UJUNG JAYA

Perekonomian Desa

II. Aspek Ekonomi dan Mata Pencaharian

2.1 Ekonomi dan Mata Pencaharian

Dalam melakukan pencarian data dan riset lapangan di aspek ekonomi dan mata pencaharian yang berada di Desa Ujung Jaya Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu mahasiswa KKNM melakukakan wawancara terhadap informan kunci. Mahasiswa KKNM melakukan wawancara kepada Kepala Kuwu Ujunng Jaya, yaitu Bpk. Cecep dan Paulis Desa, yaitu Bpk. Sugeng  dimana mereka berdua memiliki peranan penting didalam pembangunan dan perkembangan serta kontrol atas Desa Ujung Jaya serta memiliki data-data penting dalam pencarian data tentang aspek ekonomi dan mata pencaharian. Disamping mewawancarai Kepala Desa dan Sekretaris Desa, mahasiswa KKNM mewawancarai masing-masing kepala dusun yang berada di dusun Desa Ujung Jaya.

Selain itu, mahasiswa KKNM juga melakukan wawancara terhadap tokoh masyarakat yang dianggap berperan penting didalam aspek ekonomi dan mata pencaharian, dimana mahasiswa KKNM melakukan pengamatan langsung, yaitu mengadakan kunjungan langsung ke lapangan, dan mengamati, serta mengobservasi setiap aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat di Desa Sukaharja terkait dengan aspek ekonomi dan mata pencaharian.  Mahasiswa KKNM juga turut terjun aktif dalam kegiatan aktivitas ekonomi lokal seperti: berdagang, bertani, maupun berternak penggemukan sapi.

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan usaha desa yang dikelola oleh pemerintah desa, dan berbadan hukum.Pemerintah desa dapat mendirikan BUMDes sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa.Pembentukan BUMDes ditetapkan dengan peraturan desa.Kepengurusan BUMDes terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat desa setempat. Permodalan BUMDes dapat berasal dari Pemerintah Desa, Tabungan Masyarakat, Bantuan Pemerintah, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/kota, pinjaman, atau penyertaan modal pihak lain yang dapat dilakukan setelah mendapatkan persetujuan  BPD (Badan Usaha Milik Desa, 2014).

Berdasarkan pengertian diatas, BUMDes mempunyai penting dalam perkembangan desa terutama dalam pembangunan potensi-potensi yang terdapat disebuah desa.Namun, di Desa Ujung Jaya keberadaan BUMDes tidak berjalan dengan semestinya. Hal ini dikarenakan ketidaktahuannnya masyarakat akan fungsi atau peranan penting dari BUMDes.

Koperasi Unit Desa (KUD) adalah organisasi ekonomi yang merupakan wadah bagi pengembangan berbagai kegiatan masyarakat pedesaan serta memberikan pelayanan bagi masyarakat pedesaan. KUD beranggotakan penduduk desa yang mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dalam koperasi dan menjalankan aneka usaha dalam suatu lingkungan tertentu (Jenis-Jenis Koperasi Indonesia, 2014).

Tidak jauh berbeda dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Koperasi Unit Desa (KUD) Ujung Jaya tidak berjalan karena kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya koperasi dalam menompang pilar ekonomi pedesaan.

Kelompok usaha yang terdapat di Desa Ujung Jaya memiliki beberapa jenis kelompok usaha, diantaranya adalah kelompok usaha tani dan kelompok usaha industry makanan ringan rumah tangga. Untuk kelompok tani sendiri terdapat tiga kelompok dimana kelompok-kelompok tersebut berada di masing-masing dusun, salah satunya yaitu Kelompok Srijaya  yang merupakan kelompok tani di Blok Bruntak dengan jumlah anggota 20 orang. Kelompok tersebut memiliki lahan 2 hektar lahan padi organic dengan total hasil panen 7-8 ton per tahun.  Sedangkan untuk kelompok ternak terdapat satu kelompok, yaitu kelompok ternak kambing dan penggemukan sapi yang berada di blok bruntak. Usaha ternak domba ini merupakan salah satu bantuan dari pemerintah melalui program PNPM dimana pemerintah memberikan bantuan beberapa ekor domba untuk dikelola oleh masyarakat dan hasil dari usaha tersebut dikhususkan  untuk masyarakat itu sendiri.

