Dusun Kedung Palungpung

Dusun Kedungpalungpung  merupakan dusun yang terletak di utara Desa Tungglis, dimana dusun ini berbatasan dengan beberapa dusun lainnya yakni Dusun Cimentek di sebelah Barat, Desa Ciganjeng di sebelah utara, Dusun Sukamaju di sebelah timur, dan Dusun Cintamaju dan Dusun Sukamaju di sebelah selatan. Dusun yang dikepalai oleh Bapak Ruhiyat memiliki luas wilayah kurang lebih) 239,393 hektar dan terbagi menjadi 2 RW dan 7 RT.

Jumlah penduduk Dusun Kedungpalungpung menempati peringkat kedua terpadat yakni sebesar 1.383 jiwa dengan total keseluruhan jumlah penduduk Desa Tunggilis 5.715 jiwa.  Berdasakarkan data yang kami dapatkan demografis Dusun Kedungpalungpung memiliki 444 Kepala Keluarga yang terdiri atas 571 jiwa laki-laki dan 585 jiwa perempuan dengan jumlah penduduk terbanyak pada rentang usia produktif 25-65 tahun sebanyak 460 jiwa, diikuti 0-25 tahun sebanyak 360 jiwa, dan >65 tahun sebanyak 384 jiwa.

Penduduk Dusun Kedungpalungpung nampaknya masih banyak yang belum mengenyam bangku pendidikan,  dapat diketahui hanya 9 jiwa saja yang mengenyam pendidikan hingga tingkat sarjana, sebanyak 76 jiwa mengenyam pendidikan sampai sekolah menengah, atas dan  sebanyak 342 jiwa tidak sekolah. Sehingga masyarakat Dusun Kedungpalungpung mayoritas menjadi petani sebanyak 100 jiwa yang meliputi; padi, sawo, kelapa, coklat, cengkeh, kayu albiso, pisang dan ubi jalar. Pedagang sebanyak 34 jiwa yang meliputi komoditas industri rumah tangga (gula merah, kripik singkong, rengginang), bengkel, penjahit, guru,, ojek, dan bidan, berprofesi sebagai nelayan hanya 1 jiwa dan sebagian kecil menjadi PNS sebanyak 9 jiwa.

Masyarakat Dusun Kedungpalungpung memiliki budaya gotong royong, toleransi antara umat beragama dan masyarakat. Hal tersebut dapat menunjang pengembangan tingkat keswadayaan masyarakat baik dalam bentuk materi, sumbangan pemikiran maupun tenaga sehingga dapat mengoptimalkan sumber daya lam yang ada, untuk tujuan pembangunan desa.

Masyarakat Dusun Kedungpalungpung termasuk masyarakat yang majemuk yang memiliki tingkat ekonomi, pendidikan dan keikutsertaan dalam bidang politik. Dengan kemajemukan seperti ini masyarakat lebih dinamis dalam pembangunan desa.

Masyarakat Dusun Kedungpalungpung yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan penderes ikut mewarnai pola hubungan diantara masyarakatnya , seperti pola hubungan masyarakat agraris lainnya masyarakat melakukan ritual-ritual dalam melakukan aktivitas ekonominya seperti ‘tandur’ dan perhitungan masa tanam padi.

Dari segi keagamaan Masyarakat Dusun Kedungpalungpung termasuk kedalam masyarakat yang religius dengan memegang teguh keyakinan agamanya secara kuat. Hal ini terlihat dari banyaknya kegiatan  keagamaan yang dilaksanakan di Dusun Kedungpalungpung terutama dikalangan ibu-ibu dan anak-anak. Pengaruh kehidupan beragama ini pun terjadi pula pada kebudayaan yang berkembang seperti kebudayaan ‘tahlilan’ untuk mendoakan orang meninggal selama tujuh hari berturut-turut, juga ada pengajian yang selalu dilaksanakan setiap minggunya serta perayaan maulid nabi.

Kondisi perekonomian di Dusun Kedungpalungpung meliputi kedalam 5 sektor yaitu sektor industri rumah tangga, agrobisnis, perdagangan, jasa dan wisata. Sektor industri rumah tangga yang meliputi gula merah, kripik singkong, rangginang, opak, sale pisang. Sektor agrobisnis meliputi sektor pertanian, perkebunan, peternakan perikanan darat dan kehutanan yang meliputi komoditi padi, sawo, kelapa, coklat, cengkeh, kayu albiso, pisang dan ubi jalar. Untuk sektor perdagangan dan jasa di Dusun Kedungpalungpung cukup beragam meliputi bengkel, penjahit, guru, perwat , bidan, ojek, kondektur dan supir. Pada sektor industri rumah tangga tenaga kerja yang terserap cukup banyak yaitu 180 orang, pada sektor agrobisnis sangat sedikit sekali yaitu hanya 5 orang, pada sektor perdagangan sebanyak 20 orang, dan pada sektor jasa sebanyak 12 orang.

