Cerita KKNM

sambutan dari kepala desa jatipamor

4 Januari 2017, kami berangkat bersiap memulai kegiatan KKNM tepatnya di kabupaten Majalengka, dengan sebelumnya dilakukan Upacara penglepasan terlebih dahulu oleh Pejabat Kampus. Perjalanan cukup memakan waktu yang lama, dikarenakan akses jalan menuju Kecamatan Talaga, tempat kami akan KKN telah terjadi adanya longsor yang menyebabkan jalan ditutup. Sehingga kami memutar jalan cukup jauh, dan sekitar pukul 18.30 WIB kami baru sampai di lokasi tempat kami akan KKN. Hari itu kami langsung beristirahat karena kami merasa cukup kelelahan dalam perjalanan yang memakan waktu yang cukup lama.

5 – 8 Januari 2017, kami memulai kegiatan kami dengan bertemu Bapak Kepala Desa yang mana di desa tempat kami KKN beliau dipanggil “Pak Kuwu” beserta beberapa perangkat desa lainnya. Kami berbincang santai, dan dijelaskan gambaran umum mengenai Desa Jatipamor ini sendiri. Selanjutnya, dengan bermodal penjelasan sekilas dari Pak Kuwu kami sekelompok memutuskan untuk membagi tim dan memulai menjelajahi beberapa Blok-blok yang ada di Desa Jatipamor. Kami memperkenalkan diri kepada para warga sekitar, berbincang hangat mengenai isu-isu yang ada di desa serta membahas bermacam hal. Banyak harapan dan juga keluh kesah yang diutarakan masyarakat kepada kami, dengan harapan bahwa kami sebagai Mahasiswa dapat berperan penting dalam pembangunan dan perkembangan daerah, terutama Majalengka dan Desa Jatipamor khususnya.

9-10 Januari 2017, kami memulai wawancara dengan beberapa perangkat desa untuk mengetahui lebih mendalam mengenai kegiatan politik dna pemerintahan yang ada di Desa Jatipamor, termasuk mewawancarai BPD (Badan Permusyawaratan Desa) mengenai peran dan fungsi nya dalam kegiatan pemerintahan di desa.

11 Januari 2017, kami menghadiri acara Tabligh Akbar yang diadakan salah satu warga Desa Jatipamor yang mengundang, seorang da’i dari Jogjakarta. Acara ini ditujukan pula untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.

bermain dengan anak desa jatipamor

12 – 14 Januari 2017, kami memulai hari dengan mengunjungi beberapa fasilitas publik dan kegiatan masayarakat yang ada di Desa Jatipamor, seperti fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, mengunjungi dan memantau kegiatan ekonomi yang banyak dikerjakan warga Desa Jatipamor.

15 - 18 Januari 2017, sebagai bentuk pengabdian di bidang pendidikan, di pagi hari kami melakukan pengajaran di beberapa fasilitas pendidikan di Desa Jatipamor seperti SDN I Jatipamor, SDN II Jatipamor serta TK Budi Asih. Di sore hari, kami membagi tim menjadi beberapa kelompok. Ada kelompok yang mengunjungi Pondok Pesantren Al-Anshor untuk mengetahui kegiatan keagaaman yang ada di Desa Jatipamor, ada kelompok yang bertemu dengan kelompok tani masyarakat yang ada di Desa Jatipamor, serta kelompok yang mewawancarai masyarakat yang bergerak di bidang kesenian di Desa Jatipamor, seperti kesenian alat musik tradisional dan juga kegiatan wayang golek.

penyuluhan pertanian

Minggu ketiga pada kegiatan KKNM ini, termasuk minggu yang dilalui dengan cukup banyak kegiatan terutama di bidang pertanian dan kesehatan, namun kegiatan lain bersama masyarakat juga turut dilaksanakan. Pada tanggal 19 – 20 Januari kami melakukan persiapan untuk mengadakan acara penyuluhan di bidang pertanian dimana dalam penyuluhan tersebut, tujuan yang ingin kami capai sebagai bagian dari memberikan manfaat kepada masyarakat adalah untuk membantu mereka khususnya para petani untuk menanggulangi adanya hama tikus yang menyerang lahan pertanian mereka. Kami mempersiapkan materi dengan meminta bantuan dari UKM “Klinik Tanaman” dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran yang pada hari pelaksanaannya akan memberikan materi kepada masyarakat terkait beberapa teknik-teknik yang bisa digunakan untuk mengurangi hama tikus yang menyerang lahan pertanian mereka. Kami juga mempersiapkan diri untuk mengadakan pula kegiatan penyuluhan kesehatan yang ditujukan kepada ibu-ibu yang memiliki bayi berusia 0-6 bulan, dengan sasaran agar masyarakat mengerti pentingnya ASI eksklusif untuk anak mereka. Kami juga menghadiri acara syukuran dan doa bersama untuk kegiatan pertanian di salah satu blok desa, yaitu blok Lampegan.

