Dusun Sirungwatang

Dusun Sirungwatang adalah salah satu dusun yang terdapat di Desa Tunggilis Kec Kalipucang Kab Pangandaran yang berbatasan langsung dengan Desa Banjarharja. Dusun yang dikepalai oleh  Bapak Hamuroh ini memiliki 2 RW dan 7 RT dengan jumlah penduduk sebanyak 823 jiwa yang terdiri dari 403 jiwa Laki-Laki dan 448 jiwa Perempuan dan 262 KK.

Mata pencaharian penduduk Dusun Sirungwatang mayoritas adalah petani dengan 125 jiwa diikuti oleh pedagang dengan 30 jiwa dan PNS dengan 3 jiwa. Adapun jumlah penduduk menurut kelompok usia produktif yaitu penduduk dengan usia 0-25 tahun berjumlah 300 jiwa, 25-65 tahun berjumlah 278 jiwa dan usia >65 tahun berjumlah 169 jiwa. Sedangkan menurut tingkat pendidikan, penduduk Dusun Sirungwatang masih banyak yang tidak sekolah. Hal ini berdasarkan data yang kami dapat yaitu terdapat 80 jiwa yang tidak sekolah. Sedangkan yang melanjutkan pendidikan hingga SMA dan Sarjana sebanyak 10 jiwa dan 3 jiwa.

Gotong royong dan toleransi antar penduduk sudah menjadi budaya para penduduk Dusun Sirungwatang. Hal ini terlihat ketika ada yang mengadakan hajatan para penduduk Dusun Sirungwatang bahu membahu membantu yang memiliki hajat agar acara bisa terlaksana dengan baik. Juga ketika menerima kami para peserta KKNM dengan tangan terbuka. Dengan keadaan penduduk Dusun Sirungwatang yang beragam dari segi ekonomi, pendidikan, dan keikutsertaan dalam bidang politik menumbuhkan keadaan penduduk yang lebih dinamis dalam pembangunan desa.

Dengan penduduk yang mayoritas sebagai berprofesi sebagai petani maka penduduk Dusun Sirungwatang melakukan ritual dalam melakukan aktivitas ekonominya seperti tandur dan perhitungan masa tanam padi. Dari segi keagamaan, penduduk Dusun Sirungwatang mayoritas menganut agama islam. Sering diadakan juga kegiatan keagamaan terutama dikalangan ibu-ibu dan anak-anak seperti penganjian yang diadakan rutin. Dalam hal penggunaan bahasa, penduduk Dusun Sirungwatang menggunakan bahasa sunda tetapi ada juga beberapa penduduk yang menggunakan bahasa jawa-sunda. Hal ini dikarenakan letak desa yang tidak jauh dari perbatasan jawa tengah.

Sumber daya ekonomi adalah aktivitas penduduk yang menghasilkan sumber penghasilan bagi penduduk Dusun Sirungwatang. Sumber daya ekonomi di Dusun Sirungwatang meliputi sector industry rumah tangga, agrobisnis, perdagangan, dan jasa. Tenaga kerja yang terserap di sector-sector tersebut yaitu agrobisnis sebanyak 805 jiwa, industry rumah tangga sebanyak 107 jiwa, perdagangan sebanyak 16 jiwa dan yang paling sedikit yaitu sector jasa sebanyak 4 jiwa. Dusun Sirungwatang memiliki beberapa jenis sumberdaya alam yaitu batu galian (Batu Curit), mata air (Sumur dan sungai), dan hasil bumi (kelapa, sawo, petai, jengkol, pisang, padi, dan salak pondoh).

Terdapat juga berbagai fasilitas yang terdapat di Dusun Sirungwatang untuk menunjang kebutuhan penduduk yang terdiri dari jaringan jalan, jaringan drainase, jaringan air bersih, jaringan persampahan, dan jaringan listrik dan telepon. Jaringan jalan yang ada di Dusun Sirungwatang memiliki panjang 8000 m dan lebar 2,4 m dengan kondisi jalan Rabat beton dan tingkat aksebilitas sedang. Jaringan drainase di Dusun Sirungwatang memiliki panjang 5000 m dan lebar 0,2-0,3 m dengan kelas drainase sekunder dan jenis kontruksi tanah. Jaringan air bersihnya, sebanyak 40 jiwa memanfaatkan sumur tradisional, 30 jiwa memanfaatkan sungai dan 28 jiwa memanfaatkan mata air. Jaringan persampahannya masih kurang bagus karena tempat penampungan sampah di Dusun Sirungwatang masih di kebun yang artinya Dusun Sirungwatang belum mempunyai tempat penampungan sampah yang layak dengan kondisi tempat penampungan sampah yang tidak beraturan dan sampah berserakan. Jaringan listrik dan telepon di Dusun Sirungwatang justru berbanding terbalik dengan kondisi jaringan persampahannya. Listrik dengan tingkat daya 450 w – 900 w dengan kondisi pelayanan 24 jam penuh dan telepon dengan jaringan seluler dan kondisi pelayanan yang baik cukup untuk memenuhi kebutuhan penduduk Dusun Sirungwatang.

Selain itu lahan yang digunakan di Dusun Sirungwatang digunakan untuk berbagai macam kebutuhan yaitu sawah seluas 0,5 ha, kuburan 1 ha, kebun 200 ha, pemukiman 150 ha, fasilitas sosial 0,5 ha, dan fasilitas umum 0,2 ha.