Mata Pencaharian

  1. Sektor Pertanian
Petani 466 orang
Buruh tani 611 orang
Pemilik usaha pertanian ........................... orang
  1. Sektor Perkebunan
Buruh perkebunan
Karyawan Perusahaan Perkebunan ........................... orang
Pemilik usaha Perkebunan ........................... orang
3.Sektor Peternakan
Buruh usaha peternakan ........................... orang
Pemilik usaha peternakan 1orang
4.Sektor Perikanan
Nelayan ........................... orang
Pemilik usaha perikanan ........................... orang
Buruh usaha perikanan ........................... orang
5.Sektor Kehutanan
Pemilik usaha pengolahan hasil hutan ........................... orang
Buruh usaha pengolahan hasil hutan ........................... orang
Pengumpul hasil hutan ........................... orang
6.Sektor Pertambangan dan Bahan Galian C
Penambang galian C kerakyatan/perorangan ........................... orang
Pemilik usaha pertambangan skala kecil dan besar ........................... orang
Buruh usaha pertambangan ........................... orang
7.Sektor Industri Kecil & Kerajinan Rumah Tangga
Montir 3 orang
Tukang batu ........................... orang
Tukang kayu 27 orang
Tukang sumur ........................... orang
Pemulung ........................... orang
Tukang jahit 5orang
Tukang kue orang
Tukang anyaman 3 orang
Tukang rias 4 orang
Pengrajin industri rumah tangga lainnya ........................... orang
  1. Sektor Industri Menengah dan Besar
Karyawan perusahaan swasta ........................... orang
Karyawan perusahaan pemerintah ........................... orang
Pemilik perusahaan ........................... orang
........................... orang
  1. Sektor Perdagangan
Pengusaha perdagangan hasil bumi 5 orang
Buruh jasa perdagangan hasil bumi 21 orang
10.Sektor Jasa
Pemilik usaha jasa transportasi dan perhubungan 8 orang
Buruh usaha jasa transportasi dan perhubungan 16 orang
Pemilik usaha informasi dan komunikasi ........................... orang
Buruh usaha jasa informasi dan komunikasi ........................... orang
Kontraktor ........................... orang
Pemilik usaha jasa hiburan dan pariwisata ........................... orang
Buruh usaha jasa hiburan dan pariwisata ........................... orang
Pemilik usaha hotel dan penginapan lainnya ........................... orang
Buruh usaha hotel dan penginapan lainnya ........................... orang
Pemilik usaha warung, rumah makan dan restoran ................................ orang
Pegawai Negeri Sipil ..........................  orang
TNI ........................... orang
POLRI 1 orang
Dokter swasta ........................... orang
Bidan swasta 1 orang
Perawat swasta 1 orang
Dukun/ paranormal/ supranatural ........................... orang
Jasa pengobatan alternative ..........................  orang
Dosen swasta ........................... orang
Guru swasta ........................... orang
Pensiunan TNI/POLRI ........................... orang
Pensiunan PNS ........................... orang
Pensiunan swasta ........................... orang
Pengacara ........................... orang
Notaris ........................... orang
Jasa Konsultansi Manajemen dan Teknis ........................... orang
Seniman/artis ..........................  orang
Pembantu rumah tangga ........................... orang
Sopir ........................... orang
Buruh migran perempuan 20 orang
Buruh migran laki-laki ........................... orang
Usaha jasa pengerah tenaga kerja ........................... orang
Wiraswasta lainnya ........................... orang
Tidak mempunyai matapencaharian tetap ........................... orang
Jasa penyewaan peralatan pesta ........................... orang

Dalam mata pencaharian terdapat berbagai sektor yang terdapat di Desa Ujung Jaya, seperti Sektor Pertanian, Peternakan dimana sistem pemasaran yang terjadi di sektor-sektor tersebut dalam pendistribusian hasil disektor tersebut menggunakan distributor yang biasa disebut oleh masyarakat setempat sebagai tengkulakTengkulak berperan sebagai distributor yang memasarkan hasil sektor dari produsen ke pasar, dimana pasar yang biasa dijadikan tempat untuk mendistribusikan hasil sektor adalah pasar tradisional di wilayah Jatibarang.

bagan ekonomi

Skema Pemasaran di Sektor Pertanian, perkebunan dan Peternakan

Selanjutnya sistem pemasaran yang berada disektor lain, seperti industri kecil dan kerajinan rumah tangga tidak jauh berbeda dengan pemasaran yang berada di sektor pertanian, perkebunan dan peternakan namun umumnya di sektor ini pemasaran dilakukan secara langsung dimana produsen sendiri bertindak sekaligus sebagai distributor yang dimana pemasarannya sendiri berada di rumah-rumah mereka sendiri dalam bentuk warung kecil.

2.2 Masalah di bidang pertanian

Berdasarkan hasil peninjauan mengenai sistem ekonomi dan mata pencaharian di Desa Ujung Jaya, ditemukan beberapa permasalahan yang menyangkut sistem mata pencaharian di Desa Sukaharja, diantaranya terdapat permasalahan pada sektor pertanian dimana yang menjadi masalah utama dari tidak berkembanganya usaha pribadi maupun kelompok pertanian karena ada perbedaan pemikiran antar anggota kelompok tani, konflik yang terjadi di dalam organisasi. Sebenarnya pada sektor pertanian di Desa Ujung Jaya memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan namun masyarakat belum menemukan solusi yang terbaik untuk masalah yang terdapat pada sektor pertanian ini. Kemudian masalah pun ditemukan pada sektor pertanian dimana permasalahan ini merupakan hal yang umum yang terdapat di sektor pertanian yaitu, banyaknya hama terumata tikus, hama penggerek batang dan blast yang dapat menyebabkan lahan-lahan pertanian menjadi rusak ataupun terhambat untuk panen. Permasalahan terakhir yaitu terdapat pada sistem distribusi atau pemasaran hasil pertanian, dimana pasar ditentukan oleh banyak sedikitnya permintaan konsumen dari Bandung yang merupakan sebuah sarana pemasaran hasil pertanian oleh masyarakat sebagai produsen secara langsung. Seperti yang telah diketahui, diamna sistem pemasaran hasil nkjdks dilakukan secara sistem pendistribusian, dan dalam sistem ini sering kali muncul permasalahan harga.

Tim Mahasiswa KKNM:

Laporan Aspek Ekonomi/Mata Pencaharian didata oleh Ida Bagus Laksamana (120210110138), Yudha Satrio Wibowo (150510110149) , dan Wawan Darmawan (200110110178)