Cimentek yang biasanya membuang sampah ke kebun. Melihat dari kondisi ini dapat disimpulkan bahwa persampahan belum mendapat perhatian yang cukup baik. Hal ini bisa disebabkan karena kesadaran penduduk untuk menjaga lingkungan masih rendah dan masih minimnya pelayanan pembuangan sampah sehingga penduduk Dusun Cimentek memilih cara pengolahan sampah yang paling mudah seperti membuang sampah ke kebun ataupun membakar sampah. Begitu juga dengan pengolahan limbah yang terdiri dari limbah rumah tangga dan  industry rumahan pun masih belum dikelola dengan baik.

Kondisi jaringan listrik di Dusun Cimentek masih terbatas karena daya listrik yang tersedia tidak sesuai dengan kebutuhan penduduk yang sangat sering bersentuhan langsung dengan listrik. Sedangkan jaringan telepon justru semakin membaik saja terutama setelah munculnya layanan telepon dengan jaringan seluler.