Pada Tanggal 21 – 22 Januari 2017 kami melakukan beberapa kali kunjungan ke rumah dalang dari Wayang Golek di Jatipamor yaitu Pak Didi dan melihat langsung kegiatan Wayang Golek dan menurut Pak Didi sendiri wayang golek merupakan budaya Hindu yang telah mengalami akulturasi dengan perantaraan para Wali Songo. Pada tanggal 23 Januari, kami mengundang beberapa warga Desa Jatipamor yang pekerjaannya di bidang pertanian dari berbagai blok desa untuk hadir di Balai Desa guna menghadiri acara penyuluhan pertanian yang telah kami siapkan. Dari hasil penyuluhan diketahui bahwa masyarakat telah muak dengan adanya hama tikus yang menyerang lahan pertanian mereka, dan beberapa masyarakat bahkan menyebut bahwa hama tikus tersebut merupakan “siluman”. Kepercayaan tersebut memang masih banyak berkembang terutama di masyarakat pedesaan. Mereka pun berharap, agar perangkat Desa Jatipamor untuk segera mengambil tindakan dalam membantu para petani agar tidak terjadi gagal panen yang menyebabkan mereka merugi.

Pada Tanggal 24 Januari 2017, kami kembali mengadakan penyuluhan, namun kali ini penyuluhan di bidang kesehatan. Penyuluhan ini ditujukan bagi ibu-ibu yang memiliki anak bayi 0-6 bulan. Penyuluhan ini diselenggarakan dengan bantuan dari ibu bidan posyandu di Desa Jatipamor. Penyuluhan mengenai ASI Eksklusif ini berjalan lancar dan dihadiri cukup banyak ibu-ibu yang memiliki bayi berumur 0-6 bulan, mereka cukup antusias dalam mengikuti materi yang disampaikan ibu bidan posyandu.

Sebagai tindak lanjut dari adanya penyuluhan pertanian juga, kami menginisiasi adanya kegiatan penerapan dari beberapa teknik yang digunakan untuk mengusir hama tikus, seperti teknik campuran jengkol dan air yang disebut rodentisida yang campuran ini disemprotkan ke tanaman pertanian dengan maksud agar tikus-tikus tidak mau mendekat ke tanaman pertanian dikarenakan bau dari jengkol yang cukup menyengat.

acara perpisahan

Minggu keempat, merupakan minggu yang kami persiapkan untuk melakukan kegiatan bersama masyarakat berupa acara perpisahan dari kami mahasiswa yang sedang KKN di Desa Jatipamor ini untuk masyarakat Jatipamor dengan sasaran utama bagi kaum ibu-ibu dan anak-anak. Pada tanggal 30 Januari 2017, kami mendatangi adik-adik SDN I Jatipamor, untuk mengadakan acara bersama mereka yaitu penyuluhan cara melakukan sikat gigi dilanjutkan dengan mengajari mereka cara membuat kerajinan tangan berbahan kertas origami. Anak-anak di SD tersebut sangat antusias dan memperhatikan teknik sikat gigi yang diperagakan oleh beberapa diantara kami peserta KKN. Selanjutnya, dalam kegiatan membuat kerajinan tangan dengan menggunakan origami ternyata, mereka juga tak kalah antusias seperti kegiatan yang lebih dulu dilakukan yaitu cara sikat gigi yang baik dan benar.

Setelah melakukan persiapan seperti menyebar undangan kepada warga serta menyiapkan konsep yang matang beberapa hari sebelumnya, akhirnya pada tanggal 1 Februari 2017 kami mengadakan acara perpisahan yang dipersembahkan untuk warga Desa Jatipamor dengan konsep lebih banyak mengarah pada ibu-ibu dan anak-anak di dalam acaranya, acara tersebut dilaksanakan di lapangan sepak bola Desa Jatipamor. Dengan disertai beberapa hiburan seperti penampilan dari tim kesenian kecapi tradisional yang ada di Desa Jatipamor serta penampilan dari anak-anak. Warga yang hadir cukup terhibur, selanjutnya mereka sangat menjadi bersemangat ketika diumumkan akan adanya pengundian hadiah bagi mereka yang datang dan menukarkan kupon yang terdapat di dalam undangan. Walaupaun diguyur hujan, namun masyarakat tetap antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai, acara ditutup dengan persembahan video mengenai kesan pesan mahasiswa KKN mengenai pengalaman kurang lebih satu bulan di Desa Jatipamor ini.