Potensi alam yang dimiliki oleh Dusun Kedungpalungpung cukup bervariasi yang meliputi bahan galian (pospat), mata air (air gunung), hasil bumi (padi, sawo, kelapa, coklat, cengkeh, kayu albiso, pisang dan ubi jalar)

Dusun Kedungpalungpung memiliki tata guna lahan yang disesuaikan untuk kegiatan produktif masyarakatnya meliputi pencaharian, fasilitas umum dan sosial, ekonomi, dan budaya. Mayoritas digunakan untuk Sawah yakni (143,196 ha), diikuti oleh Kebun (70 ha), Pemukiman (25 ha), Kuburan (1 ha), Fasilitas Sosial (0,18 ha), dan terakhir Fasilitas Umum (0,017 ha).

Jaringan jalan yang dianggap sangat penting dalam upaya pengurangan resiko bencana dan aksebilitas keluar masuk Dusun Kedungpalungpung. Dusun ini mengalokasikan infrastruktur jalan dengan panjang 9000 m dan lebar 2,4 m dengan fungsi utamanya sebagai jalan akses ‘Dusun-Desa’. Kondisi Jalan yang ada di Dusun Kedungpalungpung memiliki jenis perkerasan rabat-beton dengan tingkat aksesbilitas ‘Sepi-Sedang’. Hal lain yang dianggap penting sebagai infrastruktur dusun, drainase juga mendapatkan perhatian khusus dusun ini demi mencegah adanya genangan air selepas hujan. Dusun Kedungpalungpung memiliki panjang drainase yang cukup panjang apabila dibandingkan denngan dusun-dusun lain di Desa Tunggilis yakni  14700 m dengan lebarnya sekitar (1-25 m). Jenis kontruksi drainase yang digunakan pada dusun ini berupa tanah.. Sehingga, drainase Dusun Kedungpalungpung berada pada kelas ‘Tersier-primer’. Sedangkan untuk kebutuhan air bersih, Dusun Kedungpalungpung mendapatkannya melalaui sumur bor sebanyak 500 orang, sumur tradisional  sebanyak 233 orang dan mata air sebanyak 150 orang.

Sampah merupakan salah satu masalah yang terdapat di Dusun Kedungpalungpung. Masyarakat Dusun Kedungpalungpung mengelola sampahnya dengan cara dibakar atau dibuang kesungai. Tentu pengelolaan jenis ini akan mengakibatkan penyumbatan sungai yang berdampak banjir, sungai tercemar dan polusi asap yang bersumber dari pembakaran sampah rumah tangga/industry.

Kondisi jaringan limbah di Dusun Kedungpalungpung masih kurang baik. Air limbah yang dihasilkan dari rumah tangga disalurkan melalui jaringan drainase yang ada disekitar rumah penduduk. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi jaringan drainase yang mengalamu pendangkalan, erosi, ataupun penyempitan, sehingga menyebabkan banjir serta limbah yang dihasilkan mencemari lingkungan dan air bersih yang digunakan penduduk untuk kebutuhan sehari-hari.

Ketika pelayanan listrik dan telefon masuk ke wilayah pedesaan, maka desa tersebut dapat dikatakan cukup maju dan dapat dijangkau oleh media. Kondisi masyarakat yang banyak menggunakan listrik baik untuk kehidupan sehari-hari maupun kegiatan industri, serta kebutuhan jaringan komunikasi menyebabkan Desa Tunggilis dan Dusun Kedungpalungpung memberikan fasiltas listrik dan telekomunikasi. Listrik Dusun  Kedungpalungpung berada pada tingkat daya 450W, sumber pelayanan PLN dengan kondisi layanan selama 24 jam. Sedangkan untuk jaringan telekomunikasi Dusun Kedungpalungpung  hanya terdapat satu jaringan yakni seluler kondisinya dalam kondisi ‘baik’. Jaringan seluler mencakup provider Telkomsel, Indosat, Excelcomindo, Tri, dan Esia.

Seperti itulah ulasan singkat mengenai Dusun Kedungpalungpung yang memiliki kelebihan dan kekurangannya.